Artikel ini merupakan kerja sama antara Narasi dan Diet Partner. Seluruh informasi yang dimuat telah dikurasi oleh Rheinhard, S.Gz., Dietisien (Nutritionist).
------------------------------------------------------------------
Menurut dr. Ita Fajria Tamim dari Pondok Pesantren Nazhatut Thullab, Sampang, "Stres memicu produksi asam lambung secara berlebihan dan itu menyebabkan gastritis." Hubungan antara kecemasan berlebihan dan gangguan pencernaan memang telah lama menjadi perhatian dunia medis. Namun, apa sebenarnya yang terjadi di balik fenomena ini?
Apa yang Menyebabkan Anxiety dan Asam Lambung Dapat Saling Terhubung?
Cemas atau anxiety sebenarnya adalah respons alami tubuh terhadap tekanan atau ancaman. Dalam dosis kecil, kecemasan dapat memotivasi seseorang untuk menghadapi tantangan. Tetapi, ketika kecemasan berlangsung terus-menerus atau terlalu intens, dampaknya tidak hanya menyerang mental, tetapi juga fisik.
Tingkat kecemasan yang tinggi dapat memengaruhi sistem pencernaan, termasuk meningkatkan produksi asam lambung.Ketika kenaikan asam lambung semakin buruk dan berlangsung dalam durasi yang panjang dapat memicu perubahan status dari penyakit yang biasa disebut sebagai sindrom GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), yang ditandai dengan gejala seperti nyeri ulu hati, rasa asam di mulut, dan sendawa berlebih setelah makan, hingga kesulitan menelan.
Ketika seseorang merasa cemas, tubuh memproduksi hormon stres seperti kortisol. Hormon ini dapat memicu otot di sekitar katup lambung menjadi lebih lemah, sehingga asam lambung naik ke kerongkongan. Selain itu, kecemasan juga dapat mempercepat atau memperlambat kontraksi otot-otot pencernaan, yang menyebabkan sensasi tidak nyaman di perut.
Bagaimana dengan Dampak secara Nyata pada Kehidupan Sehari-hari?
Masalah pencernaan akibat kecemasan tidak hanya terbatas pada GERD. Beberapa gangguan lain, seperti dispepsia fungsional (gangguan pencernaan tanpa penyebab fisik yang jelas), juga sering dikaitkan dengan kecemasan kronis. Dalam beberapa kasus, rasa tidak nyaman di perut akibat produksi asam lambung yang berlebih dapat membuat seseorang semakin cemas, menciptakan lingkaran setan yang sulit dihentikan.
Bayangkan jika seseorang memiliki presentasi besar di kantor esok hari. Malam sebelumnya, merasa gelisah, sulit tidur, dan detak jantung meningkat. Saat pagi tiba, perut terasa perih dan mulut terasa asam. Ini adalah contoh klasik bagaimana kecemasan dapat memicu gangguan pada lambung. Jika hal ini terus terjadi, bukan tidak mungkin akan memerlukan perawatan medis..
Bagaimana Langkah yang Harus Dilakukan untuk Mengelola Kecemasan Sekaligus Menjaga Kesehatan Lambung?
Untungnya, ada berbagai cara untuk mengelola kecemasan dan mencegah gangguan pada lambung. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
1. Latihan Pernapasan
Dikutip dari Journal Annals of Pallative Medicine, hasil meta-analysis menyatakan bahwa teknik pernapasan yang dalam dapat membantu menenangkan sistem saraf yang akan berpengaruh pada kontraksi dari katup LES (lower oesophageal sphincter) dan mengurangi produksi hormon stres.
2. Cermat Dalam Pemilihan Makanan
Hindari makanan pedas, berminyak, atau asam yang dapat memperburuk kondisi lambung.
3. Olahraga Rutin
Melakukan aktivitas fisik dengan intensitas moderat seperti yoga atau berjalan kaki, memiliki tujuan untuk membantu meredakan kecemasan dan mengurangi rasa stress.
4. Konsultasi Psikolog
Jika kecemasan terasa sulit dikendalikan, mencari bantuan profesional adalah langkah bijak.
5. Obat dan Suplemen
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat untuk mengontrol produksi asam lambung atau mengurangi kecemasan. Apabila diperlukan, segera konsultasikan kepada dokter.
Kesadaran akan hubungan antara kecemasan dan gangguan lambung sangat penting. Edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengenali gejala awal dan langkah-langkah pencegahan dapat membantu menekan angka kejadian gangguan pencernaan akibat stres. Selain itu, dukungan dari keluarga dan teman juga menjadi faktor penting dalam membantu individu mengelola kecemasan mereka.
Kecemasan memang bagian dari kehidupan, tetapi dampaknya pada kesehatan tidak boleh diabaikan. Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Jika Anda sering merasa cemas hingga mengalami gangguan pencernaan, segera konsultasikan dengan dokter. Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati.
