Advertisement

Apakah Pasanganmu Protektif atau Tukang Kontrol? Ketahui Perbedaannya

15 April 2025 14:23 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi pasangan tukang kontrol. (Freepik) .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Nuha Khairunnisa

Dalam hubungan asmara, perbedaan antara perlindungan dan perilaku mengontrol pasangan sering kali tampak samar. Padahal, keduanya adalah hal yang sangat berbeda.

Perlindungan adalah perilaku yang berasal dari kasih sayang dan perhatian terhadap pasangan. Sementara itu, kontrol berkaitan dengan keinginan untuk menguasai atau mengatur perilaku pasangan berdasarkan ketakutan atau perasaan tidak aman.

Perlindungan dapat dirasakan ketika pasangan memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan satu sama lain, seperti memastikan bahwa mereka tetap aman saat bepergian.

Di sisi lain, perilaku kontrol dapat dilihat ketika seseorang mencegah pasangannya untuk bertemu dengan teman-teman atau berinteraksi dengan keluarga . Sikap yang biasanya didasari pada alasan keamanan ini kerap kali menyebabkan rasa terjebak dan kurangnya kebebasan dalam hubungan.

Dampak dari kedua perilaku ini juga sangat berbeda. Perlindungan yang tulus dapat meningkatkan rasa aman dan saling menghargai dalam hubungan. Sebaliknya, kontrol dapat mengikis harga diri individu, menyebabkan kebingungan, dan menimbulkan kecemasan yang mendalam.

Oleh sebab itu, penting untuk mengidentifikasi niat di balik tindakan pasangan. Jika tindakan tersebut merugikan satu pihak, maka mungkin terdapat masalah yang perlu diatasi.

Tanda-tanda pasangan yang mengontrol

Ada banyak tanda yang dapat membantu mengenali apakah pasangan bersikap mengontrol. Contoh perilaku kontrol sehari-hari termasuk:

  • Memberikan kritik yang berulang terhadap keluarga pasangan atau teman yang dipilihnya.

  • Mengatur apa yang harus dipakai oleh pasangan.

  • Meminta laporan tentang dengan siapa pasangan berkomunikasi dan apa yang dibicarakan.

Tindakan manipulatif ini bisa dilakukan secara tidak langsung. Misalnya, dengan mengisolasi pasangan dari teman-temannya dan menganggap mereka membawa pengaruh buruk.

Dampak emosional dari perilaku ini bisa sangat merugikan, termasuk menimbulkan perasaan tidak berharga dan ketidakpastian dalam identitas diri. Lama-kelamaan, korban mungkin mulai meragukan keputusan dan kemampuan mereka sendiri.

Hati-hati pada perhatian yang berlebihan

Rasa peduli dalam hubungan sering kali merupakan tanda cinta. Namun, perhatian yang berlebihan bisa menjadi masalah, terutama ketika ketergantungan mulai muncul.

Ciri-ciri perhatian yang sehat adalah saat pasangan menunjukkan dukungan tanpa batasan yang merugikan. Misalnya, seseorang yang melarang pasangannya untuk merokok karena khawatir dengan kesehatannya, adalah contoh perhatian yang sehat.

Sebaliknya, tanda-tanda perhatian yang berlebihan bisa berupa:

  • Terus-menerus menanyakan tentang keberadaan pasangan.

  • Membatasi lingkaran sosial dan mencegah pasangan untuk bersenang-senang dengan orang terdekatnya.

  • Amat sensitif dan posesif saat pasangannya berinteraksi dengan orang lain.

Untuk membedakan antara perhatian dan kontrol berlebih, penting untuk memperhatikan perasaan yang muncul. Apakah hidup terasa lebih berat dan penuh tekanan ketika bersama pasangan? Jika jawabannya ya, mungkin memang ada masalah dalam cara seseorang memperlakukan pasangannya.

Mengatasi perilaku mengontrol dalam hubungan

Mengatasi perilaku kontrol dalam hubungan adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mental dan emosional. Apa saja yang bisa dilakukan?

Pertama, penting untuk menetapkan batasan yang jelas. Sampaikan kepada pasangan tentang perilaku yang membuat tidak nyaman dan bagaimana pengaruhnya terhadap kondisi psikologis. Sebaiknya, berhati-hatilah dalam menyampaikan, namun tetap tegas.

Komunikasi yang efektif sangat penting dalam hal ini. Menggunakan pernyataan "Saya merasa" saat mendiskusikan masalah dapat membantu pasangan memahami perspektif Anda tanpa merasa diserang. Misalnya, "Saya merasa tidak dihargai ketika kamu memutuskan apakah saya boleh pergi keluar atau tidak."

Jika perilaku kontrol terus berlanjut dan terasa sulit untuk dikelola sendiri, seseorang mungkin perlu mencari bantuan profesional. Terapis dapat memberikan panduan yang diperlukan untuk membantu individu atau pasangan mengatasi perilaku yang tidak sehat dalam hubungan mereka dan mendiskusikan solusi yang lebih baik.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement