Advertisement

Benarkah Hujan-Hujanan Dapat Membuat Anak Jadi Sakit atau Mitos Belaka?

05 December 2024 06:30 WIB

thumbnail-article

Anak-anak bermain saat banjir di Komplek Polri Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta (8/12/2023). . ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/foc. (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN) .

Penulis: Kitin Aprilia

Editor: Kitin Aprilia

Musim hujan di Indonesia sering diwarnai dengan anak-anak yang bermain hujan-hujanan. Di satu sisi, bermain di air hujan dapat memberikan kebahagiaan dan kegembiraan bagi anak. Namun, di sisi lain, banyak orang tua yang khawatir bahwa kebiasaan ini dapat mengakibatkan anak-anak mereka jatuh sakit.

Namun, apakah benar jika kebiasaan bermain hujan-hujanan dapat menyebabkan anak terkena penyakit?

Dilansir dari Antaranews, menurut dr. Ngabila Salama, seorang praktisi kesehatan, kondisi kesehatan anak lebih dipengaruhi oleh imunitas tubuh yang menurun akibat infeksi, bukan sekadar bermain di bawah hujan.

Sistem imun yang kuat berperan penting dalam memastikan anak-anak tetap sehat, terutama di musim hujan. Ketika sistem immunisasi anak baik, tubuh mampu melawan berbagai infeksi bakteri dan virus. Menjaga kesehatan anak melalui cara yang benar dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit di musim hujan.

Selain imunitas yang lemah, kuman, bakteri, dan virus yang masuk ke dalam tubuh juga menjadi faktor pendorong. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk tetap waspada dan mencegah anak dari paparan kuman dalam berbagai bentuknya.

Pencegahan infeksi, terutama yang ditularkan melalui air atau lingkungan yang tidak bersih, patut diperhatikan. Hujan dapat menciptakan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya berbagai penyakit, seperti demam berdarah, leptospirosis, dan infeksi saluran pernapasan. Hal ini menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan kehati-hatian saat anak bermain di luar saat hujan.

Hujan-hujanan juga beresiko seseorang tertusuk benda tajam, tergigit ular, tikus yang dapat menyebabkan leptospirosis, penyakit kulit, atau kuman dari genangan air masuk ke dalam luka. Maka, diperlukan alas kaki agar mengurangi resiko tersebut.

Ngabila juga menyarankan agar orang tua memperhatikan kondisi kesehatan anak-anaknya. Memberi nutrisi yang baik akan membantu menjaga daya tahan tubuh anak. Sayur dan buah yang mengandung banyak air, seperti jeruk, semangka, dan brokoli, baik untuk kesehatan anak. Dengan memberikan asupan gizi yang seimbang, orang tua dapat mendukung sistem imunitas anak agar tetap kuat.

Vitamin C dan D3 memiliki peranan kunci dalam menjaga kesehatan anak. Vitamin C, yang bisa ditemukan dalam buah-buahan seperti jeruk dan mangga, berfungsi dalam meningkatkan imunitas anak. Sementara itu, vitamin D3 yang diperoleh dari makanan laut dan susu berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Selain perhatian pada makanan bergizi, asupan cairan juga sangat penting. Dehidrasi dapat mempengaruhi kesehatan anak, terutama saat mereka aktif bermain di luar ruangan. Memastikan anak minum cukup air sebelum dan sesudah bermain sangat penting untuk menjaga keseharian yang sehat.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement