Advertisement

Apa Itu Rate Card? Kenali Definisi, Fungsi, dan Cara Membuatnya

30 October 2024 22:43 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi influencer yang punya rate card. (Sumber: Freepik) .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rizal Amril

Rate card adalah dokumen yang cukup penting bagi influencer, content creator, atau pekerja periklanan lainnya. Secara umum, dokumen tersebut berisi tarif dan jasa yang ditawarkan. Lantas, apa itu rate card dan bagaimana cara membuatnya?

Rate card adalah dokumen yang berisi rincian harga, timbal balik kerja sama, dan informasi lain terkait penawaran dan benefit yang didapatkan ketika menggunakan jasanya. Biasanya rate card ini dimiliki oleh para pekerja lepas (freelancer), content creator, key opinion leader (KOL), dan lain-lain.

Harga rate card yang ditawarkan biasanya tergantung pada jam terbang, jumlah followers, atau subscribers yang dimiliki.

Semakin tinggi jam terbangnya, semakin tinggi pula rate card yang ditawarkan. Semakin banyak jumlah followers, maka semakin tinggi harga rate card-nya.

Fungsi rate card

Rate card sangat penting agar proses kerja sama dengan pihak lain dapat efektif dan sistematis. Dengan adanya rate card, seseorang dapat mengetahui berapa harga yang tepat untuk jasa yang dikeluarkannya. 

Berikut sejumlah fungsi rate card:

  • Memberi rincian harga jasa yang ditawarkan.
  • Menjelaskan insight setiap unggahan bagi influencer.
  • Bagi freelancer, rate card dapat digunakan juga sebagai portofolio singkat.
  • Self branding.

Hal yang harus ada dalam rate card

Berikut beberapa informasi yang harus dimuat dalam rate card:

  • Biografi singkat seperti nama, pekerjaan, dan sejenisnya.
  • Kontak yang bisa dihubungi (nomor telepon, email, media sosial, atau situs web).
  • Jenis konten atau jasa yang ditawarkan.
  • Tarif harga.
  • Metode pembayaran yang tersedia.
  • Terms and conditions singkat.

Cara membuat rate card

Rate card perlu dibaca dengan teliti oleh orang yang ingin mengajak kerja sama. Pasalnya, di dalam rate card biasanya terdapat terms and conditions selama kerja sama berlangsung. Berikut cara membuat rate card:

1. Pahami audiens

Sebelum membuat rate card, pahami dulu siapa saja audiensmu. Hal ini bisa dilihat dari insight yang terdapat di media sosial. Selain itu, kamu juga bisa melihat dari konten-konten yang dibuat. 

Misalnya kamu adalah content creator yang berfokus pada kehidupan anak kos. Followers di media sosialmu sejumlah 30 ribu dengan engagement yang cukup tinggi untuk Story maupun unggahan di feeds

Ketika dilihat, audiensmu kebanyakan berusia 18-27 tahun. Ini berarti audiensmu sudah cukup tersegmentasi.

Hal ini dapat menjadi nilai plus bagi klien yang ingin mengajak kerja sama. Bahkan produk-produk yang ingin ditawarkan pun akan sesuai dengan kebutuhan anak kos dengan rentang usia 18-27 tahun.

2. Tentukan harga

Ada dua hal yang bisa dipertimbangkan saat menentukan harga rate card yaitu cost per view (CPV) dan cost per action (CPA). Jangan lupa untuk mencantumkan persentase engagement serta benefit yang ditawarkan. 

Apabila masih bingung, kamu juga bisa mempertimbangkan upah minimum di daerahmu yang sudah disesuaikan dengan jam kerja, tenaga yang dikeluarkan, serta uang transportasi.

3. Beri batasan permintaan dari klien

Terkadang ada calon klien yang langsung melakukan penawaran dan permintaan yang aneh-aneh sebelum deal akan kerja sama. 

Jadi, penting untuk memberi batasan permintaan dari klien di dalam rate card.

4. Buat desain yang menarik

Terakhir yaitu membuat rate card dengan desain menarik dan mudah dibaca. Hal ini dapat meyakinkan calon klien bahwa kamu benar-benar profesional dalam melakoni pekerjaanmu.

Demikian pengertian, fungsi, dan cara membuat rate card bagi pekerja lepas maupun pekerja kreatif. Semoga bermanfaat!

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement