Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi sejumlah daerah di Indonesia berpotensi tinggi mengalami banjir pada Desember 2024.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan, potensi banjir pada bulan ini, khususnya selama periode Natal dan tahun baru, disebabkan oleh fenomena La Nina yang berlangsung mulai akhir 2024 hingga April 2025.
Dilansir dari laman resmi BMKG,berikut prakiraan BMKG mengenai wilayah rawan atau berpotensi tinggi dilanda banjir pada 1-10 Desember 2024, 11-20 Desember 2024, dan 21-31 Desember 2024.
Prediksi Awal: Rawan Banjir 1-10 Desember 2024
Daerah Banten
Wilayah Banten, khususnya di daerah Lebak, Pandeglang, dan Serang, tercatat sebagai area yang berisiko menghadapi banjir. Kondisi geografis yang berada di sekitar aliran sungai membuat daerah ini rentan terhadap limpasan air yang berlebihan.
Daerah Jawa Barat
Jawa Barat juga termasuk dalam daftar daerah rawan banjir selama periode ini. Kota-kota seperti Bandung, Bogor, Ciamis, Cianjur, Garut, dan Sukabumi merupakan daerah yang harus diwaspadai. Peningkatan curah hujan dapat dengan cepat menyebabkan genangan air di daerah pemukiman dan infrastruktur.
Daerah Jawa Tengah
Dalam Jawa Tengah, beberapa daerah yang diidentifikasi berpotensi mengalami banjir meliputi Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen. Kelebihan curah hujan di wilayah ini dapat meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor, sehingga masyarakat diharapkan untuk lebih waspada.
Peringatan 11-20 Desember 2024
Menjelang pertengahan bulan Desember, BMKG mengeluarkan peringatan lebih lanjut mengenai daerah yang akan menghadapi potensi banjir terus meningkat.
Wilayah di Banten
Daerah Lebak dan Pandeglang tetap menjadi titik perhatian pada periode ini. Dengan intensitas curah hujan yang masih tinggi, risiko banjir di kedua daerah tersebut terus berlanjut dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
DaerahJawa Barat
Majalengka dan Sukabumi menjadi daerah yang diwaspadai. Dengan saluran drainage yang sering kali tidak memadai, limpasan hujan dapat membawa risiko genangan yang signifikan, terutama di kawasan perkotaan.
Daerah di NTT
Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kupang dan Timor Tengah Selatan, juga teridentifikasi sebagai wilayah rawan banjir. Geografi NTT yang terdiri dari banyak pulau dapat menyebabkan kesulitan dalam mobilitas dan penanganan bencana.
Proyeksi Terakhir: 21-31 Desember 2024
Memasuki akhir bulan Desember, prediksi BMKG menunjukkan bahwa beberapa daerah akan mengalami ancaman banjir yang berkelanjutan.
Rawan di Banten
Pandeglang menunjukkan kekhawatiran yang terus berlanjut, dengan risiko banjir yang cukup signifikan karena curah hujan yang masih tinggi.
Daerah Sulawesi Selatan
Di Sulawesi Selatan, daerah yang harus diwaspadai termasuk Barru, Gowa, Kota Makassar, Maros, dan Pangkajene Kepulauan. Dengan adanya faktor-faktor atmosferik yang tidak mendukung, curah hujan dapat menyebabkan loosening soil dan mengakibatkan banjir.
Waspada Banjir di Daerah Lain
Masyarakat di daerah lain tetap diingatkan untuk mewaspadai potensi banjir. Beberapa daerah di wilayah yang lebih luas seperti di Bali dan Maluku juga menunjukkan indikasi curah hujan yang signifikan, berpotensi mengganggu kehidupan sehari-hari.
Faktor Penyebab Banjir Desember 2024
Terdapat beberapa faktor penyebab yang mendasari potensi banjir yang tinggi pada bulan Desember 2024.
Fenomena La Nina
Salah satu penyebab utama adalah fenomena La Nina yang diperkirakan akan berlanjut hingga April 2025. Kondisi ini menyebabkan peningkatan curah hujan secara signifikan di banyak daerah di Indonesia, terutama selama bulan-bulan akhir tahun hingga awal tahun berikutnya.
Dinamika Atmosfer
Dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Cold Surge juga memegang peranan penting dalam peningkatan curah hujan. Kedua fenomena ini berkontribusi pada perubahan pola cuaca di Indonesia, yang dapat memperburuk situasi cuaca ekstrem.
Potensi Cuaca Ekstrem
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometrologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Perhatian khusus diharapkan pada periode Natal dan Tahun Baru, ketika aktivitas manusia meningkat dan risiko bencana menjadi lebih tinggi.
