Advertisement

Cara Menghitung Skor SKD dan SKB CPNS 2024 berdasarkan Aturan BKN

26 November 2024 20:39 WIB

thumbnail-article

Tes CPNS. Sumber: ANTARA. .

Penulis: Margareth Ratih. F

Editor: Margareth Ratih. F

Pentingnya SKD dan SKB dalam CPNS 2024 tidak dapat dipungkiri. Kedua tahapan ini merupakan kunci dalam proses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan berfungsi untuk menilai kemampuan dan kompetensi pelamar. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) memfokuskan pada pengujian kemampuan dasar, sedangkan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) mengukur kemampuan spesifik sesuai dengan formasi yang dilamar.

Jadwal pelaksanaan tes untuk SKB Non-Computer Assisted Test (CAT) dimulai dari 20 November hingga 17 Desember 2024. Ujian SKB dengan sistem CAT dijadwalkan berlangsung antara 9-20 Desember 2024. Setiap peserta wajib mengikuti setiap tahapan sesuai jadwal yang ditentukan.

Struktur penilaian SKD dan SKB

Berdasarkan ketentuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), bobot penilaian untuk SKD adalah 40 persen, sementara SKB memiliki bobot 60 persen. Penentuan bobot ini penting untuk memberikan proporsi yang tepat terhadap kemampuan dasar dan keahlian spesifik pelamar.

Unsur ujian dalam SKD

Dalam SKD, terdapat tiga unsur ujian utama yang harus dilalui pelamar. Unsur tersebut terdiri dari:

  1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK): Mengukur pemahaman tentang nasionalisme dan Bhinneka Tunggal Ika.
  2. Tes Intelegensia Umum (TIU): Mengukur kemampuan logika, analisis, dan penyelesaian masalah.
  3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP): Menilai karakter dan kepribadian pelamar.

Unsur ujian dalam SKB

SKB berfokus pada kompetensi sesuai dengan jabatan yang dilamar. Unsur ujian dalam SKB antara lain:

  1. SKB 1: Penilaian tes tertulis yang berfokus pada bidang kompetensi spesifik.
  2. SKB 2: Penilaian hasil wawancara, yang menilai sikap dan kelayakan pelamar di bidang yang dilamar.

Metode menghitung skor SKD

Rumus perhitungan nilai SKD

Untuk menghitung nilai SKD, pelamar dapat menggunakan rumus berikut:
[
\text{Nilai SKD} = \left( \frac{\text{Skor yang diperoleh}}{\text{Skor maksimum}} \right) \times 40% \times 100
]

Contoh perhitungan nilai SKD

Sebagai contoh, jika seorang pelamar mendapatkan skor 400 dari skor maksimum 550, maka perhitungannya adalah:
[
\text{Nilai SKD} = \left( \frac{400}{550} \right) \times 40% \times 100 = 29,09
]

Kriterian nilai tertinggi

Skor maksimum untuk SKD bervariasi tergantung pada jenis tes yang diberikan. Pelamar perlu mengetahui skor tertinggi yang bisa dicapai untuk menghitung nilai dengan akurat.

Metode menghitung skor SKB

Pembagian hasil penilaian SKB

Hasil penilaian SKB terdiri dari dua bagian, yakni SKB 1 yang berbentuk tes dan SKB 2 yang berbentuk wawancara. Penilaian SKB 1 memiliki bobot 50% dari nilai akhir, sementara SKB 2 memiliki bobot 30%.

Contoh perhitungan nilai SKB

Jika seorang pelamar mendapatkan skor 400 dari skor maksimum 550 pada SKB 1 dan mendapatkan skor wawancara 80, maka perhitungan untuk SKB adalah sebagai berikut:

  1. Perhitungan SKB 1:
    [
    \text{SKB 1} = \left( \frac{400}{550} \right) \times 50% \times 100 = 27,27
    ]
  2. Perhitungan SKB 2:
    [
    \text{SKB 2} = 80 \times 30% = 24
    ]
  3. Nilai final SKB:
    [
    \text{Nilai SKB Final} = (27,27 + 24) \times 60% = 30,76
    ]

Pengintegrasian nilai SKD dan SKB

Proses integrasi nilai dilakukan dengan menjumlahkan nilai akhir SKD dan nilai final SKB. Contoh perhitungan integrasi nilai adalah sebagai berikut:
[
\text{Integrasi SKD dan SKB} = \text{Nilai Akhir SKD} + \text{Nilai SKB Final}
]

Dengan contoh nilai:
[
\text{Integrasi SKD dan SKB} = 29,09 + 30,76 = 59,85
]

Dengan perhitungan yang cermat, pelamar CPNS 2024 dapat mempersiapkan diri untuk mengevaluasi peluang kelulusan berdasarkan nilai akhir yang diperoleh dari SKD dan SKB.

 

 

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement