Raudhah merupakan salah satu tempat paling istimewa di Masjid Nabawi, Madinah, terletak di antara makam Rasulullah SAW dan mimbar beliau, area yang dikenal sebagai "Raudhah" atau "Raudhatul Jannah" ini sering disebut sebagai taman surga.
Raudhah diyakini sebagai salah satu tempat mustajabah untuk berdoa. Maka tidak heran jika Raudhah tidak pernah sepi, antrian panjang tak mengenal waktu senantiasa mengular di pintu masuk Raudhah.
Raudhah memiliki keterbatasan kapasitas yang cukup signifikan. Area ini terbilang sempit sehingga tidak semua jemaah dapat mengaksesnya secara bersamaan. Terlebih banyak jamaah haji yang tahu cara mengunjungi Raudhah.
Sebagai informasi jika pada masa sebelum Covid-19, jamaah berebutan untuk masuk Raudhah, saat ini Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengatur dengan menggunakan sistem pendaftaran kolektif atau pendaftaran online secara mandiri melalui sebuah aplikasi bernama Nusuk
Sistem Pendaftaran Kolektif untuk Jemaah Haji
Salah satu skema pendaftaran yang digunakan untuk mengatur akses ke Raudhah adalah sistem pendaftaran kolektif. Sistem ini dilakukan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan para Pembimbing Bimbingan Ibadah (Bimbad) yang bertugas mendampingi jemaah.
Melalui sistem ini, petugas bertanggung jawab melakukan input data seluruh jemaah secara kelompok melalui platform resmi yang disediakan.
Setelah data dimasukkan, jemaah akan mendapatkan dokumen tasreh, yaitu surat izin resmi untuk memasuki area Raudhah. Dalam satu tasreh biasanya memuat puluhan nama jemaah dengan jumlah maksimal sekitar 50 orang tergantung kuota yang dialokasikan.
Peran ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom) sangat vital dalam memastikan seluruh anggota kelompok terdata dengan benar dan proses pendaftaran berjalan lancar.
Proses ini berjalan dengan koordinasi dan manajemen waktu yang ketat agar seluruh jemaah yang terdaftar mendapatkan jadwal kunjungan. Petugas mengatur agar jadwal tidak berbenturan dengan agenda ziarah lain yang juga kerap menjadi aktivitas utama saat di Madinah.
Dengan sistem kolektif ini, pemerintah bertujuan menjamin akses yang adil dan teratur bagi seluruh jemaah untuk menikmati kesempatan beribadah di Raudhah.
Cara Pendaftaran Mandiri Melalui Aplikasi Nusuk
Selain mekanisme kolektif, jemaah juga diberikan opsi untuk mendaftar secara mandiri melalui aplikasi Nusuk yang bisa diunduh pada ponsel pintar. Melalui aplikasi ini, jemaah dapat mengatur jadwal kunjungan sendiri tanpa harus melalui proses berkelompok. Berikut langkah-langkahnya
-
Mengunduh aplikasi Nusuk melalui PlayStore atau AppStore.
-
Lakukan registrasi pengguna dengan mengisi data seperti nomor visa, paspor, kebangsaan, nomor telepon, email, dan membuat password akun Nusuk.
-
Setelah proses registrasi, aplikasi akan mengirimkan nomor PIN dan kode verifikasi melalui email untuk mengaktifkan akun secara resmi.
-
Pada aplikasi Nusuk terdapat menu khusus untuk mengatur kunjungan ke Raudhah. Jemaah diminta memilih jenis kelamin terlebih dahulu karena pembagian jadwal diatur berdasarkan kategori ini.
-
Selanjutnya, mereka dapat menentukan tanggal serta jam kunjungan sesuai ketersediaan slot hari tersebut.
-
Setelah jadwal kunjungan dipilih dan dikonfirmasi, aplikasi akan mengeluarkan jadwal resmi yang nantinya harus ditunjukkan kepada petugas saat memasuki area Raudhah.
Pendaftaran mandiri ini ditujukan khususnya bagi jemaah muda yang melek teknologi, agar fleksibilitas dan kemudahan akses lebih optimal. Namun, sistem ini tetap terintegrasi dengan data pemerintah Arab Saudi guna menghindari duplikasi dan penyalahgunaan izin masuk.
Dengan penerapan sistem pendaftaran kolektif maupun mandiri serta aturan tertib di lapangan, kesempatan beribadah di Raudhah menjadi lebih teratur dan adil bagi seluruh jemaah haji Indonesia.
Kebijakan ini merupakan wujud pelayanan maksimal oleh pemerintah bersama petugas haji agar ibadah dapat berjalan lancar dan khusyuk di salah satu tempat suci paling utama dalam Islam.
