Advertisement

Aturan Naik Pesawat untuk Anak di Bawah 2 Tahun, Apa Saja Dokumen Wajib dan Persyaratan Maskapai?

19 May 2026 05:15 WIB

thumbnail-article

Penerbangan dengan anak usia 2 tahun Sumber: travel.kompas.com.

Penulis: Aprilia Kristiana

Editor: Aprilia Kristiana

Mengajak batita (bawah tiga tahun) dalam sebuah perjalanan udara jelas bukan hal yang mudah. Ada banyak yang harus diperhatikan, terutama kenyamanan si kecil.

Ada syarat dan ketentuan terkait penerbangan dengan anak usia 2 tahun. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Kebijakan Umum untuk Anak di Bawah 2 Tahun

Anak yang berusia di bawah 2 tahun diperbolehkan untuk naik pesawat dengan ketentuan khusus. Biasanya, anak-anak dalam rentang usia ini tidak diwajibkan untuk memiliki kursi sendiri dan diperbolehkan dipangku oleh orang dewasa selama penerbangan berlangsung.

Untuk menjaga keamanan, maskapai penerbangan menyediakan sabuk pengaman tambahan yang dapat dipasang pada orang dewasa yang memegang bayi atau balita tersebut saat lepas landas dan mendarat.

Selain itu, jika penumpang menginginkan kenyamanan lebih bagi si kecil, ada opsi untuk membeli kursi tambahan dan membawa car seat (kursi mobil bayi) yang sudah memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Sangat disarankan memilih kursi dekat lorong (aisle) agar penumpang lebih fleksibel bergerak ketika bayi atau balita membutuhkan perhatian lebih.

Perlu diperhatikan batas usia minimum untuk bayi agar diperbolehkan terbang. Kebanyakan maskapai menetapkan usia minimal bayi yang dapat terbang adalah antara 7 hingga 14 hari.

Untuk bayi yang lahir prematur atau memiliki kondisi kesehatan khusus, biasanya harus menyertakan surat keterangan medis dari dokter sebelum diizinkan melakukan penerbangan.

Aturan Maskapai Mengenai Penumpang Bayi dan Anak

Setiap maskapai penerbangan memiliki kebijakan yang berbeda-beda terkait penumpang bayi dan anak di bawah 2 tahun. Beberapa aturan umum yang diterapkan sebagai berikut:

  • Umur minimum bayi untuk terbang

    Beberapa maskapai menetapkan bayi minimal berusia 7 hari dan 14 hari agar boleh terbang. Untuk bayi lebih muda, biasanya diperlukan surat keterangan medis.

  • Tarif bayi

    Umumnya bayi dikenakan tarif khusus yaitu sekitar 10% dari harga tiket dewasa, dengan ketentuan satu dewasa hanya boleh menemani satu bayi selama penerbangan.

  • Penggunaan stroller

    Stroller atau kereta dorong bayi boleh dibawa hingga gate boarding dan kemudian akan disimpan oleh petugas maskapai di bagasi selama penerbangan.

    Disarankan membawa stroller lipat dan ringan demi kepraktisan, terutama saat transit atau perpindahan gate.

Berikut gambaran kebijakan beberapa maskapai domestik ternama:

  • Garuda Indonesia

    Bayi 0-2 hari tidak diperbolehkan terbang; bayi 2-7 hari memerlukan surat izin medis; bayi di atas 7 hari boleh terbang dengan pendamping.

  • Citilink

    Bayi di bawah 2 tahun dipangku dewasa, tarif 10% dari tiket dewasa.

  • Lion Air dan Batik Air

    Bayi 0-2 hari tidak boleh terbang; bayi 3-7 hari butuh surat keterangan sehat; stroller dibawa ke kabin tanpa biaya.

  • AirAsia

    Bayi harus dipangku, satu dewasa maksimal satu bayi; stroller wajib dimasukkan bagasi; tarif bayi 10% dari tiket dewasa.

  • Super Air Jet

    Bayi 3-7 hari harus miliki surat keterangan sehat; wajib diawasi orang dewasa; tarif bayi juga sekitar 10% dari dewasa.

Sebelum memesan tiket, penting bagi calon penumpang membawa anak bawah 2 tahun untuk memeriksa ketentuan terbaru dari maskapai yang dipilih demi menghindari masalah pada saat check-in atau boarding.

Persiapan dan Tips Perjalanan Bersama Anak

Agar perjalanan udara bersama anak di bawah usia 2 tahun berjalan lancar dan nyaman, beberapa persiapan perlu dilakukan dengan cermat:

  1. Siapkan dokumen identitas lengkap dan simpan rapi
    Dokumen-dokumen seperti akta kelahiran, KIA, atau paspor harus dipersiapkan dalam bentuk asli maupun salinan legal. Simpan di tempat yang mudah diakses sehingga proses pemeriksaan di bandara menjadi cepat dan efisien.

  2. Pilih jadwal penerbangan yang sesuai rutinitas anak
    Menentukan jam terbang yang sesuai kebutuhan tidur atau makan anak dapat meminimalkan ketidaknyamanan dan stres selama penerbangan. Hindari jadwal terlalu pagi atau terlalu malam jika memungkinkan.

  3. Bawa perlengkapan penting selama penerbangan
    Tas kabin sebaiknya berisi popok, susu, baju ganti, camilan, obat-obatan, serta mainan favorit anak agar suasana hati tetap terjaga dan kebutuhan dasar terpenuhi selama di udara.

  4. Pilih pakaian yang nyaman dan praktis
    Gunakan pakaian yang mudah dipakai dan dilepas, berbahan ringan namun tetap mampu memberikan kehangatan jika suhu kabin berubah. Menyiapkan jaket atau selimut kecil menjadi langkah bijak.

  5. Ciptakan suasana nyaman dan tenang
    Berikan pengertian tentang penerbangan agar anak tidak mudah takut atau rewel selama perjalanan. Memberikan hiburan seperti video atau mainan, dan sesekali mengajak anak berjalan di lorong kabin jika diperbolehkan, dapat membantu mengurangi kejenuhan.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement