Advertisement

Apa Itu Purin dan Mengapa Jadi Hal yang Perlu Diperhatikan Penderita Asam Urat

14 January 2025 22:56 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi asam urat yang kambuh karena kelebihan purin. (Foto: Freepik) .

Penulis: Rizal Amril

Editor: Rizal Amril

Purin adalah senyawa organik yang terkandung dalam makanan dan jadi salah satu faktor penyebab kambuhnya asam urat. Memahami purin adalah cara yang tepat untuk mencegah kambuhnya asam urat.

Keterkaitan antara senyawa purin dengan asam urat adalah ketika diproses oleh metabolisme tubuh.

Ketika purin dipecah oleh tubuh, tubuh memproduksi asam urat sebagai produk sampingan dari metabolisme purin.

Oleh karenanya, ketika konsumsi makanan tinggi purin meningkat, kadar asam urat dalam darah juga akan meningkat.

Masalah akan terjadi jika tubuh tidak dapat membuang kelebihan asam urat secara efisien, kadar asam urat tinggi ini dapat menyebabkan penyakit asam urat (gout) dan hiperurisemia.

Gout ditandai oleh nyeri sendi yang ekstrem, yang diakibatkan oleh penumpukan kristal asam urat di persendian.

Selain itu, hiperurisemia dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal dan masalah kardiovaskular.

Namun, terlepas dari dampak kelebihan purin bagi tubuh, apa sebenarnya senyawa yang dihindari para penderita asam urat ini?

Apa itu purin

Purin sebenarnya adalah senyawa organik yang terdiri dari atom karbon dan nitrogen.

Senyawa ini dapat ditemukan dalam semua makhluk hidup, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan.

Dalam tubuh manusia, purin terbagi menjadi dua jenis: purin endogen dan purin eksogen.

Purin endogen merupakan purin yang diproduksi oleh sel-sel tubuh sendiri, sedangkan purin eksogen berasal dari makanan yang dikonsumsi.

Sekitar dua pertiga purin yang ada dalam tubuh manusia adalah purin endogen, yang dihasilkan oleh metabolisme sel-sel tubuh.

Purin eksogen, di sisi lain, diperoleh dari asupan makanan. Setelah dikonsumsi, purin eksogen akan mengalami proses metabolisme di hati sebelum menjadi asam urat.

Saat purin dipecah dalam tubuh, produk akhir yang dihasilkan adalah asam urat. Sebagian besar asam urat, sekitar 90%, akan diserap kembali oleh tubuh, sementara sisanya dikeluarkan melalui urine dan feses.

Terkadang, jika jumlah purin yang dikonsumsi melebihi kemampuan tubuh untuk memprosesnya, ini dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat dalam darah.

Makanan tinggi kandungan purin

Bagi penderita asam urat, penting untuk menghindari makanan yang tinggi purin. Beberapa contoh makanan yang harus dihindari antara lain:

  • Daging merah, terutama jeroan seperti hati dan ginjal;

  • Makanan laut, seperti ikan teri, herring, dan scallop;

  • Minuman beralkohol, terutama bir;

  • Makanan manis yang mengandung sirup jagung fruktosa tinggi.

Selain itu, makanan manis dan alkohol juga berperan meningkatkan kadar asam urat.

Alkohol dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam membuang asam urat, sementara makanan manis dapat meningkatkan produksi asam urat di dalam tubuh.

Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi atau menghindari konsumsi makanan dan minuman ini.

Sebagai alternatif, penderita asam urat dianjurkan untuk memilih makanan dengan kandungan purin yang lebih rendah.

Makanan seperti sayuran segar, buah-buahan, dan biji-bijian umumnya lebih aman untuk dikonsumsi. Kacang-kacangan dan produk susu rendah lemak juga bisa menjadi pilihan yang baik untuk dikonsumsi.

Panduan diet untuk penderita asam urat

Bagi penderita asam urat, sangat disarankan untuk menjalankan diet sehat. Berikut panduan yang perlu diperhatikan ketika merancang diet:

1. Utamakan makanan rendah purin

Penderita asam urat disarankan untuk mengkonsumsi makanan dengan kandungan purin rendah, termasuk:

  • Susu, keju, dan yoghurt;

  • Telur;

  • Roti dan pasta;

  • Sayuran seperti mentimun, paprika, dan brokoli.

2. Pentingnya hidrasi dan pola makan nabati

Hidrasi yang baik sangat penting bagi penderita asam urat. Minum cukup air membantu proses pengeluaran asam urat dari tubuh.

Selain itu, diet berbasis tumbuhan yang kaya serat dapat mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan sendi secara umum.

3. Konsumsi suplemen pendukung kesehatan

Penggunaan suplemen seperti vitamin C dapat membantu menurunkan kadar asam urat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin C yang cukup dapat membantu mengurangi kadar asam urat dalam darah.

Suplemen folat juga mungkin bermanfaat bagi mereka dengan hiperurisemia. Namun, sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai suplemen baru.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement