Advertisement

Andovi da Lopez: Trust the Process, Give Your Action

31 October 2025 17:36 WIB

thumbnail-article

Andovi da Lopez: Trust the Process, Give Your Action Sumber: Narasi.

Penulis: Fatimah. M

Editor: Fatimah. M

Sorotan lampu panggung menembus kerumunan mahasiswa di Bogor sore itu. Di tengah sorak dan tawa, Andovi da Lopez berdiri dengan gaya khasnya yang santai, jenaka, tapi sarat makna. 

Tidak hanya tampil menghibur, ia datang membawa cerita tentang proses panjang di balik setiap karya, tentang keberanian untuk gagal, dan tentang bagaimana “passion” hanya bisa hidup jika terus dijalankan dalam aksi nyata.

“Gue mau ngomong soal proses dan apa yang harus terjadi sehingga gue sama Ka Jo bisa sampai di titik ini,” ujarnya membuka, disambut tepuk tangan riuh dari para peserta Generasi Campus Roadshow 2025.

Di dalam sesi Creativity on Stage, Andovi tidak hanya berbicara sebagai kreator digital dengan ratusan karya, tapi juga sebagai seseorang yang telah lebih dari satu dekade belajar mempercayai proses yaitu satu langkah kecil demi langkah lain, menuju apa yang ia sebut sebagai passion in action.

Dari Mimpi Michael Jordan ke 300 Video di YouTube

Andovi sempat bercita-cita jadi pemain basket. Ia bercerita sambil tertawa, “Gue lahir 6 Januari 1994, lahir sebagai the next Michael Jordan.” 

Namun, kenyataan berkata lain. “Mimpinya nggak masuk,” ujarnya sambil tersenyum. Tapi dari mimpi yang tak kesampaian itu, muncul satu hal yang justru bertahan yaitu dorongan untuk tampil dan berkarya.

Hasrat untuk mengekspresikan diri itulah yang kemudian membawanya ke dunia digital. Tepat pada 24 Juli 2011, Andovi mengunggah video pertamanya di YouTube. Saat itu belum banyak yang tahu apa yang akan datang berikutnya, perjalanan panjang yang kelak membentuk salah satu kanal kreatif paling dikenal di Indonesia yaitu skinnyindonesian24.

Selama lebih dari satu dekade, Andovi dan Kajo telah membuat lebih dari 300 video. Tapi seperti yang ia bilang di atas panggung, tidak semua orang tahu proses di balik layar itu.

“Mungkin kalian nggak tahu kalau gue sama Ka Jo udah bikin lebih dari 300 video,” ujarnya.

“Pressure gue untuk tetap perform dan berkarya itu selalu hidup.”

Dari video-video yang viral seperti seperti beberapa karya mereka di SkinnyIndonesian24, Andovi tahu betul bahwa di balik setiap karya yang terlihat ringan, ada ratusan jam eksperimen, ide yang gagal, dan keberanian untuk mulai lagi.

Purpose, Konsistensi, dan Kepasrahan

Lebih dari satu dekade berkarya di internet, Andovi da Lopez akhirnya menemukan satu benang merah dari semua fase naik-turunnya perjalanan kreatifnya yaitu punya tujuan yang jelas, konsistensi dalam proses, dan kepasrahan pada hasil.

“Gue belajar bahwa ada benang merahnya, yaitu tujuan yang jelas, konsistensi, dan semua berasal dari kepasrahan,” katanya di atas panggung dengan nada yang tenang, tapi penuh keyakinan.

“Gue tetap yakin prosesnya nggak akan mengkhianati hasilnya.”

Bagi Andovi, kepasrahan bukan berarti menyerah. Ia justru melihatnya sebagai bentuk penerimaan bahwa setiap usaha punya waktu dan jalannya sendiri. Setelah bertahun-tahun menghadapi komentar negatif, perubahan algoritma, hingga tekanan untuk terus relevan, ia belajar bahwa hasil besar hanya datang dari proses yang dijalani dengan sabar.

Di era digital yang serba instan, di mana banyak orang ingin viral dalam semalam, pesan Andovi terasa seperti napas segar. Ia mengingatkan generasi muda untuk jangan tidak melewati fase jatuh-bangun yang justru membentuk karakter seorang kreator. Karena, seperti yang ia tekankan berulang kali, “prosesnya nggak akan mengkhianati hasilnya.”

Risiko, Passion, dan Trust the Process

Di tengah perjalanan panjangnya sebagai kreator, Andovi da Lopez sempat berada di persimpangan. Setelah bertahun-tahun dikenal lewat konten YouTube bersama sang kakak, Jovial da Lopez, ia memilih untuk mengambil risiko dengan menutup bab lama dan memulai sesuatu yang benar-benar baru.

Bagi sebagian orang, keputusan itu mungkin terdengar nekat. Tapi bagi Andovi, itulah bentuk keberanian untuk kembali pada passion sejatinya yaitu performing dan berkarya. 

Ia mencoba hal-hal baru, mulai dari musik, film, hingga proyek kreatif yang lebih personal. Semua berangkat dari keyakinan yang sama bahwa “Gue harus trust the process, gue harus give my action… and that is my passion in action.”

Langkah itu bukan tanpa keraguan. Ia sempat bertanya pada dirinya sendiri, “Kalau gagal, gimana?” Tapi kemudian ia belajar untuk tidak terlalu takut. Karena setiap risiko selalu membuka ruang baru untuk tumbuh. 

“Kadang kita nggak tahu apa hasilnya, tapi kalau itu datang dari passion, setidaknya kita nggak nyesel udah nyoba,” ujarnya dalam gaya khasnya yang lugas.

Di balik candanya di atas panggung, ada pesan serius yang dalam bahwa passion bukan hanya tentang bakat, tapi tentang keberanian untuk tetap melangkah meski hasilnya belum jelas. Karena pada akhirnya, yang membedakan antara mereka yang bertahan dan yang berhenti, adalah seberapa jauh seseorang percaya pada prosesnya sendiri.

Generasi Campus Roadshow 2025

Generasi Campus Roadshow 2025 di Bogor menjadi kota ketiga dalam rangkaian perjalanan inspiratif ini, sebelum berlanjut ke Makassar. Program kolaborasi antara Grab Indonesia dan Narasi ini kembali hadir dengan semangat baru, mengajak mahasiswa di berbagai kota untuk menemukan potensi terbaiknya.

Pesan itu sejalan dengan semangat yang disampaikan Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia, lewat tema Passion in Action: Ignite Limitless Potential.

“Bogor antusiasnya luar biasa. Anak-anak IPB inovasinya keren-keren banget,” ujarnya.

“Generasi Campus tahun lalu 15 ribu mahasiswa. Tahun ini menghadiri 6 kota dan akan dihadiri lebih dari 20 ribu mahasiswa.”

“Dengan Tema Passion in Action: Ignite Limitless Potential, kita ingin mengajak adik-adik sekalian untuk menemukan passion terbaiknya,” lanjutnya.

“Dan saya sangat percaya bahwa each and everyone of you has that spark, that potential as well as the passion. Dan kadangkala kita hanya membutuhkan suatu ruang untuk lebih mendapat kesempatan dalam mencoba dan juga untuk mendapatkan kepercayaan diri sendiri.”

Kata-kata itu terasa menyatu dengan pesan Andovi bahwa setiap individu punya percikan yang bisa tumbuh jadi api besar kalau diberi ruang dan keberanian. Selama ada tujuan, konsistensi, dan kepasrahan dalam proses, setiap langkah kecil bisa jadi bentuk nyata dari passion in action.

Dahlia Citra, Chief of Networking Narasi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ruang berbagi inspirasi, melainkan wadah bagi generasi muda untuk tumbuh bersama.

“Kami berharap peserta Generasi Campus 2025 bisa merasa lebih yakin untuk mulai mencoba, apapun passion mereka. Tergerak untuk mengambil langkah dan memahami susah senangnya berproses,” ungkapnya.

Setelah sukses menjangkau lebih dari 15 ribu mahasiswa di empat kota tahun lalu (Yogyakarta, Malang, Jakarta, dan Bandung) tahun ini Generasi Campus Roadshow hadir dengan skala lebih besar. Acara ini digelar di enam kota dengan target menjangkau lebih dari 20 ribu mahasiswa. Kota-kota tersebut adalah Surabaya (Universitas Airlangga, 26 Agustus), Surakarta (Universitas Sebelas Maret, 7 Oktober), Bogor (IPB University, 22 Oktober), Makassar (Universitas Hasanuddin, 4 November), Medan (Universitas Sumatera Utara, 19 November), dan Bandung (Institut Teknologi Bandung, 9 Desember).

Generasi Campus Roadshow 2025 tidak hanya menjadi ajang inspirasi, tetapi juga wadah aksi nyata bagi Gen Z untuk mulai bergerak dan membuktikan bahwa passion bukan sekadar minat. Dari menghidupi passion, passion bisa menghidupi bahkan memberi makna dan menciptakan dampak. Informasi lebih lanjut mengenai Generasi Campus dapat dilihat di Instagram @GrabID dan @narasi.tv

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement