Advertisement

AS Kembali Serang Iran Saat Pemakaman Khamenei Masih Berlangsung, Trump Sebut MoU "Berakhir"

08 July 2026 22:28 WIB

thumbnail-article

Prosesi pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei Sumber: ANTARA.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Amerika Serikat kembali melakukan serangan ke Iran pada Selasa, 7 Juli 2026 saat Iran tengah menggelar rangkaian prosesi pemakaman bagi mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Ayatollah Ali Khamenei wafat dalam serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari lalu. Pemerintah Iran telah menetapkan upacara pemakaman baginya mulai 3 hingga 9 Juli 2026 di berbagai lokasi penting keagamaan dan politik, termasuk Kota Qom, Najaf, Karbala, dan Mashhad.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi tersebut adalah untuk merespons serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz.

"Komando Pusat AS telah melancarkan serangkaian serangan yang kuat terhadap Iran untuk memberikan dampak besar kepada mereka karena sudah mengincar dan menyerang kapal komersial yang diawaki orang sipil tak bersalah di perairan internasional," kata CENTCOM melalui media sosial X, Selasa (7/7).

"Serangan tersebut adalah untuk membalas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz. Agresi yang ditunjukkan Iran itu tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata," imbuh CENTCOM.

Menurut Axios, serangan yang dilancarkan militer AS itu mengincar sistem pertahanan udara, sistem pengawasan pesisir, instalasi rudal darat-ke-udara, titik peluncuran rudal jelajah anti-kapal dan pesawat nirawak, serta fasilitas pelabuhan di Iran.

Trump Sebut MoU Berakhir

Sementara itu, di tengah situasi yang kembali memanas antara AS dan Iran, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah berakhir. Hal ini disampaikannya pada hari Rabu, 8 Juli 2026 setelah Washington melancarkan serangan terhadap Iran yang kemudian direspons dengan serangan yang menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk.

"Ini pertanyaan yang sangat menarik bagi saya. Saya rasa itu sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka (Iran) lagi. Mereka sampah," kata Trump kepada wartawan di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah menargetkan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait serta Pelabuhan Salman di Bahrain, yang berada dalam wilayah tanggung jawab Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat.

"Sebagai respons awal terhadap agresi ini, Angkatan Laut dan Angkatan Udara IRGC melakukan operasi gabungan rudal dan drone, menyerang 85 fasilitas militer AS utama di kedua negara tersebut, sekaligus menembak jatuh sebuah drone MQ-9," kata IRGC dalam pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, dilansir kantor berita AFP.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement