Advertisement

BRIN Dan Danantara Perkuat Sinergi Riset Percepat Kemandirian Industri Nasional

02 December 2025 14:20 WIB

thumbnail-article

Dokumentasi - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (kiri) bertemu dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani Sumber: ANTARA.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus memperkuat sinergi riset yang bertujuan untuk mempercepat hilirisasi nasional melalui penguatan industri strategis, serta percepatan alih teknologi guna meningkatkan daya saing dan kemandirian industri Indonesia.

“Jadi riset bukan hanya imajinasi peneliti, riset berbasis pada kebutuhan. Jadi shifting orientasi riset berbasis pada kebutuhan, agar semua investasi berdampak bagi industri,” kata Kepala BRIN Arif Satria saat menjadi narasumber pada Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang Industri (Kadin) Tahun 2025 di Jakarta, Senin, 1 Deesember 2025.

Dalam sinergi antara BRIN dan Danantara, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu fokus utama. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa Indonesia tidak hanya berperan sebagai perakit teknologi, tetapi juga dapat menguasai teknologi inti yang diperlukan untuk pengembangan industri.

Strategi ini mencakup dukungan riset yang relevan dengan arah pembangunan industri nasional, guna memastikan setiap investasi memiliki nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Tiga Jalur Kontribusi Riset Untuk Perkuat Industri Nasional

Dalam kesempataan yang berbeda Kepala BRIN Arif Satria mengatakan telah memaparkan tiga jalur kontribusi riset untuk memperkuat industri nasional kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.

Arif mengatakan jika lembaganya dibangun melalui tiga jalur utama. Pertama ialah penguatan riset untuk UMKM dan program-program akar rumput.

“BRIN akan memperkuat pertumbuhan 8 persen melalui kontribusi riset dan inovasi untuk UMKM, Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan, MBG, dan untuk program-program grassroots,” kata Arif. Mengutip ANTARA

Jalur kedua diarahkan untuk memperkuat riset dan pengembangan bagi BUMN strategis di bawah Danantara, khususnya sektor kedirgantaraan, perkapalan, pertahanan dan energi.

Ia menekankan BRIN siap mendukung kebutuhan riset yang relevan dengan arah pembangunan industri nasional.

“Intinya saya datang ke sini untuk memperkuat kerja sama R&D (riset dan pengembangan) untuk menunjang misi Danantara yang sangat mulia membangun industri nasional yang kuat,” katanya.

Jalur ketiga, lanjutnya, BRIN akan berfokus pada percepatan transfer teknologi dari investasi asing. Dirinya menilai strategi bersama diperlukan agar Indonesia tidak terjebak pada posisi sebagai perakit, melainkan turut menguasai teknologi inti.

“Percepatan alih teknologi ini menurut saya perlu strategi dan kekompakan antara BRIN dengan Danantara,” ujar dia.

Ia menambahkan BRIN dan Danantara akan menjalin kerja sama strategis, untuk mendorong hilirisasi dan percepatan alih teknologi.

Rencana Kerja Danantara 2026

Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Danantara untuk tahun 2026 mencakup fokus pada investasi strategis yang berkelanjutan. CEO Danantara, Rosan Roeslani, menggarisbawahi pentingnya peta jalan investasi yang dirancang dengan pendekatan terukur dan berorientasi terhadap penciptaan nilai jangka panjang.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, investasi di Danantara itu ada minimum return yang kita harapkan above our cost of capital, tetapi kalau ada transfer of technology dan creating more jobs, kita willing to accept lower return. Jadi alih teknologi menjadi sangat penting,” ujar Roslan.

Danantara juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dalam setiap proyek yang dijalankannya. Hal ini mencerminkan komitmen Danantara untuk tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Proyek-proyek seperti pengelolaan limbah menjadi sumber energi (waste-to-energy) menunjukkan bagaimana investasi dapat dilakukan dengan memperhitungkan faktor-faktor sosial dan lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan energi dan lingkungan Indonesia.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam investasi, BRIN dan Danantara berharap dapat terus mendorong kemajuan dan kesejahteraan nasional, menjadikan Indonesia lebih mandiri dan berdaya saing di kancah global.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement