Advertisement

Cara Menghitung Harga Pokok Produksi (HPP)

18 October 2024 21:19 WIB

thumbnail-article

RDNE Stock project / Pexels .

Penulis: Aurora Amelia

Editor: Aurora Amelia

Harga Pokok Produksi (HPP) adalah total biaya yang diperlukan untuk memproduksi barang atau jasa yang kamu tawarkan. Hal ini mencakup segala hal, mulai dari bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, hingga overhead produksi. 

Buat kamu yang punya bisnis produksi, baik itu produksi barang fisik atau jasa, ngitung HPP itu penting banget buat nentuin harga jual yang pas dan tentunya biar tetap bisa untung.

Nah, sekarang kita akan bahas cara menghitung harga pokok produksi dengan langkah yang sederhana tapi tetap akurat. Siap? Yuk mulai!

Apa Itu Harga Pokok Produksi?

HPP merupakan total biaya yang kamu keluarin untuk membuat suatu produk. Tujuannya adalah supaya kamu tahu berapa besar biaya yang kamu keluarkan untuk menghasilkan barang tertentu, jadi kamu bisa nentuin harga jual yang realistis dan tetap untung.

HPP penting karena kalau kamu nggak tahu berapa besar biayanya, bisa-bisa harga jual kamu terlalu murah, dan tanpa sadar kamu justru mengalami kerugian. 

Atau, malah sebaliknya, harga jualnya terlalu tinggi dan akhirnya produkmu nggak laku. Nggak mau dong hal itu terjadi?

Rumus Menghitung Harga Pokok Produksi

HPP = Bahan Baku Langsung + Tenaga Kerja Langsung + Overhead Pabrik

Supaya lebih jelas, mari kita bahas satu per satu langkah cara menghitung harga pokok produksi.

1. Hitung Bahan Baku Langsung

Cara menghitung harga pokok produksi langkah pertama, kamu perlu menghitung total biaya bahan baku yang kamu gunakan selama periode tertentu. Misalnya, kalau kamu produksi keripik singkong, bahan baku kamu termasuk singkong, minyak, garam, dan bumbu lainnya.

Rumus menghitung bahan baku yang digunakan:

Bahan Baku yang Digunakan = Persediaan Awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku - Persediaan Akhir Bahan Baku

Misalnya:

Persediaan Awal Bahan Baku: Rp5.000.000

Pembelian Bahan Baku Selama Periode: Rp15.000.000

Persediaan Akhir Bahan Baku: Rp4.000.000

Jadi, bahan baku yang digunakan selama periode tersebut adalah:

Rp5.000.000 + Rp15.000.000 - Rp4.000.000 = Rp16.000.000

2. Hitung Biaya Tenaga Kerja Langsung

Setelah kamu tahu berapa bahan baku yang digunakan, selanjutnya adalah menghitung biaya tenaga kerja langsung, yakni gaji atau upah yang kamu bayarkan kepada pekerja yang langsung terlibat dalam proses produksi. 

Kalau di contoh keripik tadi, tenaga kerja langsung adalah pekerja yang menggoreng, membumbui, dan mengemas keripik.

Misalnya, dalam satu periode:

Total Gaji Pekerja Produksi: Rp8.000.000

3. Hitung Biaya Overhead Pabrik

Nah, ini yang sering kali bikin bingung, tapi tenang aja. Biaya overhead pabrik itu mencakup semua biaya yang diperlukan untuk menjalankan proses produksi, tapi nggak langsung berkaitan dengan bahan baku atau tenaga kerja. 

Contohnya: listrik untuk menjalankan mesin, biaya perawatan mesin, sewa tempat produksi, dan lain-lain.

Misalnya, dalam satu bulan kamu mengeluarkan biaya:

Listrik dan Air: Rp1.500.000

Sewa Tempat Produksi: Rp2.500.000

Perawatan Mesin: Rp500.000

Total overhead pabrik kamu selama periode ini adalah:

Rp1.500.000 + Rp2.500.000 + Rp500.000 = Rp4.500.000

4. Hitung Harga Pokok Produksi

Setelah kamu punya semua komponen biaya (bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik), kamu bisa menjumlahkannya untuk mendapatkan HPP.

Misalnya:

Bahan Baku yang Digunakan: Rp16.000.000

Tenaga Kerja Langsung: Rp8.000.000

Overhead Pabrik: Rp4.500.000

Jadi, HPP-nya adalah:

HPP = Rp16.000.000 + Rp8.000.000 + Rp4.500.000 = Rp28.500.000

Kesimpulan

Cara menghitung harga pokok produksi itu sebenarnya nggak terlalu sulit kalau kamu sudah paham komponennya. Yang penting adalah konsisten dalam mencatat semua biaya, baik bahan baku, tenaga kerja, maupun overhead pabrik. 

Dengan mengetahui HPP, kamu bisa lebih percaya diri dalam menetapkan harga jual dan tentunya memastikan bahwa bisnismu berjalan dengan sehat pastinya!

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement