Advertisement

3 Ciri QRIS Palsu dan Cara Mengenali Keasliannya

02 December 2024 11:17 WIB

thumbnail-article

Transaksi dengan Qris. Sumber: ANTARA. .

Penulis: Margareth Ratih. F

Editor: Margareth Ratih. F

QRIS, atau Quick Response Code Indonesian Standard, adalah sistem pembayaran yang mempermudah transaksi keuangan di Indonesia dengan menggunakan kode QR. Sistem ini memungkinkan pengguna melakukan pembayaran hanya dengan memindai kode QR melalui aplikasi mobile banking, e-wallet, atau mesin pembayaran yang telah terintegrasi dengan QRIS. Dengan mengadopsi teknologi ini, transaksi menjadi lebih cepat, efisien, dan aman.

Jenis-jenis penipuan QRIS

Seiring dengan popularitas QRIS, muncul juga berbagai modus penipuan yang memanfaatkan sistem ini. Salah satu modus yang paling umum adalah penggunaan QRIS palsu. Pelaku akan menciptakan kode QR yang menyerupai kode asli dari merchant atau lembaga tertentu, dan kemudian melakukan penipuan dengan cara mengarahkan korban untuk melakukan transaksi menggunakan kode tersebut. Penipuan semacam ini dapat mengakibatkan hilangnya uang dari akun korban secara drastis dan cepat.

Keamanan sistem QRIS

Bank Indonesia bersama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan lembaga terkait lainnya terus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya keamanan dalam transaksi menggunakan QRIS. Meskipun QRIS dibangun dengan standar keamanan yang tinggi, bukan berarti pengguna tidak memiliki tanggung jawab. Pengguna perlu selalu waspada dalam setiap transaksi untuk mencegah terjadinya penipuan.

Ciri-ciri QRIS Palsu

Indikator utama QRIS palsu

Salah satu indikator utama bahwa QRIS yang diperoleh adalah palsu adalah tidak adanya legitimasi dari merchant yang dituju. QRIS asal biasanya tidak tercantum nama dan informasi merchant yang benar. Selain itu, QRIS palsu sering kali tidak memiliki desain yang sesuai standar dari Bank Indonesia.

Perbedaan dengan QRIS asli

QRIS asli akan memiliki logo dan informasi yang jelas tentang merchant. Pengguna dapat membedakan QRIS palsu dari yang asli dengan memeriksa tampilan fisik dan elemen yang disertakan pada kode tersebut. QRIS asli juga biasanya dicetak dengan kualitas baik dan pada bahan yang tahan lama, sedangkan QRIS palsu mungkin menggunakan bahan yang lebih murah.

Tanda kejanggalan pada QRIS

Beberapa tanda kejanggalan pada QRIS palsu termasuk kesalahan penulisan nama merchant, desain yang tidak konsisten, atau ketiadaan informasi penting yang biasanya terdapat pada QRIS resmi. Pengguna juga disarankan untuk mencermati URL yang ditampilkan setelah pemindaian, dan memastikan bahwa link tersebut valid dan aman.

Cara memastikan keaslian QRIS

Melakukan pengecekan melalui aplikasi resmi

Salah satu cara terbaik untuk memastikan keaslian QRIS adalah dengan memindai kode QR hanya melalui aplikasi resmi dari lembaga atau merchant yang bersangkutan. Aplikasi tersebut biasanya memiliki fitur untuk mengecek keaslian QRIS dan memastikan bahwa tidak ada transaksi yang mencurigakan.

Mempertimbangkan sumber QRIS

Pengguna perlu sangat hati-hati dalam memilih sumber QRIS. QRIS sebaiknya hanya diperoleh dari tempat yang terpercaya, seperti langsung dari merchant atau melalui media resmi. Menghindari QRIS yang ditemukan secara acak di tempat umum atau dari orang yang tidak dikenal adalah langkah preventif yang baik.

Memeriksa nama merchant dan notifikasi

Satu langkah penting lain yang perlu diambil adalah memeriksa nama merchant yang tertera pada QRIS. Pastikan nama merchant sesuai dengan tempat yang dikunjungi. Selain itu, pengguna harus selalu memperhatikan notifikasi yang diterima setelah melakukan transaksi. Jika tidak menerima notifikasi pembayaran, sebaiknya transaksi tersebut dibatalkan dan diperiksa lebih lanjut.

Langkah pencegahan dalam transaksi QRIS

Pentingnya tidak membagikan QR Code pribadi

Sebuah langkah pencegahan yang sangat penting adalah menjaga kerahasiaan QR Code pribadi. Pengguna perlu menyadari bahwa membagikan QR Code, seperti QR Code kartu vaksin atau informasi sensitif lainnya, dapat menyebabkan penyalahgunaan data. Menghindari pengunggahan informasi pribadi di media sosial menjadi penting untuk menjaga keamanan diri.

Menghindari transaksi di luar batas nominal

Sistem QRIS telah menetapkan batas maksimum transaksi, biasanya sebesar Rp10.000.000 per transaksi. Jika ada permintaan untuk melakukan transaksi yang melebihi jumlah tersebut, pengguna harus waspada. Menghindari transaksi dengan nominal yang tidak wajar dapat mencegah kerugian finansial.

Memahami jenis transaksi QRIS yang aman

QRIS terdapat beberapa jenis transaksi, seperti Merchant Presented Mode (MPM) Statis, MPM Dinamis, dan Customer Presenter Mode (CPM). Memahami jenis transaksi yang digunakan dapat membantu pengguna mengambil langkah yang tepat saat melakukan pembayaran. 

Misalnya, untuk transaksi MPM Statis, pengguna hanya perlu memindai QRIS tanpa perlu memasukkan nominal, sedangkan untuk MPM Dinamis, merchant biasanya akan memberikan kode QR setelah jumlah telah ditentukan.

Dengan mengetahui ciri-ciri QRIS palsu dan langkah-langkah untuk memastikan keasliannya, pengguna dapat lebih waspada dalam bertransaksi dan melindungi diri dari penipuan. Keamanan dalam bertransaksi QRIS adalah tanggung jawab bersama, baik bagi pengguna maupun merchant.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement