Advertisement

Cara Menghitung Tetesan Infus dengan Akurat

16 October 2024 16:56 WIB

thumbnail-article

FOTO/M Risyal Hidayat / Antara .

Penulis: Aurora Amelia

Editor: Aurora Amelia

Kebayang nggak sih,  kalo cairan infus di rumah sakit itu  ngalir  seenaknya  aja  ke  tubuh  pasien? Bisa  bahaya  banget  pastinya!  Makanya,  ada  perhitungan  khusus  buat  nentuin  seberapa  cepat  tetesan  infus  harus  jatuh.  

Nah,  perhitungan  ini  penting  banget  dipelajari,  nggak  cuma  buat  calon  dokter  atau  perawat,  tapi  juga  buat  kamu  yang  kepo  dan  pengen  tau  lebih  banyak  tentang  dunia  medis.  

Yuk,  kita  ulik  cara menghitung tetesan infus  dengan  mudah  dan  akurat! 

Memahami Faktor Tetes Infus

Untuk menghitung tetesan infus dengan tepat, kamu perlu paham tentang faktor tetes. Ada dua jenis utama: makro dan mikro. Faktor tetes makro biasanya dipakai untuk orang dewasa. 

Di Indonesia, ada dua merek infus set yang umum digunakan. Infus set Otsuka punya faktor tetes 15 tetes/ml, sementara Terumo punya 20 tetes/ml. Faktor tetes makro juga dipakai untuk transfusi darah, biasanya dengan 15 tetes/ml.

Untuk anak-anak dengan berat badan di bawah 7 kg, dipakai faktor tetes mikro. Untuk dosis biasanya 60 tetes/ml. Perbedaan ini penting karena kebutuhan cairan anak-anak berbeda dari orang dewasa.

Memahami faktor tetes ini penting banget dalam cara menghitung tetesan infus. Tenaga medis harus tahu ini untuk memastikan pasien dapat cairan yang tepat sesuai kebutuhan mereka.

Rumus Menghitung Tetesan Infus

Untuk menghitung tetesan infus dengan tepat, kamu perlu memahami rumus dasarnya. 

Rumus umum untuk menghitung Tetesan Per Menit (TPM) adalah: (faktor tetes x volume cairan) / (60 x lama pemberian dalam jam).

Faktor tetes adalah elemen penting dalam perhitungan ini. Ada dua jenis faktor tetes yang umum digunakan: makro dan mikro.

Untuk infus set makro, faktor tetes bisa 15 atau 20 tetes/ml, tergantung mereknya. Misalnya, Otsuka menggunakan 15 tetes/ml, sedangkan Terumo menggunakan 20 tetes/ml. Untuk anak-anak dengan berat badan kurang dari 7 kg, biasanya digunakan faktor tetes mikro yaitu 60 tetes/ml.

Contoh perhitungan:

Jika dokter memerintahkan pemberian 500 ml cairan infus dalam 8 jam dengan faktor tetes 20, maka TPM-nya adalah: (500 x 20) / (60 x 8) = 20,83 atau dibulatkan menjadi 21 tetes/menit.

Pertimbangan Khusus dalam Pemberian Infus

Dalam menghitung tetesan infus, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Pertama, kondisi pasien sangat memengaruhi kebutuhan cairan. 

Pasien dengan shock atau kondisi kritis memerlukan cairan lebih banyak dibandingkan pasien yang stabil. Berat badan juga menjadi faktor penting dalam menentukan dosis cairan infus.

Penyakit tertentu juga mempengaruhi cara menghitung tetesan infus. Pasien dengan gangguan jantung atau ginjal membutuhkan pembatasan cairan. 

Jenis cairan infus juga perlu disesuaikan. Ada tiga jenis utama: hipotonik, isotonik, dan hipertonik. Masing-masing memiliki fungsi berbeda tergantung kondisi pasien.

Lama pemasangan infus juga menjadi pertimbangan penting. Infus yang dipasang lebih dari 72 jam meningkatkan risiko komplikasi seperti flebitis. Oleh karena itu, penggantian infus secara berkala sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko infeksi.

Kesimpulan

Cara menghitung tetesan Infus nggak sesusah yang kelihatannya, kok! Dengan memahami faktor tetes dan rumus dasarnya, kamu bisa memastikan pasien dapat cairan yang tepat sesuai kebutuhannya. 

Penting juga untuk memperhatikan kondisi pasien, jenis cairan, dan lama pemasangan infus supaya pemberian infus aman dan efektif.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement