Advertisement

Pengertian PPDS, Tugas, dan Masa Studinya

29 August 2024 16:09 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi - Seorang dokter spesialis telinga hidung tenggorok (THT) memeriksa kesehatan telinga pasien anak dalam acara Pencanangan Provinsi Kalimantan Barat Telinga Sehat di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (4/8/2024). Sumber: ANTARA. .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Margareth Ratih. F

Sebelum menjadi spesialis, seorang dokter harus melalui tahapan pendidikan yang panjang dan kompleks, salah satunya yakni PPDS. 

Tahapan PPDS ditempuh setelah dokter mendapatkan gelar profesi. Saat menjalani PPDS, dokter tak hanya belajar keahlian spesifik di bidang kesehatan tertentu, melainkan juga berlatih kemampuan penelitian dan pengembangan ilmu. 

Lantas, apa pengertian PPDS? Apa saja tugas-tugas dokter PPDS, berapa lama masa studi yang harus ditempuh, dan berapa gajinya?

Apa itu PPDS?

Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS program pendidikan tahap lanjut bagi dokter untuk menjadi seorang spesialis. 

Program PPDS dapat ditempuh oleh dokter yang telah mengantongi gelar Sarjana Kedokteran (S. Ked.) dan meraih gelar profesi dokter (dr).

Namun, sebelum mengambil PPDS, seorang dokter harus menempuh tahapan sebagai asisten dosen (koas) atau dokter muda untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi Dokter (SKD). 

Kemudian, barulah dokter dapat mengikuti pendidikan PPDS untuk menjadi dokter spesialis di bidang kesehatan tertentu. 

PPDS dilakukan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan fakultas kedokteran di universitas negeri. 

Dokter yang mengikuti program PPDS disebut residen, dan mereka akan bekerja sambil menjalani pelatihan intensif di bidang spesialisasi yang dipilih. 

Setelah menyelesaikan PPDS, dokter akan mendapatkan gelar spesialis, misalnya spesialis mata (Sp.M), spesialis kandungan (SpOG), spesialis anak (Sp.A), dan sebagainya. 

Tugas dokter PPDS

Selama menjalani PPDS, dokter atau residen memiliki tiga tugas utama yakni bekerja di rumah sakit, merawat pasien, serta mempelajari kondisi medis.

  • Bekerja di rumah sakit

Sebagai pekerja di rumah sakit, dokter residen akan ditugaskan di berbagai departemen mulai dari unit perawatan intensif, ruang operasi, hingga ruang gawat darurat. 

  • Belajar kondisi medis

Sembari merawat pasien, dokter residen akan belajar mendiagnosis pasien, melakukan prosedur medis, mencatat riwayat medis, hingga mengunjungi pasien dan keluarganya. Dalam melakukan tugas ini, dokter diawasi oleh residen senior atau dokter pengawas. 

  • Merawat pasien

Selama menjalani PPDS di rumah sakit, dokter residen turut memberikan perawatan langsung kepada pasien meliputi pemeriksaan kondisi, pengobatan, hingga evaluasi kesehatan pasien. 

Masa studi PPDS

Masa studi dokter residen bervariasi tergantung jenis spesialisasi yang dipilihnya. Namun, durasi PPDS umumnya berkisar antara 5 semester (2,5 tahun) hingga 10 semester (5 tahun). 

Setelah menyelesaikan PPDS, dokter masih harus mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mendapatkan sertifikat dan diakui sebagai dokter spesialis. 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement