Advertisement

9 Tradisi Kuliner Unik dari Berbagai Negara untuk Merayakan Tahun Baru

31 December 2024 13:42 WIB

thumbnail-article

Penulis: Kitin Aprilia

Editor: Kitin Aprilia

Perayaan tahun baru merupakan perayaan besar yang dirayakan di berbagai negara. Semua negara di dunia ini punya cara masing-masing untuk merayakannya. Semua orang merayakan dengan membawa harapan atas kebahagiaan, kesehatan, dan kemakmuran di masa depan.

Dalam sebuah perayaan, makanan sangatlah penting dalam sebuah perayaan. Makanan yang disajikan di dalam perayaan menjadi penyemarak perayaan.

Berikut adalah makanan khas dari beberapa negara yang digunakan untuk menyambut tahun baru.

Spanyol

Di Spanyol, menjelang tengah malam pada malam tahun baru, masyarakat memiliki tradisi khusus yang dinamakan "Las Doce Uvas de la Suerte". Tradisi ini melibatkan memakan dua belas butir anggur, satu untuk setiap lonceng jam yang berdentang. Tiap anggur melambangkan harapan akan keberuntungan untuk bulan-bulan yang akan datang. Anggur-anggur ini sering kali dijual dalam kemasan spesial, memberikan nuansa meriah pada perayaan tersebut.

Jepang

Jepang juga memiliki beberapa hidangan khas untuk merayakan tahun baru. Salah satu yang paling terkenal adalah Toshikoshi Soba, yaitu mi soba yang dimakan pada malam tahun baru. Makanan ini dianggap sebagai simbol umur panjang dan ketahanan. Selain itu, terdapat Osechi-Ryori yang terdiri dari beragam makanan lezat berwarna-warni. Hidangan ini disajikan dalam kotak bento yang cantik yang masing-masing makanan memiliki makna tersendiri yang menggambarkan harapan akan kemakmuran dan kebahagiaan di tahun baru.

Korea

Korean Selatan merayakan tahun baru dengan hidangan bernama Tteokguk, yaitu sup yang terbuat dari kue beras yang diiris tipis. Menurut kepercayaan, menyantap Tteokguk dapat mendatangkan keberuntungan dan melambangkan bertambahnya usia. Sup ini biasanya dinikmati oleh keluarga besar sebagai simbol persatuan dan harapan untuk tahun yang lebih baik.

Meksiko

Di Meksiko, tradisi makanan tahun baru dimulai dengan menyantap Tamale, sebuah hidangan tradisional yang terbuat dari adonan jagung berisi daging, keju, atau kacang, yang dibungkus dengan kulit jagung atau daun pisang. Selain itu, ada Rosca de Reyes, yaitu roti berbentuk cincin yang dihiasi buah manisan. Roti ini biasa disantap pada 6 Januari pada saat perayaan Hari Tiga Raja yang melambangkan kebersamaan dan rasa syukur.

Italia

Di Italia, malam tahun baru identik dengan menyajikan kacang lentil, yang melambangkan kekayaan dan kemakmuran, karena bentuknya yang menyerupai koin. Hidangan ini sering disajikan bersama zampone (kaki babi isi) atau cotechino (sosis babi berbumbu), tanda harapan untuk masa depan yang makmur dan sejahtera. Tradisi ini mencerminkan harapan akan kelimpahan di tahun yang akan datang.

Amerika Serikat

Hoppin’ John adalah hidangan khas yang tidak boleh terlewatkan di bagian selatan Amerika Serikat pada malam tahun baru. Hidangan ini terbuat dari kacang polong hitam, nasi, dan daging babi. Kacang polong hitam melambangkan koin, sementara sayuran hijau melambangkan uang. Tradisi ini menggambarkan harapan akan keberuntungan finansial di tahun baru.

Persia

Perayaan tahun baru di Persia, yang dikenal dengan Nowruz, diwarnai dengan hidangan Sabzi Polo Mahi, yaitu nasi yang dimasak dengan rempah-rempah dan ikan. Rempah-rempah hijau melambangkan pembaruan, sedangkan ikan menjadi simbol kehidupan dan kelimpahan. Hidangan ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga mengandung makna yang dalam tentang harapan dan peremajaan.

Denmark

Di Denmark, Kransekage menjadi hidangan penutup yang populer pada malam tahun baru. Kue ini terbuat dari marzipan dan disusun dalam bentuk kerucut dengan menggunakan cincin. Hiasan gula, cokelat, dan almond menambah keindahan kue ini. Kransekage melambangkan kelimpahan dan menandai kebahagiaan serta kesuksesan finansial di tahun yang baru.

Cina

Pangsit merupakan makanan wajib dalam perayaan tahun baru di Cina. Bentuk pangsit yang menyerupai bulan sabit dianggap melambangkan kekayaan dan kemakmuran. Keluarga biasanya berkumpul untuk membuat pangsit bersama-sama, menjadikannya tidak hanya sebagai hidangan lezat, tetapi juga sebagai tradisi yang mempererat ikatan keluarga. Tradisi ini menggambarkan kebersamaan dan harapan untuk masa depan yang penuh berkah.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement