Gelombang Panas Eropa Bikin Ribuan Lahan Terbakar dan Ratusan Orang Meninggal Dunia

Kebakaran hutan akibat gelombang panas ekstrem di sejumlah negara Eropa terus meluas. Gelombang panas kedua musim panas ini mencapai suhu 47 derajat celcius di Portugal dan 45 derajat celcius di Spanyol. Akibatnya ribuan warga harus dievakuasi.

Selain Portugal dan Spanyol, kebakaran juga terjadi di Perancis, Yunani, dan Maroko. 

Di Portugal, petugas pemadam kebakaran berhasil mengurangi titik api dari 20 ke angka 11 pada Minggu (17/7/2022).  Otoritas keamanan sipil setempat menyebut kebakaran mengakibatkan dua orang tewas dan 60 lainnya luka-luka. 

“Risiko kebakaran masih sangat tinggi. Akhir pekan ini kewaspadaan sangat harus ditingkatkan,” kata Kepala Pertahanan Sipil Andre Fernandez, seperti dikutip The Guardian, Minggu (17/07/2022).

Andre juga menambahkan sebanyak 15.000 hektare lahan sudah habis dilahap api. Institut Konservasi Alam dan Hutan Portugal menunjukkan total lahan yang terbakar sudah mencapai 39.550 hektare dari kebakaran yang terjadi dari awal tahun hingga pertengahan Juni 2022 lalu. 

Enggak cuma melahap lahan, gelombang panas di Portugal juga sudah memakan korban sebanyak 238 orang dalam kurun waktu 7-13 Juli 2022 aja. Makanya, Pemerintah daerah Lisbon memutuskan buat memperpanjang status waspada hingga seminggu ke depan. 

Di Spanyol, tepatnya di bagian Selatan Malaga, lebih dari 3.000 warga harus dievakuasi karena lahan yang dekat permukiman dilahap si jago merah. Menurut pihak berwenang, sebanyak 14.000 hektare lahan terbakar api dalam kurun waktu 12 jam. 

Walaupun gelombang panas ditenggarai masih jadi penyebab utama kebakaran, tapi ada dua titik kebakaran yang disebut terjadi akibat kesengajaan. Kepala Kebijakan Kehutanan di Extremadura menyebutkan bahwa api yang mulai menyebar pada Sabtu Malam (16/07/2022), terlihat dengan jelas dinyalakan oleh pihak tertentu. 

Tapi, ini enggak meminggirkan fakta bahwa cuaca panas ekstrem di Spanyol juga sudah banyak makan korban. Sedikitnya ada 360 warga yang tewas akibat gelombang panas di Spanyol dalam waktu satu pekan ke belakang. 

Di Prancis, api sudah melahap 10.000 hektare lahan di daerah Gironde. Sebanyak 1.200 petugas pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk memadamkan api yang sudah memaksa sebanyak 14.000 orang mengungsi. 

Pejabat berwenang setempat menyatakan bahwa suhu tinggi dan angin akan mempersulit upaya untuk menghentikan penyebaran api. Dilansir dari BBC, Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin bahkan memuji para petugas pemadam kebakaran karena udah punya  "keberanian luar biasa" dalam menyelamatkan nyawa banyak orang ini.

Sektor pariwisata juga terdampak pastinya, karena pemerintah Prancis minta para pendaki Mont Blanc, gunung tertinggi di Eropa untuk menunda rencana perjalanannya sementara waktu.

Di Yunani, pertahanan sipil bergegas memadamkan api yang berkobar di pulau Kreta di Mediterania yang sudah menewaskan sedikitnya 3 orang. Sementara Maroko juga berusaha  memerangi kebakaran hutan di pegunungan utara yang menewaskan sedikitnya satu orang dan memaksa evakuasi lebih dari 1.000 keluarga.

Reporter: Firda Iskandar

KOMENTAR

SELANJUTNYA

TERPOPULER