Advertisement

Bulu Tangkis Indonesia Berduka: Legenda Iie Sumirat Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun

24 July 2025 07:00 WIB

thumbnail-article

Legenda Iie Sumirat Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun Sumber: instagram/kemenpora.

Penulis: Fadhlan Rizky

Editor: Moniqe Putri

Wafatnya salah satu legenda bulutangkis Indonesia, Iie Sumirat, pada Selasa, 22 Juli 2025, telah menciptakan duka mendalam di kalangan penggemar olahraga. 

Iie Sumirat meninggal pada usia 75 tahun setelah berjuang melawan komplikasi penyakit selama satu tahun terakhir. 

Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan sahabat dekat, tetapi juga bagi seluruh dunia bulutangkis yang mengenangnya sebagai sosok pahlawan di lapangan. 

Iie Sumirat, yang lahir di Bandung pada 15 November 1950, telah menciptakan banyak prestasi yang tak terlupakan selama karirnya yang gemilang.

Ia dikenal sebagai sosok yang membawa nama Indonesia harum di kancah internasional, berkat berbagai prestasi yang telah diraihnya, termasuk medali emas di Asian Games. 

Namun, lebih dari sekadar pencapaian, kepergian Iie Sumirat meninggalkan warisan yang akan terus diingat dan dihargai oleh generasi mendatang.

Dalam momen perpisahan ini, seluruh insan olahraga ikut berduka dan memberikan penghormatan terakhir bagi sang legenda.

Jejak Karier Iie Sumirat

Bagian dari The Magnificent Seven

Iie Sumirat merupakan salah satu pilar di balik kejayaan bulutangkis Indonesia di era 1970-an. Ia adalah anggota dari kelompok yang dikenal dengan nama "The Magnificent Seven," yang terdiri dari atlet-atlet bulutangkis ternama seperti Rudy Hartono, Liem Swie King, dan Tjun Tjun.

Keberhasilan Iie di pentas internasional, termasuk memenangkan Thomas Cup pada tahun 1976 dan 1979, semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain tunggal terbaik di masanya.

Prestasi puncaknya terjadi pada tahun 1976 saat Iie berhasil meraih juara di Kejuaraan Invitasi Asia yang diadakan di Bangkok. 

Kemenangan tersebut bukan hanya sekadar medali, tetapi juga simbol kekuatan bulutangkis Indonesia di panggung dunia yang saat itu sedang berkembang. 

Di balik gaya bermainnya yang agresif dan konsisten, Iie Sumirat menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah kekuatan yang layak diperhitungkan di olahraga bulutangkis.

Iie Sumirat sebagai Pelatih

Filosofi Melatih dan Menginspirasi

Setelah pensiun sebagai pemain, Iie Sumirat tidak hanya berhenti di situ. 

Ia melanjutkan dedikasinya terhadap bulutangkis dengan beralih ke dunia pelatihan. Dalam perannya sebagai pelatih, ia bukan hanya terlihat sebagai pendamping, tetapi sosok yang dapat memotivasi dan menginspirasi para atlet muda. 

Salah satu prestasi terbesarnya adalah melatih Taufik Hidayat, yang kemudian menjadi juara dunia dan peraih medali emas Olimpiade.

Filosofi melatih Iie Sumirat ditandai dengan pendekatan yang humanis dan penuh kasih sayang.

Meskipun dikenal tegas, putranya, Yayang Tryawan, menyatakan bahwa ayahnya tidak pernah marah dan selalu bersikap baik kepada semua orang. 

Selama masa pelatihannya, Iie sering kali menekankan pentingnya mentalitas juara dan kerja keras tanpa henti, yang telah membentuk banyak atlet berbakat Indonesia. 

Maka, tidak heran bila banyak dari mereka yang selalu mengenang sosoknya dengan penuh rasa hormat dan kagum.

Kenangan Keluarga dan Sahabat

Belasungkawa dari Penggemar dan Rekan

Kepergian Iie Sumirat menyebabkan kesedihan mendalam, bukan hanya di dalam keluarga, tetapi juga di kalangan penggemar dan rekan-rekan satu profesi. 

Banyak yang memberikan ungkapan belasungkawa dan kenangan manis atas jasa-jasa yang telah diberikan Iie kepada dunia bulutangkis. 

Kenangan akan ketegasan, sikap penyayangnya, dan dedikasinya dalam mencetak bintang-bintang baru dalam olahraga ini terus diingat oleh mereka yang pernah bersentuhan dengannya.

Para penggemar bulutangkis juga berduka. Mereka mengenang Iie sebagai sosok yang selalu hadir saat pertandingan, memberikan inspirasi serta semangat kepada para atlet muda. 

Ucapan belasungkawa mengalir deras di berbagai media sosial, menunjukkan betapa besar pengaruhnya terhadap banyak orang. 

Momen-momen kebersamaan dengan Iie Sumirat akan selalu dikenal sebagai kenangan berharga yang tak akan hilang seiring waktu.

Kepergian Iie Sumirat di tengah dalam perjalanan hidupnya meruntuhkan satu bagian penting dari sejarah bulutangkis Indonesia. 

Legenda bulutangkis Iie Sumirat tutup usia, namun jejak dan warisannya akan tetap hidup dalam setiap pertandingan yang dilakukan oleh generasi penerusnya. 

Dengan penuh rasa hormat, dukacita, dan rasa bangga, Iie Sumirat akan dikenang sebagai salah satu tokoh terbesar dalam sejarah olahraga In

 

Topik:

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement