Kadang tanpa sadar seseorang mengonsumsi makanan yang tak boleh dikonsumsi saat sedang dalam masa pengobatan. Ada beberapa kombinasi obat dan makanan yang harus dihindari agar tak membawa efek yang membahayakan bagi tubuh.
Orang yang mengonsumsi obat harus sangat berhati-hati untuk memilih asupan mereka. Lalu, kombinasi obat dan makanan apa saja yang harus dihindari? Berikut adalah penjelasan terkait kobinasi obat dan makanan yang dapat berbahaya jika dikonsumsi bersamaan.
Antibiotik dan produk susu
Jika sedang mengonsumsi obat antibiotik disarankan untuk tidak mengonsumsi bersamaan dengan prosuk susu seperti susu cair, yogurt, atau keju.
Kombinasi ini juga berbahaya jika digabungkan kandungan fluoroquinolone seperti ciprofloxacin (Cipro), levofloxacin (Levaquin), movifloxacin (Avelox), dan tetrasiklin tertentu.
Dilansir dari Everyday Health, seorang apoteker, Jessica Nouhavandi, menyatakan jika produk susu dapat mengikat obat dan menganggu proses penyerapan ke dalam aliran darah.
Calcium channel blocker dan statin dengan grapefruit
Calcium channel blockers merupakan bagian dari obat-obatan yang membatasi penggunaan kalsium dalam tubuh. Kandungan ini biasanya digunakan dalam obat-obatan yang dikonsumsi penderita tekanan darah tinggi dan angina. Beberapa jenis obat antara lain felodipine (Plendil) dan nifedipine (Procardia, Adalat).
Obat-obatan jenis tersebut tidak dapat dikonsumsi bebarengan dengan grapefruit. Kombinasi ini juga berlaku pada obat yang mengandung statin atau obat kolesterol seperti atorvastatin (Lipitor) dan simvastatin (Zocor).
Dalam buath grapfruit terdapat kandungan senyawa yang menghambat enzim metabolisme obat umum yang dinamai CYP3A4. Mengonsumsi jus dan buah dapat menghambat enzim ini dan akumulasi obat dalam sistem yang membahayakan tubuh.
Obat batuk dengan jeruk nipis
Mengonsumsi jeruk nipis bersama obat batuk dapat memblokir enzim yang berfungsi memecahkan dekstrometorfan atau penekan batuk yang terkandung di dalamnya. Bahayanya, saat tak mampu dipecahkan oleh enzim maka akan terjadi penumpukan di aliran darah. Penumpukan dekstrometorfan bisa memberi efek samping seperti halusinasi dan kantuk.
Obat antidepresan dengan daging asap
Golongan obat MAOI atau monoamine oxidase inhibitor (merek dagang Marplan, Nardil, Emsam, atau Parnate) sebaiknya tidak dikonsumsi bebarengan dengan makanan mengandung asam amino tyramine, seperti daging asap, sosis, salmon asap, hot dog, dan kecap asin. Hal ini disebabkan kombinasi keduanya akan mengakibatkan lonjakan tekanan darah yang bisa mengancam jiwa.
Methylphenidate dengan cokelat
Makanan yang disukai sejuta umat, cokelat, tak disangka mengandung stimulan yang dinamai teobromin yang bisa membahayakan tubuh jika dikonsumsi bebarengan dengan Methylphenidate (Ritalin). Kandungan ini biasanya ditemukan pada obat yang dikonsumsi orang-orang yang didiagnosis ADD (Attention Deficit Disorder) atau ADHD (Attention Deficit Disorder Hyperactivity Disorder).
Kombinasi keduanya dapat menyebabkan perilaku tidak menentu dan kejang. Selain cokelat, kopi berkafein juga memiliki efek yang sama.
Fexofenadine dengan jus apel, jeruk, dan grapefruit
Alegra merupakan obat dalam kategori fexofenadine yang digunakan untuk mengobati gejala alergi seperti bersin, gatal, mata merah dan berair, hidung tersumbat, juga reaksi alergi lainnya.
Setidaknya dibutuhkan jarak waktu minimal 4 jam setelah mengonsumsi obat ini jika ingin mengonsumsi sari apel, jeruk, dan grapefruit. Hal ini disebabkan karena ketiga buah tersebut menghambat peptida diangkut dari usus ke aliran darah. Besar penyerapannya bisa turun hingga 70 persen.
Obat antikoagulan dengan kayu manis dan sayuran hijau
Obat pengencer darah (warfarin) atau antikoagulan yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah atau mengobatinya tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan sayuran hijau seperti brokoli yang banyak mengandung vitamin K. Vitamin K bereaksi sebaliknya, yaitu berperan dalam pembeguan darah.
Selain sayuran hijau kaya vitamin K, kayu manis yang mengandung senyawa kumarin juga tak boleh dipadukan dengan warfarin karena dapat memicu kerusakan hati.
