Advertisement

Ada Berapa Hari dalam 2025 dan Mengapa Jumlahnya Berbeda dengan 2024

02 January 2025 16:34 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi hari-hari dalam setahun yang tertulis di kalender. (Foto: ANTARA) .

Penulis: Rizal Amril

Editor: Rizal Amril

Tahun 2025 merupakan tahun biasa dengan total 365 hari. Hal ini berbeda dengan tahun 2024, yang merupakan tahun kabisat dengan 366 hari.

Perbedaan jumlah hari tersebut dikarenakan pada tahun kabisat, bulan Februari memiliki 29 hari, sedangkan pada tahun biasa, bulan Februari hanya mempunyai 28 hari.

Penambahan hari pada bulan Februari ini dilakukan untuk mengimbangi selisih antara waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi Matahari dan jumlah hari dalam satu tahun.

Dalam sistem kalender Gregorian yang digunakan secara luas saat ini, setiap empat tahun terdapat satu tahun kabisat yang membantu menjaga agar kalender tetap sesuai dengan siklus musim.

Oleh karenanya, tahun kabisat seperti yang terjadi pada 2024 terjadi setiap empat tahun sekali dan setelahnya selalu diikuti dengan tahun biasa.

Syarat utama untuk menjadikan suatu tahun sebagai tahun kabisat adalah jika tahun tersebut dapat dibagi empat.

Namun, ada pengecualian seperti tahun yang habis dibagi 100 tidak dihitung sebagai kabisat, kecuali tahun tersebut habis dibagi 400.

Oleh karena itu, tahun 2025 yang tidak memenuhi syarat tersebut kembali memiliki 365 hari.

Mengapa ada tahun kabisat?

Tahun kabisat diperkenalkan untuk memperbaiki ketidaksesuaian antara kalender dan peredaran Bumi mengelilingi Matahari.

Tanpa penambahan hari ini, kalender tidak akan sinkron dengan musim, menyebabkan pergeseran dalam penanggalan yang berdampak pada kegiatan mulai dari pertanian hingga keagamaan.

Penetapan tahun kabisat bermula dari kalender Julian yang diperkenalkan oleh Julius Caesar pada tahun 45 SM.

Dengan sistem ini, setiap tahun keempat ditetapkan sebagai kabisat. Namun, beberapa kesalahan dalam perhitungan menyebabkan penerapan sistem ini harus disesuaikan lebih lanjut.

Akhirnya, di tahun 1582, Paus Gregorius XIII memperkenalkan kalender Gregorian yang lebih akurat dengan syarat-syarat tertentu. Sejak saat itu, sistem ini digunakan secara luas di seluruh dunia hingga saat ini.

Sementara syarat utama untuk suatu tahun menjadi tahun kabisat sesuai dengan kalender Gregorian adalah:

  1. Tahun harus dapat dibagi empat.

  2. Jika tahun tersebut habis dibagi 100, maka tahun tersebut tidak kabisat, kecuali tahun tersebut habis dibagi 400.

Contoh: Tahun 2000 dan 2400 adalah tahun kabisat, tetapi tahun 1900 bukan merupakan tahun kabisat.

Libur dan cuti bersama di 2025

Sebanyak 365 hari pada tahun 2025 ini akan diisi oleh sejumlah hari libur dan cuti bersama sebagai berikut:

1. Hari libur nasional 2025

Di tahun 2025, terdapat beberapa hari libur nasional yang diperingati, antara lain:

  • 1 Januari: Tahun Baru 2025 Masehi,

  • 27 Januari: Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw.,

  • 29 Januari: Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili,

  • 29 Maret: Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947),

  • 31 Maret - 1 April: Idulfitri 1446 Hijriah,

  • 18 April: Wafat Yesus Kristus,

  • 20 April: Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah),

  • 1 Mei: Hari Buruh Internasional,

  • 12 Mei: Hari Raya Waisak 2569 BE,

  • 29 Mei: Kenaikan Yesus Kristus,

  • 1 Juni: Hari Lahir Pancasila,

  • 6 Juni: Iduladha 1446 Hijriah,

  • 27 Juni: 1 Muharam Tahun Baru Islam 1447 Hijriah,

  • 17 Agustus: Proklamasi Kemerdekaan,

  • 5 September: Maulid Nabi Muhammad Saw.,

  • 25 Desember: Kelahiran Yesus Kristus.

2. Cuti bersama yang harus diingat

Untuk cuti bersama di tahun 2025, beberapa tanggal yang ditetapkan meliputi:

  • 28 Januari: Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili,

  • 28 Maret: Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947),

  • 2, 3, 4, dan 7 April: Idulfitri 1446 Hijriah,

  • 13 Mei: Hari Raya Waisak 2569 BE,

  • 30 Mei: Kenaikan Yesus Kristus,

  • 9 Juni: Iduladha 1446 Hijriah,

  • 26 Desember: Kelahiran Yesus Kristus.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement