Advertisement

Berapa Lama Boleh Pakai Headset Secara Aman untuk Kesehatan Telinga?

23 November 2024 11:01 WIB

thumbnail-article

Sumber foto: Freepik .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rusti Dian

Penggunaan headset dalam kehidupan sehari-hari menjadi semakin umum, terutama dengan meningkatnya akses terhadap musik dan media digital. Namun, penting untuk mengatur berapa lama waktu yang dihabiskan untuk menggunakan perangkat ini.

Meskipun headset menyediakan kenyamanan dan kualitas suara yang lebih baik, pengguna perlu waspada terhadap waktu penggunaan yang berlebihan karena dapat berpotensi merusak kesehatan telinga.

Lantas, berapa lama waktu yang diperbolehkan untuk menggunakan headset? Simak jawabannya berikut ini!

Lama waktu menggunakan headset

Para ahli kesehatan dari World Health Organization (WHO) merekomendasikan aturan 60:60 sebagai pedoman untuk penggunaan headset. Artinya, pengguna sebaiknya mendengarkan musik tidak lebih dari 60% volume maksimum dan dalam durasi tidak lebih dari 60 menit.

Penelitian menunjukkan bahwa paparan suara dengan volume tinggi selama waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel pendengaran.

Penggunaan headset berlebihan dapat mengakibatkan masalah serius seperti gangguan pendengaran, tinnitus, atau telinga berdenging. Gejala ini dapat terjadi akibat paparan terus-menerus terhadap suara keras sehingga merusak struktur halus di dalam telinga.

Volume maksimum yang aman untuk telinga seseorang adalah sekitar 85 desibel. Ketika mendengar suara dengan tingkat lebih dari itu, risiko kerusakan telinga meningkat secara signifikan. Dalam kondisi yang bising, banyak pengguna cenderung menaikkan volume untuk mendengar lebih jelas yang justru membahayakan pendengarannya.

Mendengarkan suara di atas 100 desibel selama lebih dari beberapa menit dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

Penelitian menunjukkan bahwa suara tersebut dapat merusak sel-sel rambut di dalam koklea, bagian dalam telinga yang bertanggung jawab untuk mengubah gelombang suara menjadi sinyal elektrik yang ke otak. Kerusakan tersebut tidak dapat diperbaiki.

Selain itu, penting untuk memberikan jeda setelah sekitar 30 menit menggunakan headset, memberikan waktu pada telinga untuk beristirahat.

Tanda gangguan pendengaran

Gejala awal dari gangguan pendengaran dapat muncul tanpa disadari, seperti kesulitan mendengar suara dalam kondisi bising. Pengguna mungkin menyadari bahwa perlu menaikkan volume perangkat lebih tinggi dari biasanya, atau merasa telinganya terasa tersumbat.

Gejala lain yaitu ketika berada dalam situasi bising, kesulitan memahami pembicaraan atau suara lain bisa menjadi indikasi adanya masalah pendengaran.

Telinga yang sehat seharusnya mampu tetap mendengar suara lain kendati di tengah situasi bising. Jika terjadi sebaliknya, artinya ada risiko kerusakan yang perlu ditindaklanjuti. Segera bawa ke dokter agar mendapat penanganan medis yang tepat.

Dampak negatif menggunakan headset lama

  • Risiko kehilangan pendengaran permanen

Penggunaan headset dalam durasi yang lama dan dengan volume yang tinggi dapat menyebabkan kehilangan pendengaran permanen.

Beberapa laporan menyarankan bahwa orang yang sering menggunakan headset untuk waktu yang lebih lama memiliki risiko tinggi mengalami gangguan pendengaran di usia muda. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya mengontrol kebiasaan penggunaan headset untuk menjaga kesehatan pendengaran.

  • Sakit telinga dan kepala

Efek samping fisik dari penggunaan headset juga dapat termasuk sakit telinga, ketidaknyamanan di area sekitar telinga, bahkan sakit kepala. Hal ini sering terjadi ketika headset dipakai lebih dari satu jam tanpa jeda.

  • Meningkatkan kemungkinan infeksi telinga

Penggunaan headset juga berisiko meningkatkan kemungkinan terkena infeksi telinga. Perangkat tersebut dapat menjebak kelembapan dan kotoran di dalam telinga, menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi bakteri.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan headset dengan rajin membersihkannya dan tidak memakai perangkat tersebut secara bergantian dengan orang lain dapat membantu mengurangi risiko infeksi.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement