Pendidikan adalah investasi besar, tapi biaya kuliah yang terus meningkat sering kali menjadi penghalang. Untuk mengatasi ini, banyak negara menerapkan sistem student loan (pinjaman pendidikan) yang membantu mahasiswa membiayai kuliah mereka.
Meski terlihat sederhana, setiap negara punya pendekatan berbeda dalam sistem student loan-nya.
Yuk, kita bahas daftar negara yang menerapkan student loan dan bagaimana cara kerjanya!
1. Amerika Serikat
Di Amerika Serikat, student loan adalah hal yang sangat umum. Hampir semua mahasiswa di perguruan tinggi memanfaatkan program ini karena biaya kuliah yang sangat mahal, terutama di universitas swasta.
Nantinya mahasiswa mulai membayar pinjaman setelah lulus dan mulai bekerja. Namun, masalah utang mahasiswa menjadi isu besar di AS karena bunga yang tinggi dan sulitnya melunasi utang.
2. Inggris
Inggris memiliki sistem student loan yang lebih terorganisir melalui Student Loans Company (SLC). Pinjaman pendidikan mencakup biaya kuliah (tuition fees) dan biaya hidup (maintenance loans). Pemerintah memberikan pinjaman ini dengan bunga yang relatif rendah.
Pembayaran dimulai setelah mahasiswa mencapai penghasilan tertentu (sekitar 27,295 Euro per tahun pada 2024). Jika dalam 30 tahun utang belum lunas, sisanya akan dihapuskan.
3. Australia
Australia memiliki sistem student loan yang dikenal sebagai Higher Education Loan Program (HELP). Program ini mencakup biaya kuliah untuk mahasiswa domestik di universitas.
Tidak ada pembayaran di muka, dan bunga yang dikenakan sangat rendah, hanya disesuaikan dengan inflasi.
Pembayaran dimulai setelah penghasilan lulusan mencapai ambang batas tertentu (sekitar AUD 51,550 per tahun pada 2024). Jumlah yang harus dibayar disesuaikan dengan penghasilan mereka.
4. Kanada
Kanada menawarkan berbagai program student loan, baik dari pemerintah federal maupun provinsi.
Canadian Student Loans Program (CSLP) membantu mahasiswa membayar biaya kuliah dan biaya hidup. Ada juga pinjaman provinsi seperti OSAP (Ontario Student Assistance Program).
Pengembalian dimulai enam bulan setelah lulus, dengan bunga tetap atau variabel yang rendah. Pemerintah juga memberikan opsi grants (hibah) bagi mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah.
5. Swedia
Swedia memiliki sistem pendidikan yang hampir gratis, tetapi mereka juga menyediakan student loan untuk menutupi biaya hidup.
Pinjaman diberikan oleh CSN (Centrala Studiestödsnämnden). Mahasiswa bisa meminjam hingga jumlah tertentu per bulan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari.
Nantinya lulusan mulai membayar kembali setelah bekerja, dengan jangka waktu pembayaran yang fleksibel hingga 25 tahun.
6. Jerman
Meskipun pendidikan tinggi di Jerman sebagian besar gratis, pemerintah menyediakan pinjaman bagi mahasiswa yang membutuhkan biaya hidup tambahan.
Program seperti BAfoG memberikan hibah atau pinjaman dengan bunga rendah. Separuh dana biasanya diberikan sebagai hibah yang tidak perlu dikembalikan.
Pengembalian dimulai setelah penghasilan lulusan mencapai ambang batas tertentu, dengan jumlah cicilan yang sangat terjangkau.
7. Jepang
Di Jepang, student loan dikelola oleh organisasi pemerintah bernama Japan Student Services Organization (JASSO). Ada dua jenis pinjaman: pinjaman tanpa bunga, pinjaman dengan bunga rendah (maksimal 3%).
Mahasiswa mulai membayar kembali setelah lulus, dengan jadwal cicilan yang disesuaikan dengan penghasilan mereka.
8. Korea Selatan
Pemerintah Korea Selatan menawarkan pinjaman pendidikan melalui Korea Student Aid Foundation (KOSAF). Pinjaman mencakup biaya kuliah dan biaya hidup. Mahasiswa juga bisa memilih skema income-contingent repayment (ICR).
Pembayaran dilakukan setelah lulusan mencapai penghasilan tertentu, mirip dengan sistem di Inggris dan Australia.
9. Norwegia
Norwegia memiliki sistem pendidikan tinggi yang gratis, tetapi mahasiswa tetap dapat mengajukan pinjaman untuk biaya hidup melalui Lanekassen.
Pinjaman pendidikan dengan bunga rendah tersedia untuk mahasiswa. Sebagian dari pinjaman dapat diubah menjadi hibah jika mahasiswa lulus tepat waktu.
Pengembalian dimulai dua tahun setelah lulus, dengan bunga yang sangat rendah dan waktu pembayaran yang fleksibel.
Kesimpulan
Setiap daftar negara yang menerapkan student loan diatas punya pendekatan berbeda terhadap student loan, tergantung pada biaya pendidikan dan kebijakan pemerintah.
Negara seperti Swedia dan Norwegia lebih fokus pada pinjaman untuk biaya hidup karena pendidikan hampir gratis. Di sisi lain, negara seperti AS mengandalkan pinjaman untuk menutupi biaya kuliah yang tinggi.
