Advertisement

9 Makanan Penyebab Penyakit Jantung yang Sebaiknya Dihindari

15 February 2025 08:33 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi makanan yang bisa picu penyakit jantung. (Foto: Freepik) .

Penulis: Rizal Amril

Editor: Rizal Amril

Kesehatan bermula dari makanan. Tak terkecuali untuk jantung, ada sejumlah makanan yang sebaiknya dihindari karena bisa jadi pemicu penyakit kardiovaskular.

Pola makan merupakan salah satu aspek paling penting dalam menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

Melalui pola makan dengan gizi yang seimbang kita dapat mencegah berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung atau kardiovaskular.

Sejumlah gizi pada makanan tertentu ternyata punya dampak buruk terhadap kesehatan jantung yang vital untuk manusia.

Gizi-gizi tertentu seperti gula dan kolesterol dapat menyebabkan kerja jantung terhambat dan karenanya perlu dihindari. Lantas, apa saja makanan itu?

1. Makanan manis tinggi gula

Gula juga memiliki dampak negatif terhadap kesehatan jantung. Kadar gula yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan resistensi insulin dan obesitas, keduanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Makanan manis seperti kue, permen, dan minuman manis harus diminimalisir untuk mencegah peningkatan berat badan yang berkontribusi terhadap masalah kardiovaskular.

Sangat disarankan untuk mengganti makanan tinggi gula dengan buah-buahan segar dan sayuran, karena kaya akan serat dan nutrisi penting tanpa menambah banyak kalori.

2. Makanan tinggi garam

Konsumsi garam yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, yang juga merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

Garam yang terkandung dalam makanan olahan dan kemasan cenderung tinggi, sehingga harus diperhatikan dengan saksama.

Penumpukan garam dalam tubuh dapat menyebabkan retensi cairan, memicu kerja jantung yang lebih keras daripada biasanya.

Sebagai pengganti makanan tinggi garam, individu dapat memilih rempah-rempah untuk menambah rasa pada masakan.

3. Daging merah dan olahan

Daging merah dikenal mengandung lemak jenuh tinggi, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

Kelebihan kolesterol jahat dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, penting untuk membatasi asupan daging merah, terutama yang berlemak.

Sementara itu, daging olahan, seperti sosis, sering mengandung garam dan bahan pengawet yang dapat memicu masalah jantung. Penggunaan pengawet dalam daging olahan juga dapat menyebabkan dampak kesehatan negatif, karena proses pengolahannya yang mengurangi kualitas nutrisinya.

Sebagai alternatif, pilihlah daging dengan potongan tanpa lemak dan menghindari daging olahan. Daging unggas seperti ayam tanpa kulit dan ikan dapat menjadi alternatif sehat yang kaya akan protein dan rendah lemak jenuh.

4. Makanan cepat saji dan santan

Makanan cepat saji umumnya mengandung lemak trans yang tinggi, yang tidak hanya menaikkan kolesterol LDL, tetapi juga menurunkan kolesterol baik (HDL). Konsumsi makanan cepat saji secara rutin dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit jantung secara keseluruhan.

Sementara itu, santan (meskipun merupakan bahan yang banyak digunakan dalam kuliner Indonesia) mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Mengonsumsi santan secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit jantung.

Sebagai alternatif, susu rendah lemak atau yogurt sebagai pengganti santan dapat diterapkan.

5. Makanan dengan mentega

Mentega mengandung lemak jenuh yang tinggi dan dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh.

Konsumsi yang berlebihan dapat membuat individu lebih rentan terhadap penyakit jantung, terutama jika tidak diimbangi dengan pola makan yang sehat.

Sebagai gantinya, memasak dengan minyak zaitun daripada lemak jenuh atau mentega juga dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk kesehatan jantung.

6. Makanan yang dipanggang

Kue-kue panggang dan makanan olahan dari tepung seringkali mengandung jumlah gula dan lemak yang tinggi, yang berkontribusi terhadap masalah jantung.

Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi makanan yang dipanggang, terlebih makanan dengan bahan-bahan tidak sehat.

7. Mie instan

Mie instan biasanya tinggi natrium, yang dapat meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung.

Mengonsumsi mie instan secara berlebihan bukan hanya berdampak pada tekanan darah, tetapi juga dapat menyebabkan sindrom metabolik yang berhubungan dengan penyakit jantung.

Sebagai alternatif yang lebih sehat, individu dapat memilih camilan yang kaya serat seperti buah-buahan atau kacang-kacangan.

Memasak makanan segar lebih disarankan ketimbang memilih makanan instan dan manis, untuk memastikan asupan nutrisi yang lebih baik.

8. Biji-bijian olahan

Biji-bijian olahan seringkali kehilangan banyak serat dan nutrisi. Penggantian biji-bijian olahan seperti nasi putih dan roti putih dengan biji-bijian utuh dapat mengurangi risiko penyakit jantung sekaligus meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Oleh karenanya, konsumsilah biji-bijian utuh seperti quinoa, beras merah, dan oats.

9. Minuman bersoda dan alkohol

Minuman bersoda sering mengandung gula tambahan yang tinggi, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko diabetes serta penyakit jantung.

Serupa dengan soda, konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan memperburuk kesehatan jantung.

Terutama untuk individu dengan riwayat masalah jantung, sangat penting untuk mengontrol asupan alkohol agar tidak memperparah kondisi.

Sebagai alternatif, individu dapat mengganti soda dengan air mineral. Teh herbal atau air lemon juga menjadi pilihan yang lebih baik daripada minuman manis dan beralkohol.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement