Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merilis daftar 24 perusahaan yang terkontaminasi radioaktif di Kawasan Industri Modern Cikande (MCIE), Serang, Banten.
Dirjen ILMATE Kemenperin, Setia Diarta, mengatakan perusahaan yang terdampak berasal dari berbagai sektor mulai dari peleburan logam, pengelolaan limbah B3, hingga industri makanan.
"Hasil pemeriksaan dan pemetaan yang sudah dilakukan di kawasan industri ini diidentifikasi ada 15 industri peleburan logam yang memiliki paparan radiasi Cs-137 dan non Cs-137 dengan laju dosis sebesar 0,18 sampai dengan 700 mikrosievert per jam," ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta Pusat, Senin, 10 November 2025.
Dalam kesempatan tersebut Setia juga menjelaskan dari hasil pemeriksaan, terdapat 15 industri peleburan logam yang memiliki paparan radiasi Cesium-137 dan non Cesium-137 dengan laju dosis sebesar 0,18 sampai dengan 700 mikroSievert/jam.
Selanjutnya, terdapat tiga industri pengelolaan limbah B3 yang memiliki paparan radiasi Cesium-137 dan non Cesium-137 dengan laju dosis sebesar 0,24 sampai dengan 0,4 mikroSievert/jam.
Terdapat pula tiga industri makanan yang memiliki paparan radiasi Cesium-137 dengan laju dosis sebesar 1,6 sampai dengan152 mikroSievert/jam, serta enam lokasi timbunan yang memiliki paparan radiasi Cesium-137 dengan laju dosis sebesar 11 sampai 10.000 mikroSievert/jam.
Penyebab Paparan Radioaktif
Deteksi awal paparan berawal dari laporan yang disampaikan oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat. Pada awal Agustus 2025, FDA menemukan kandungan zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada produk makanan. Khususnya udang beku yang diekspor dari Indonesia, lebih tepatnya dari PT Bahari Makmur Sejati.
Temuan ini menjadi sorotan internasional ketika produk udang tersebut terdeteksi di pelabuhan-pelabuhan utama di Amerika Serikat, seperti Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa keberadaan Cs-137 berpotensi membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. Meskipun hanya dalam jumlah kecil, paparan jangka panjang terhadap radiasi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk risiko kanker.
Maka dari itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) langsung bergerak cepat untuk menyelidiki dan menangani insiden ini.
Paparan radioaktif tidak hanya menjadi masalah kesehatan, tetapi juga berdampak pada reputasi industri dan perekonomian lokal. Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, memperketat pengawasan terhadap produk makanan dan barang-barang dari Indonesia, yang dapat memengaruhi ekspor dan industri terkait.
Daftar Perusahaan Terkontaminasi
Pemeriksaan yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian dan Bapeten mengidentifikasi setidaknya 24 perusahaan yang terkontaminasi oleh radiasi Cs-137. Perusahaan-perusahaan ini tersebar di berbagai sektor, termasuk makanan, pengelolaan limbah, dan peleburan logam. Beberapa di antaranya adalah:
-
PT Bahari Makmur Sejati
-
PT Nikomas Gemilang
-
PT Citra Baru Steel
-
PT Valero Metals Jaya
-
PT Universal Eco Pacific
-
PT Sinta Baja Jaya
-
PT Crown Steel
-
PT Sentosa Harmony Steel d/h PT Hwa Hok Steel
-
PT Vita Prodana Mandiri
-
PT Kanemory/Food Service
-
PT Charoen Pokphand Indonesia
-
PT Peter Metal Technology
-
PT Growth Nusantara Industry
-
PT Asa Bintang Pratama
-
PT Cahaya Logam Cipta Murni
-
PT Ediral Tritunggal Perkasa
-
PT Ever Loyal Copper
-
PT Hightech Grand Indonesia
-
PT Jongka Indonesia
-
PT Kabatama Raya
-
PT New Asia Pacific Copper Indonesia
-
PT O.M. Indonesia
-
PT Zhongtian Metal Indonesia
-
PT Luckione Environtment Science Indonesia
Sebagai informasi PT Nikomas Gemilang merupakan produsen sepatu merek Nike, Adidas, dan Puma.
Namun, meski begitu, Setia menegaskan dari 24 perusahaan, 22 perusahaan sudah selesai didekontaminasi. "Tim satgas telah selesai melakukan proses dekontaminasi pada 22 fasilitas produksi yang sebelumnya ditemukan adanya kontaminasi radiasi Cs-137," Ucap Setia.
Sementara untuk 12 titik kontaminasi di luar kawasan, sebanyak tujuh lokasi sedang dilakukan proses dekontaminasi dan lima lainnya akan dilakukan segel teknis melalui pengecoran atau penyemenan sesuai rekomendasi Bapeten.
