Advertisement

Arti Tren Pantun Ubur-Ubur Ikan Lele yang Viral Di Medsos

06 February 2025 18:40 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi TikTok. Reuters/Dado RuvicPhoto .

Penulis: Kitin Aprilia

Editor: Kitin Aprilia

Istilah "ubur-ubur ikan lele" telah mencuri perhatian di berbagai platform media sosial di Indonesia, termasuk TikTok dan X (Twitter). Akhir-akhir ini, istilah ini digunakan oleh banyak pengguna dalam keterangan unggahan mereka.

Saking populernya, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut menggunakan istilah ini dalam bentuk pantun di akun X-nya.

“Ubur-ubur ikan lele, siapa yang tadi pagi ke CFD?” tulis Anies pada akun X pribadinya @aniesbaswedan, Minggu (26/1/2025).

Lalu, apa sebenarnya makna dibalik istilah ubur-ubur ikan lele itu? Bagaimana istilah tersebut menjadi begitu viral di media sosial?

Makna di Baliknya

Meskipun istilah “ubur-ubur ikan lele” terkesan unik sebenarnya istilah ini tidak memiliki arti harfiah sebagai gabungan dua jenis hewan yang digunakan di dalamnya. Istilah ini berfungsi sebagai sampiran atau bait pembuka dalam pembuatan pantun. Kebanyakan orang menggunakan kalimat ini tanpa makna khusus, tetapi lebih pada kesenangan untuk menciptakan rima.

Dalam konteks pantun, pengguna seringkali menambahkan akhiran "e" atau "le" agar sejalan dengan ritme kata "ikan lele". Beberapa contoh pantun sederhana yang dapat ditemukan di media sosial mencakup:

Ubur-ubur ikan lele, selamat bekerja le.

Ubur-ubur ikan lele, yang lain nikah aku masih jomblo le.

Kalimat-kalimat ini menunjukkan bagaimana istilah tersebut digunakan untuk menyampaikan pesan dengan cara yang humoris dan relatable.

Sejarah dan Asal Usul Istilah

Istilah “ubur-ubur ikan lele” menjadi viral setelah sebuah video seorang pria yang sedang ditilang oleh polisi menjadi populer. Dalam situasi tegang tersebut, pria dalam video pendek yang diunggah oleh akun TikTok @wtf.daily11 tersebut dengan santai melontarkan pantun, “Ubur-ubur ikan lele, kena tilang le,” yang langsung menarik perhatian banyak orang.

Video tersebut telah ditonton oleh jutaan pengguna hingga mencapai 6,4 juta penonton. Besarnya perhatian yang didapat video tersebut menciptakan popularitas dari istilah tersebut dan mendorong tren baru di kalangan netizen.

Asal-usul istilah ini dapat ditelusuri lebih jauh ke lagu yang dinyanyikan oleh rapper Ecko Show, yang dirilis pada tahun 2018. Lagu tersebut mengandung kritik terhadap industri hiburan dengan nada humor yang mengundang tawa. Seiring waktu, istilah ini berkembang, terutama melalui remix lagu “Ubur-Ubur Ikan Lele” yang semakin populer. Remix yang telah dikenal luas termasuk karya Bass KRM Revolution, yang memiliki jutaan penonton di berbagai platform.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement