Narasi TV

Dari Redaksi: Sekolah Tanpa Penjurusan dan Kabar Lainnya Sepekan Kemarin

Image

Senin, 27 12 2021

Mulai 2022, enggak ada lagi jurusan IPA, IPS, dan Bahasa. Murid bisa memilih sendiri kombinasi mata pelajaran sesuai minat.

Artinya? Ya, berarti memperkecil kemungkinan kuliah salah jurusan hehe

I

Kurikulum Prototipe: Enggak Ada Lagi Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyiapkan Kurikulum Prototipe untuk digunakan pada 2022. Namun, kurikulum ini bersifat opsional dan enggak wajib diterapkan oleh setiap sekolah.

Penerapan kurikulum prototipe ini juga enggak akan mengelompokkan siswa berdasarkan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa. Nantinya, siswa kelas XI dan XII bisa memilih kombinasi mata pelajaran sesuai dengan minatnya. Kalau kamu suruh pilih, kurikulum prototipe ini bakal jadi pilihanmu, enggak?

Tonton videonya:

Sekolah Tanpa Penjurusan: Indonesia (Akan) Menyusul China sampai Korsel | Narasi Newsroom

II

Lagi-lagi, Kasus Pelecehan Seksual Tak Kenal Tempat dan Situasi

Beberapa waktu lalu, viral kasus pelecehan seksual kepada perawat yang pelakunya seorang driver ojek online, dengan modus yang enggak masuk akal, yaitu mau ngusir jin. Ckckck. Ada lagi, nih, baru aja uji coba dunia virtual (metaverse) di platform VR Horizon Worlds, seorang perempuan menerima perlakuan enggak senonoh dari pengguna lain. 

Jangankan metaverse, deh, di medsos udah banyak banget sebenarnya pelecehan lewat komentar atau pesan. Enggak di dunia maya, enggak di dunia nyata, para pelaku bergentayangan. Yang perlu dipertegas apa? Ya aturan buat memidana pelaku dan melindungi korban dong!

Tonton videonya:

Perawat Diperkosa Driver GoCar, Modusnya Usir Jin | Narasi Newsroom

Metaverse Baru Tren, tapi Sudah Ada Kekerasan Seksual di Sana | Narasi Newsroom

III

Akhirnya, MA Menangkan Difabel yang Terdiskriminasi Seleksi CPNS

Masih ingat Muhammad Baihaqi, difabel yang tidak diloloskan tes CPNS padahal berhasil meraih nilai tertinggi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di formasinya, pada 2019 lalu itu? 

Setelah berjuang mempertahankan haknya di Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang hingga tahun ini, akhirnya Mahkamah Agung mengabulkan kasasi dari Baihaqi.

Syukurlah, semoga ke depannya enggak ada lagi praktik-praktik diskriminasi semacam itu, ya. Masak seleksi CPNS dicurangi terus, gimana mau dapat pegawai yang benar-benar berkualitas?

Tonton videonya:

MA Menangkan Baihaqi, Difabel yang Terdiskriminasi Seleksi CPNS | Narasi Newsroom

IV

Indonesia Jadi Penyumbang Lebih dari 600 Ribu Ton Sampah Plastik Tiap Tahun

Iya, Indonesia menyumbang sampah plastik lebih dari 600 ribu ton tiap tahunnya, dari total 8 juta sampah plastik global yang dibuang ke lautan.

Angka itu membuat Indonesia masuk tiga besar negara penghasil sampah plastik terbanyak di dunia, dan diperkirakan di 2050 nanti, jumlah plastik akan mengalahkan ikan-ikan di laut, loh. Hmm, agak miris, ya.

Tapi, masalah sampah itu bukan hanya repot di negara kita aja, negara-negara lain juga banyak yang kelimpungan soal penanganan sampah plastik ini. Sebenarnya apa, sih, kendala dalam pengelolaan sampah ini?

Tonton videonya:

Prediksi 2050: Plastik Lebih Banyak di Lautan Ketimbang Ikan | Narasi Newsroom

V

DPR dari PDIP Wajib Bagi Sembako yang Tas nya Ada Gambar Puan

Selain pasang baliho Bu Puan Maharani di lokasi bencana Lumajang, ternyata PDIP juga mewajibkan anggota DPR RI dari fraksinya, untuk bagi-bagi sembako pakai tas yang selain ada foto fraksi yang bersangkutan, juga harus ada gambar wajah Bu Puan sebagai pembina fraksi.

Pembagian sembako yang awalnya dilakukan perorangan, sekarang katanya akan dilakukan serentak oleh para fraksi PDIP. Mungkin, ya, seperti inilah cara untuk mengepakkan sayap kebhinekaan ya, Bu?

Tonton videonya:

ANGGOTA PDIP WAJIB BAGI SEMBAKO BERGAMBAR PUAN | Narasi Pagi

Di Semeru, Posko Pengungsi Jadi Tempat Syuting hingga Kampanye | Narasi Newsroom

Dengar Apa Hari Ini

 Image

Dhruv - Stable Life

Setelah sukses dengan “Double Take” yang viral dijadikan background musik para rakyat TikTok, baru-baru ini musisi berdarah India-Inggris ini merilis single terbarunya berjudul “Stable Life”.

Di lagu terbarunya, Dhruv masih mengusung genre Pop R&B seperti lagu-lagu sebelumnya. Namun, kali ini nuansanya dibuat sedikit melankolis, karena liriknya bercerita tentang seseorang yang merasa belum sampai di titik kehidupan yang stabil. Stable Life ditulis oleh Dhruv sendiri dan diproduseri oleh Sam Ricci.

*Intan Puspitasari

DENGAR di sini

Saksikan Juga!

 Image

Salam,

Redaksi Narasi Newsroom

Image

KOMENTAR

SELANJUTNYA

TERPOPULER