Rilisan terbaru dari waralaba Final Destination akan hadir di layar lebar mulai 16 Mei 2025. Sembari mempersiapkan kembalinya film ikonik ini, yuk, intip kembali adegan-adegan kematian paling memorable dari film-film sebelumnya!
Waralaba Final Destination pertama kali dirilis pada tahun 2000 dengan peluncuran film pertamanya. Dengan konsep unik yang mengusung kematian sebagai antagonis utama, Final Destination langsung mencuri perhatian banyak khalayak. Penonton disuguhkan dengan berbagai skenario maut yang kreatif dan brutal, beberapa di antaranya bahkan masih terkenal sampai sekarang.
Begitu pula dengan film-film lanjutannya yang selalu membawa penonton ke dalam perjalanan yang menegangkan dan menakutkan, yang sulit untuk dilupakan. Setiap adegan kematian digambarkan dalam detail yang membuat penonton hanya bisa melongo. Waralaba ini pun sukses menciptakan kultus penggemar di kalangan penggemar film horor.
Nah, berikut ini daftar kematian paling ikonik dalam waralaba Final Destination, yang kengeriannya sulit dilupakan.
1. Kematian Samantha Lane di The Final Destination (2009)
Samantha Lane merupakan salah seorang yang selamat dari tragedi McKinley Speedway. Adegannya yang terkenal adalah saat ia menutup telinga putranya dengan tampon saat sedang menonton balapan.
Meski selamat dari kecelakaan yang mengenaskan di arena balap, Sang Kematian rupanya mengejar Samantha ke tempat lain. Saat ia berkunjung ke salon untuk mengubah gaya rambutnya, anak Samantha yang bosan melempatkan batu ke halaman. Celakanya, batu itu tersangkut di roda sebuah mesin pemotong rumput.
Ketika hendak pulang dari salon, batu tersebut terlontar ke arahnya dan menembus tepat pada mata Samantha. Kata-kata terakhir Samnatha kepada anaknya adalah, "I've got my eyes on you two."
2. Kematian Tim Carpenter di Final Destination 2 (2003)
Tim Carpenter merupakan seorang 'anak mama' berusia 15 tahun yang sangat dekat dengan ibunya, Nora. Kematian Tim mungkin adalah salah satu yang paling mengenaskan di Final Destination 2. Bagaimana tidak, bocah remaja itu kehilangan nyawa dengan cara yang mengerikan tepat di depan mata ibunya sendiri.
Saat melihat sekawanan burung merpati di dekat sebuah lokasi konstruksi, Tim berlari ke arah mereka, membuat burung-burung itu beterbangan. Hal ini menyebabkan salah satu pekerja kehilangan kontrol atas mobil derek yang tengah dikendarainya. Akibatnya, sebuah kaca jendela raksasa jatuh dan menimpa Tim, meremukkan tubuhnya hingga rata dengan tanah.
3. Kematian Roy Carson di Final Destination 5 (2011)
Roy Carson adalah seorang pekerja konstruksi di Presage Paper sekaligus bos sebuah perserikatan lokal. Kematian Roy bermula daat ia tengah beradu argumen dengan Nathan Sears yang merupakan supervisornya.
Debat panas itu berlangsung di pabrik, dan Nathan menyadari bahwa mereka sedang berada di zona berbahaya yang dipenuhi alat-alat berat. Tak dinyana, sebuah kait raksasa jatuh ke lantai yang dipijak Roy, menghancurkannya, dan meluncurkan Roy ke bawah. Namun, sebelum tubuhnya sempat menghantam lantai di bawah kait itu tersangkut di leher Roy, membuatnya tergantung hanya beberapa inci dari lantai.
4. Kematian Nora Carpenter di Final Destination 2 (2003)
Seperti diketahui, Nora Carpenter adalah ibu dari Tim Carpenter yang mati kejatuhan kaca di lokasi konstuksi. Usai tragedi tersebut, para penyintas lainnya mengajak Nora ke apartemen untuk berdiskusi tentang cara mencurangi Kematian. Namun, Nora yang telah kehilangan putranya tak peduli dengan ajakan mereka dan memutuskan untuk pergi.
Saat berada di lift untuk turun, ponsel Nora berdering, membuatnya kaget dan menjatuhkannya. Setelah memungut ponselnya, Nora berdiri dan tersentak karena kepangan rambutnya ternyata menyangkut di sebuah kait yang dibawa seseorang di dalam lift tersebut. Ia pun sontak panik dan meronta-ronta. Ketika pintu lift terbuka, Nora langsung meloncat keluar. Namun, rambutnya masih menyangkut, sehingga kepalanya masih berada di dalam lift.
Nahasnya, lift tetap berjalan seperti biasa; pintunya menutup dan menjepit kepala Nora, sementara kotak lift melanjutkan perjalannya ke atas. Tak pelak, tubuh Nora ikut terangkat. Kepalanya pun semakin terdesak, dan akhirnya terpisah dari badannya.
5. Kematian Olivia Castle di Final Destination 5 (2011)
Kematian Olivia Castle mungkin adalah yang paling membuat ngilu dari keseluruhan waralaba Final Destination dan membuat banyak orang jadi takut untuk menjalani prosedur operasi mata.
Olivia merupakan seorang pegawai divisi penjualan di Presage Paper. Mata Olivia minus sehingga ia harus menggunakan kacamata. Karena ingin melihat dengan jelas tanpa alat bantu, Olivia memutuskan untuk operasi lasik.
Saat berada di ruang operasi, dokter yang menangani Olivia keluar sebentar, meninggalkannya dalam kondisi mata terbuka dan ditahan dengan spekulum. Secara tak terduga, gelas berisi air yang ada di meja jatuh dan airnya menumpahi stopkontak mesin laser, membuatnya korslet dan meningkatkan intensitas laser yang menyorot mata Olivia. Saat hendak menekan tombol darurat untuk menghentikan mesinnya, yang tertekan justru tombol aktivasi.
Di tengah rasa sakit akibat pancaran laser di matanya, Olivia berusaha untuk bangkit dari meja operasi. Namun, ia terpeleset dan jatuh ke arah jendela, menabraknya hingga pecah, dan jatuh dari lantai empat ruang praktik dokter tersebut. Olivia pun mati seketika, sementara matanya lepas dan menggelinding ke jalan, dan berakhir dilindas oleh ban mobil.
6. Kematian Candice Hooper di Final Destination 5 (2011)
Candice Hooper juga merupakan seorang pegawai di Presage Paper, sekaligus rival dari Olivia Castle. Candice adalah seorang atlet senam, dan Sang Kematian mencabut nyawanya saat sedang melakukan hal yang dicintainya.
Kematian Candice terjadi saat ia sedang latihan. Sebuah baut yang terlpas membuat seorang pesenam terjatuh dan menumpahkan kapur bubuk ke arah kipas. Taburan bubuk ini mengaburkan pandangan Candice, membuatnya jatuh terpelanting ke arah belakang. Tulang punggungnya patah dan badannya tertekuk dalam pososi terbalik, yang menewaskannya seketika.
7. Kematian Ashley Freund dan Ashlyn Halperin di Final Destination 3 (2006)
Ashley Freund dan Ashlyn Halperin adalah sepasang sahabat yang amat populer si sekolah. Kematian karib ini juga sangat terkenal di kalangan penggemar Final Destination karena kebrutalannya. Mereka berjumpa dengan Kematian saat sedang menggelapkan kulit di salon tanning.
Saat mereka memasuki ruangan tanning, Ashley meninggalkan gelas minuman dinginnya di atas meja, tanpa menyadari bahwa mesin pengontrol suhu terletak di bawah meja tersebut. Mesin itu pun korslet ketika Ashley dan Ashlyn sedang berada di dalam tanning bed, membuat suhunya terus meningkat drastis. Merasa curiga, mereka berniat untuk keluar dari tanning bed yang tertutup. Akan tetapi, sebuah papan mengganjal tutupnya, sehingga Ashley dan Ashlyn terjebak di dalam bed yang panas. Suhu yang semakin naik pada akhirnya membakar kedua sahabat itu hidup-hidup.
8. Kematian Hunt Wynorski di The Final Destination (2009)
Hunt Wynorsky merupakan salah satu orang yang selamat dari tragedi McKinley SPeedway, dan Kematian mengejarnya ke sebuah kolam renang. Awalnya, Hunt sedang berjalan di pinggir kolam saat seorang bocah menyemprotnya dengan senapan air, yang membuat ia marah. Hunt pun merebut senapan itu dari si bocah dan meletakkannya di atas kotak pengontrol air kolam. Rupanya, senapan itu jatuh dan mengaktifkan tuas untuk menyedot air di kolam.
Hunt sedang bermain-main dengan koinnya saat sebuah bola golf mendarat di gelas minumanya, membuatnya kaget. Koin itu menggelinding masuk ke kolam. Hunt menyelam untuk mengambilnya, tanpa menyadari bahwa air kolam sedang tersedot dengan kencang. Tak pelak, Hunt ikut tersedot oleh arus yang kuat dan tersangkut di mulut saluran air. Karena tersumbat oleh Hunt, tekanan pada mesin penyedot semakin meningkat, sampai akhirnya menyedot organ dalam Hunt melalui anusnya. Ia pun tewa seketika.
9. Kematian Billy Hitchcock di Final Destination (2000)
Kematian Billy Hitchcock tidak terlalu signifikan, tetapi menjadi dasar dari aturan Kematian pada film-film selanjutnya. Sang Kematian seharusnya menjemput Carter Horton, teman sekelas Billy. Carter yang putus asa karena mengetahui ajalnya akan datang memutuskan untuk bunuh diri dengan menyetir mobil yang ditumpanginya bersama Billy dan kawan mereka lainnya, Alex Browning, ke arah rel kereta. Namun, Ales menggagalkan upaya ini. Ia menyelamatkan Carter sesaat sebelum kereta melintas.
Meski selamat, mereka yakin bahwa Carter masih akan menjadi target Kematian berikutnya. Namun rupanya, justru Billy yang tewas akibat lontaran besi tajam dari kereta yang memenggal kepalanya. Mereka pun sadar bahwa jika ada intervensi pada kematian seseorang yang menyebabkannya tetap hidup, Sang Kematian akan melompati orang tersebut dan lanjut mengejar target berikutnya dalam daftar. Dalam hal ini, Billy adalah orang berikutnya setelah Carter yang akan mati, dan itulah yang terjadi.
10. Kematian Tod Waggner di Final Destination (2000)
Terakhir, ada kematian Tod Waggner dalam film pembuka Final Destination. Sahabat Alex ini merupakan orang pertama dalam daftar yang diambil nyawanya oleh Kematian. Seperti kawan-lawannya, ia selamat dari tragedi kecelakaan pesawat Volée Airlines Flight 180. Namun, tidak demikian dengan kakak laki-lakinya, yang tetap ada dalam pesawat dan menjumpai ajal.
Pada upacara kematian kakaknya, Tod menyampaikan pidato perpisahan. Malam harinya, ketika berada di kamar mandi, kebocoran pada saluran air menggiring Tod pada kematiannya. Cara kematian Tod sebenarnya tak sebrutal kebanyakan karakter dalam Final Destination. Namun, adegan-adegan sebelum kematiannyalah yang sukses membuat penonton tidak nyaman dan berdebar-debar. Mulai dari Tod yang tak sengaja melukai diri sendiri saat sedang bercukur, perangkat elektronik yang menyala di dalam kamar mandi yang basah, hingga akhirnya ia terpeleset, jatuh, dan tergantung oleh tirai bak mandi.
Baca Juga:Review Film Where The Crawdads Sing: Mengapa Film Ini Jadi Salah Satu Top 2 Netflix Global
