Tim nasional Belanda mengikuti Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar, namun perjalanan mereka harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Belanda tersingkir pada babak 32 besar, tahap awal fase gugur, setelah kalah dalam drama adu penalti melawan Maroko dengan skor 2-3 setelah pertandingan utama berakhir imbang 1-1.
Kekalahan ini menimbulkan kekecewaan besar bagi skuad yang diasuh oleh pelatih Ronald Koeman, yang kemudian memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya setelah hasil tersebut.
Meskipun demikian, walau gagal melangkah jauh dalam turnamen, Belanda meninggalkan kesan positif di luar hasil pertandingan. Kegagalan tersebut tidak menggoyahkan citra mereka sebagai tim yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan permainan dengan sikap fair play yang tinggi.
Hal tersebut kemudian diakui secara resmi oleh FIFA melalui pemberian Anugerah Fair Play untuk tim yang paling sportif pada Piala Dunia 2026. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi dan pelipur lara atas kegagalan dalam kompetisi.
Penghargaan tersebut diumumkan FIFA seusai laga final Piala Dunia 2026 yang dimenangkan Spanyol dengan skor tipis 1-0 atas Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat.
Anugerah Fair Play dan Kriteria Penilaian
Anugerah Fair Play adalah penghargaan yang diberikan oleh FIFA kepada tim yang dianggap paling menjunjung tinggi sportivitas, etika, dan perilaku sportif selama berlangsungnya sebuah turnamen Piala Dunia.
Tujuan dari penghargaan ini adalah untuk mempromosikan nilai-nilai kejujuran, rasa hormat terhadap lawan, dan sikap disiplin di lapangan maupun di luar lapangan, yang semuanya merupakan unsur penting dalam dunia olahraga.
Menariknya, jika hanya melihat statistik disiplin, Belanda sebenarnya bukan tim dengan catatan paling bersih. Mereka mengoleksi tiga kartu kuning, jumlah yang sama dengan Aljazair, Jerman, dan Senegal, serta melakukan 44 pelanggaran sepanjang kompetisi.
Secara statistik, Aljazair bahkan hanya mencatat 29 pelanggaran, sementara Senegal melakukan 36 pelanggaran. Jerman menjadi tim dengan pelanggaran terbanyak di antara keempat negara tersebut, yakni 51 kali.
Namun, FIFA menegaskan bahwa penentuan Anugerah Fair Play tidak semata-mata didasarkan pada jumlah kartu atau pelanggaran. Sikap menghormati lawan, perilaku sportif di dalam maupun di luar lapangan, serta komitmen menjunjung nilai-nilai fair play menjadi aspek penting dalam penilaian.
Bagi Belanda sendiri, penghargaan ini menjadi yang pertama sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Dengan demikian, De Oranje menjadi negara ke-11 yang berhasil meraih Anugerah Fair Play sejak pertama kali diperkenalkan pada Piala Dunia 1970.
Sejarah dan Daftar Penerima Anugerah Fair Play
Sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia, terdapat sepuluh negara yang telah menerima Anugerah Fair Play, dan pada edisi 2026, Belanda menjadi negara kesebelas yang mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut. Berikut adalah daftar lengkap penerima Anugerah Fair Play sejak tahun 1970 hingga 2026:
-
1970 – Peru
-
1974 – Jerman Barat
-
1978 – Argentina
-
1982 – Brasil
-
1986 – Brasil
-
1990 – Inggris
-
1994 – Brasil
-
1998 – Inggris & Prancis (bersama-sama)
-
2002 – Belgia
-
2006 – Brasil & Spanyol (bersama-sama)
-
2010 – Spanyol
-
2014 – Kolombia
-
2018 – Spanyol
-
2022 – Inggris
-
2026 – Belanda
