Advertisement

Anggaran Latsarmil Manajer Kopdes Capai Rp 30 Juta/Orang

29 June 2026 23:20 WIB

thumbnail-article

Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta Sumber: ANTARA.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Ditengah polemik latihan dasar kemiliteran (latsarmil) calon manajer Koperasi Merah Putih yang terus berlanjut meski sudah ada lima peserta meninggal, kini muncul isu mengenai anggaran biaya latsarmil calon manajer Kopdes Merah Putih mencapai Rp 30 juta per orang.

Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI-P Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanuddin dalam siaran persnya, Senin, 29 Juni 2026.

"Sekitar Rp 30 juta digunakan untuk pelaksanaan latihan militer, sedangkan Rp 15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi," ujar TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin juga membeberkan skema pelatihan selama 45 hari yang terdiri atas 30 hari latihan militer dan 15 hari pembelajaran substansi koperasi, porsi terbesar anggaran justru terserap untuk kegiatan kemiliteran.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar anggaran, yaitu sebesar Rp30 juta, digunakan untuk biaya pelaksanaan latihan militer. Sementara itu, hanya Rp15 juta yang digunakan untuk pembelajaran terkait substansi koperasi.

"Berdasarkan kriteria pelatihan, untuk tujuh hari menghabiskan Rp 5 juta per peserta. Maka total kebutuhan anggaran selama 45 hari mencapai sekitar Rp 45 juta per orang. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 30 juta digunakan untuk pelaksanaan latihan militer, sedangkan Rp 15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi. Artinya, apabila latihan militer dihilangkan, negara dapat menghemat sekitar Rp 30 juta atau sekitar dua per tiga dari total biaya pelatihan setiap peserta," terang TB Hasanuddin.

Politisi PDI-P itu menegaskan bahwa pelatihan Latsarmil bukan prioritas, karena tugas utama manajer Kopdes adalah mengelola dan mengembangkan organisasi koperasi secara profesional.

Oleh karena itu, materi pelatihan seharusnya disusun untuk memperkuat kemampuan manajerial yang meliputi pengelolaan bisnis, tata kelola keuangan, pemasaran, serta pemberdayaan masyarakat.

"Kita membutuhkan manajer koperasi yang memiliki kemampuan mengelola bisnis, memahami tata kelola keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pelatihan harus benar-benar relevan dengan kebutuhan pekerjaan mereka," katanya.

Kemenhan Ungkap Alasan Latsarmil Untuk Calon Manager Kopdes

Dalam kesempatan berbeda Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjelaskan alasan para calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) perlu mengikuti latihan dasar militer (latsarmil).

Menurut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, latsarmil diberlakukan agar para calon manajer memiliki jiwa disiplin yang tinggi dan kuat bekerja di bawah tekanan.

"Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, tanggung jawab, profesionalisme, kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat," kata Ketut saat jumpa pers di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Sabtu.

Selain dengan jiwa kepemimpinan dan profesionalisme yang kuat, koperasi yang mereka pimpin diharapkan menjadi salah satu faktor penentu kuatnya perekonomian rakyat di pedesaan.

"Ekonomi rakyat yang kuat merupakan bagian dari ketahanan nasional. Karena itu, pembentukan calon pengelola koperasi yang berkarakter, berintegritas, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan menjadi bagian penting," terangnya.

Sebelumnya diketahui telah terjadi lima kasus kematian peserta dalam sepuluh hari pertama pelaksanaan program latsarmil. Mereka adalah Nola Dya Sari, Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, dan terakhir Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.

Dari kasus ini, kita semua berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain pelatihan agar lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement