Pencinta kisah horor dan misteri mungkin sudah pernah mendengar kisah tentang Menara Saidah.
Gedung terbengkalai yang terletak di Jalan MT Haryono, Jakarta ini kerap muncul dalam cerita-cerita legenda urban lantaran dianggap berhantu.
Selain terkenal karena keangkerannya, Menara Saidah juga disebut-sebut miring beberapa derajat, yang membuat gedung ini akhirnya ditinggalkan karena dianggap tidak aman.
Lantas, apakah benar Menara Saidah miring?
Sejarah menara Saidah
Gedung berlantai 24 ini dibangun pada tahun 1995 hingga 1997 oleh PT Hutama Karya. Awalnya, gedung ini dimiliki oleh PT Mustika Ratu atas nama Mooryati Soedibyo.
Pada tahun 1995, gedung ini dilelang dan kepemilikannya berpindah kepada anak kelima Saidah Abu Bakar Ibrahim sebagai pemenang lelang.
Selanjutnya dan hingga kini, Menara Saidah dimiliki oleh anak bungsu keluarga Saidah yakni Fahmi Darmawansyah.
Saat masih beroperasi, Menara Saidah digunakan sebagai gedung perkantoran oleh sejumlah perusahaan, termasuk instansi pemerintahan.
Ditutup dengan alasan keamanan
Pada tahun 2007, Menara Saidah resmi ditutup untuk umum lantaran pondasi gedungnya tidak tegak dan miring beberapa derajat.
Kemiringan gedung ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan penghuni gedung, sehingga seluruh pekerja di Menara Saidah pun dirumahkan.
Kabarnya, pemutusan hubungan kerja dilakukan secara sepihak, dan ratusan karyawan masih belum mendapatkan pesangon.
Benarkah menara Saidah miring?
Isu miringnya Menara Saidah sempat dibantah oleh Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) sebagaimana diberitakan oleh Tempo.co pada 15 Mei 2013.
Menurut Kepala Dinas P2B saat itu, Putu Indiana, pengosongan Menara Saidah bukan karena miring, melainkan akibat pengelolaan yang buruk oleh manajemen gedung.
Putu menyebut pihaknya tak menjumpai permasalahan pada struktur bangunan Menara Saidah. Adapun pengecekan kemiringan yang dilakukan oleh Dinas P2B saat itu dilakukan menggunakan alat ukur teodolit.
Riset yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung (ITB) juga mengungkap tak adanya kemiringan pada Menara Saidah.
Hasil riset yang dimuat dalam jurnal MATEC Web of Conferences tahun 2019 itu menyebut bahwa lima bangunan di Jakarta, termasuk Menara Saidah, memiliki nol kemiringan, bahkan di puncak gedungnya.
Artinya, tak ada kemiringan pada bangunan yang diakibatkan oleh penurunan tanah di sekitarnya, sebagaimana yang dicurigai terjadi pada Menara Saidah.
