Narasi TV

Artikel Narasi

Dari Redaksi: Luhut Menteri Segala Urusan, Pedofilia di Pesantren dan Kabar Sepekan Terakhir

Image

Senin, 27 09 2021

Apa gunanya punya banyak menteri, pejabat, hingga pakar, kalau akhirnya kebanyakan urusan pemerintahan tetap saja dipegang Pak Luhut?.

I

Menko Luhut, Menteri Segala Urusan

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali mendapat tugas tambahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), nih. Kali ini Luhut didapuk sebagai Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Padahal, di luar jabatan sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut juga sudah punya bnyak tugas dan jabatan, loh. Mulai dari Ketua Dewan Pengarah Tim Penyelamatan Danau Prioritas Nasional (DPTPDPN), Wakil Ketua Komite KPC-PEN (Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) sampai Koordinator PPKM Jawa-Bali. Sebanyak itu tugasnya? Wajar enggak, sih?

Tonton videonya:

Menko Luhut dan Sederet Tugasnya, Wajarkah? | Narasi Newsroom

II

Kekerasan Seksual di Pesantren, Bagaimana Agar Tak Terjadi Lagi?

Kasus kekerasan seksual di institusi keagamaan terjadi lagi, nih. Kali ini, pelakunya seorang guru di salah satu pesantren di Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan. Setidaknya ada 26 santri yang jadi korban pencabulan.⁣

Kasus ini disorot banyak pihak karena kekerasan seksual ini terjadi di institusi keagamaan yang dipercaya bisa memberi rasa aman. ⁣Miris, ya~⁣

Tapi, kenapa kasus semacam ini bisa terjadi?⁣

Tonton videonya:

Kekerasan Seksual di Pesantren, Bagaimana Agar Tak Terjadi Lagi? | Narasi Newsroom

III

Presiden Jokowi Bikin Aturan Baru buat PNS

Kali ini PNS udah enggak bisa sembarangan meliburkan diri. Soalnya, Presiden Jokowi menerbitkan aturan baru buat para PNS yang hobinya membolos dan bisa dikenai sanksi disiplin berat berupa pemberhentian.

Selain itu, ada pula sanksi berat untuk PNS yang enggak netral saat pemilu. Katanya, aturan ini dibuat agar PNS berintegritas, profesional, dan akuntabel. Kira-kira aturan baru ini bisa enggak, ya, bikin kinerja PNS ikut membaik?

Tonton videonya:

Presiden Disiplinkan PNS hingga Ancam Pecat, Bisakah Kinerja Membaik? | Narasi Newsroom

IV

Luhut Polisikan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti

Hmm, Pak Luhut lagi, Pak Luhut lagi. Kali ini Menko Marves ini melaporkan Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti Ke Polda Metro Jaya, Rabu (22/9/2021).

Kasus ini bermula dari sebuah konten diskusi di kanal YouTube Haris Azhar. Dalam diskusi tersebut Luhut dikatakan terlibat dalam bisnis tambang emas di Blok Wabu, Papua. 

Enggak main-main, Luhut juga mengajukan gugatan perdata dan pidana kepada Haris dan Fatia karena dianggap telah mencemarkan nama baiknya. Sementara itu, Kuasa Hukum Haris Azhar menilai upaya hukum yang dilakukan Luhut tersebut sebagai sebuah judicial harassment

Tonton videonya:

Mengenal Blok Wabu: Pangkal yang Bikin Luhut Polisikan Haris Azhar | Narasi Newsroom

LUHUT POLISIKAN HARIS AZHAR. KLASTER SEKOLAH: RATUSAN SISWA POSITIF COVID-19 | Narasi Pagi

V

Internet Indihome Ngadat, Pelanggan Dapat Apa?

Harap bersabar, ini ujian. Kata-kata ini kayaknya tepat buat kamu yang masih emosi sama jaringan internet IndiHome. Sejak Minggu (19/9/2021) lalu, IndiHome dan Telkomsel emang mengalami gangguan teknis sehingga tidak adanya jaringan internet dan wifi.

Pihak Telkom Group mengonfirmasi kalau gangguan ini terjadi pada sistem komunikasi kabel laut di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan (JaSuKa) dan ruas Batam-Pontianak. Lalu, pelanggannya bakal dapat kompensasi enggak, nih?

Tonton videonya:

Apa Hak Pelanggan Ketika IndiHome Ngadat? | Tech It Easy

TELKOM BERI KOMPENSASI PELANGGAN INDIHOME. AZIS SYAMSUDDIN DITETAPKAN JADI TERSANGKA | Narasi Pagi

Baca Apa Hari Ini

 Image

The Way I Used To Be - Amber Smith

The Way I Used To Be bisa jadi salah satu bacaan untuk memahami apa yang dialami korban kekerasan seksual. Buku ini menceritakan tentang perempuan bernama Eden yang diperkosa oleh sahabat kakaknya saat ia masih remaja. Tragis, orang yang bisa dipercayainya malah berbuat bejat.

Hidupnya yang normal berubah dalam sekejap. Bingung? Trauma? Udah pasti. Eden sadar ia mestinya menceritakan cerita pilunya itu pada seseorang. Tapi, enggak semudah itu untuk bersuara. Eden malah mencoba mengubur rahasia itu dalam-dalam. 

Sepanjang cerita, kamu seakan diajak naik roller-coaster. Lewat penceritaan dengan sudut pandang orang pertama, kamu bisa melihat secara mendalam gimana kekerasan seksual ini berdampak pada mental dan kehidupan korban. Korban harus melewati perjalanan yang panjang dan menyakitkan. 

Buku ini bergenre fiksi dan dewasa. Tapi, ada pesan-pesan moral yang tersirat. Buku ini bisa membuka mata kita bahwa masih banyak korban kekerasan seksual lain di luar sana yang membutuhkan pertolongan untuk keluar dari rasa traumanya.

*) Katarina Adelia

BACA di sini

Saksikan Juga!

 Image

Image 

Salam,

Redaksi Narasi Newsroom

Image

KOMENTAR

SELANJUTNYA

VIDEO POPULER