Mengenal Girl Math yang Viral di TikTok, Logika Pembenaran Atas Perilaku Belanja Berlebihan

14 Oktober 2023 13:10 WIB

Narasi TV

Ilustrasi girl math. (Sumber: Pexels/Borko Manigoda)

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rizal Amril

Girl math atau “matematika perempuan” adalah tren membenarkan kebiasaan belanja para perempuan. Lebih dari itu, istilah ini sebenarnya mematahkan stereotipe bahwa perempuan tidak pandai mengelola uang karena tidak pandai matematika.

Girl math sebenarnya merupakan lelucon yang berkembang di TikTok mengenai “logika para perempuan” ketika berbelanja. Meskipun terdengar seksi dan konyol, namun perlu diingat bahwa ini muncul hanya sebagai sebuah lelucon belaka.

Apa yang termasuk dalam girl math, misalnya, adalah menentukan waktu yang dihabiskan untuk berkeramas sehingga bisa dimasukkan dalam rencana akhir pekan, membeli barang dengan jumlah tertentu agar mendapatkan gratis ongkos kirim, atau menggunakan baju mahal yang bagus dalam beberapa kesempatan agar tidak merasa membuang uang.

Secara umum, apa yang dimaksud dengan girl math adalah hal-hal yang menunjukkan bagaimana sebagian perempuan berpikir mengenai hal-hal seperti cara berbelanja atau bagaimana menanggapi diskon.

Dan, tentu saja, pola-pola berbelanja tersebut dekat dengan keseharian perempuan dan “tidak terpikirkan oleh laki-laki”.

Secara psikologis, logika tersebut akan membuat otak kita berpikir bahwa nilai belanja yang rendah atau murah akan terasa aman.

Meski dianggap mematahkan stereotipe, namun girl math ini juga termasuk jebakan pengeluaran. Perempuan menjadi tidak bijak dalam menggunakan uangnya untuk berbelanja. Apalagi dengan penawaran seperti gratis ongkos kirim (ongkir), diskon, dan lain sebagainya.

Bentuk jebakan pengeluaran

Girl math sejatinya menawarkan logika yang lemah. Logika ini secara tidak langsung mengajak perempuan untuk menormalisasi gaya hidup konsumtif dan boros. 

Berikut alasan mengapa girl math disebut jebakan pengeluaran:

1. Tak masalah mengeluarkan biaya mahal untuk digunakan berkali-kali

Logika girl math ketika melihat gaun seharga Rp800.000, maka ia tidak akan menganggapnya mahal. 

Ia berpikir bisa menggunakan gaun tersebut setidaknya sebanyak 16 kali dalam satu tahun dengan membayar Rp50.000 setiap pemakaian.

Harga tersebut tak menjadi masalah karena sebanding dengan pengeluaran makan selama satu hari. Padahal, kamu bisa membeli gaun sejenis dengan harga yang lebih murah.

2. Pengeluaran minimal belum tentu bisa membeli barang mahal

Menurut girl math, tak masalah membeli perhiasan seharga satu juta rupiah. Jika ia mengenakannya setiap hari selama tiga tahun ke depan, maka ia hanya perlu membayar Rp913 per hari.

Dengan harga yang minimal, bukan berarti kamu mampu membeli barang tersebut. Apalagi jika gajimu terlalu mepet, atau kamu harus mengajukan hutang sebelum membelinya.

3. Manfaat barang baru dirasakan jika sudah dimiliki

Girl math juga beranggapan bisa merasakan manfaat dari suatu barang jika sudah dimiliki. 

Kamu membenarkan membeli barang dengan harga relatif mahal untuk digunakan berkali-kali. Namun, kamu menyingkirkan pemikiran bahwa sebenarnya kamu tidak terlalu membutuhkan barang tersebut.

Tak masalah jika kamu ingin membeli suatu barang dengan harga yang mahal. Satu hal yang perlu diingat adalah kamu harus siap dengan apa yang dihadapi berikutnya. 

Girl math hanya membuat perempuan tidak merasa bersalah ketika membeli sesuatu.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR