Advertisement

Daftar 5 Taman Nasional di Indonesia yang Masuk Warisan Dunia UNESCO dan ASEAN

12 November 2025 19:35 WIB

thumbnail-article

Keindahan alam di taman Baluran Sumber: trenmedia.co.id.

Penulis: Ely Alwiyah

Editor: Ely Alwiyah

Indonesia dikenal dengan julukan negeri megabiodiversitas,karea ribuan spesies flora dan fauna langka hidup di berbagai penjuru nusantara. Menjadi rumah bagi berbagai macam makhluk hidup, dari puncak gunung tertinggi hingga di dasar laut terdalam. Keragaram hayati ini membuat indonesia memiliki sejumlah taman nasional yang mendapatkan pengakuan internasional dari UNESCO dan ASEAN.

Terdapat 5 taman nasional di Indonesia yang masuk ke dalam daftar warisan dunia UNESCO dan ASEAN, diantaranya:

Taman Nasional Lorentz di Papua

Taman Nasional Lorentz terletak di Papua dan merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara dengan luas mencapai 2,35 juta hektar. Kawasan ini membentang dari Puncak Jaya hingga pesisir Laut Arafura.

Letaknya yang strategis menjadikannya sebagai penghubung antara berbagai ekosistem yang bervariasi, mulai dari pegunungan, hutan hujan tropis, hingga pesisir pantai.

Taman ini merupakan rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna yang langka dan khas, seperti burung cendrawasih, kanguru pohon, dan puyuh salju. Selain itu, vegetasi seperti sarang semut, nipah, dan bakau tumbuh subur.

Salah satu daya tarik utama Taman Nasional Lorentz adalah sebuah puncak legendaris berdiri kokoh, masuk kedalam tujuh puncak tertinggi dunia (Seven Sumit). Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid, yang memiliki ketinggian 4.884 mdpl.

Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh

Taman Nasional Gunung Leuser terletak di Aceh dan Sumatera Utara, dengan luas mencapai 838 ribu hektar. Taman ini diakui sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO, Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera dan Taman Warisan ASEAN.

Keberadaan hutan hujan tropis menjadikan Taman Nasional Gunung Leuser rumah bagi ribuan spesies tumbuhan dan ratusan satwa liar langka yang menghuni sekitar 838 ribu hektar taman ini. Termasuk habitat bagi empat satwa ikonik Indonesia: Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Badak Sumatera, dan Orangutan Sumatera.

Flora yang ada di Taman Nasional Gunung Leuser juga sangat menarik, dengan spesies seperti titan arum dan Rafflesia arnoldii yang menjadi daya tarik tersendiri.

Taman Nasional Baluran di Jawa Timur

Taman Nasional Baluran, yang terletak di JAVa Timur, dijuluki "Africa van Java" karena panorama savana yang menakjubkan. Dengan luas sekitar 10 ribu hektar.

Letaknya berada di perbatasan Situbondo dan Banyuwangi, Taman Nasional Baluran menyajikan padang rumput yang luas dengan view kemegahan Gunung Baluran.

Menjadi rumah bagi berbagai satwa endemik Indonesia, seperti banteng Jawa, rusa timor, merak hijau, dan macan tutul Jawa. Belum lagi keragaman flora, seperti widoro bukol dan mimba, juga menambah pesona taman Baluran ini.

Taman Nasional Ujung Kulon di Banten

Taman Nasional Ujung Kulon adalah taman nasional tertua di Indonesia dan memiliki sejarah panjang sejak letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883.

Kawasan ini menjadi salah satu situs penting dalam upaya konservasi alam, karena merupakan habitat alami bagi badak jawa, jenis badak yang paling terancam punah di dunia.

Dengan luas sekitar 122 ribu hektar, taman ini menyediakan lingkungan yang ideal bagi badak jawa untuk berkembang biak. Taman ini juga menjadi rumah bagi owa jawa, kubung sunda, dan berbagai jenis burung endemik,

Taman Nasional Ujung Kulon telah mendapatkan pengakuan internasional dan penghargaan dari berbagai lembaga. UNESCO menetapkan Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Dunia.

UN Environment Program juga memberikan penghargaan Environmental Enforcement Recognition of Excellence atas upaya konservasinya.

 

Taman Nasional Wakatobi di Sulawesi Tenggara

Terakhir, Taman Nasional Wakatobi dengan luas mencapai 1,39 juta hektar, di Sulawesi Tenggara mendapat pengakuan dari UNESCO dan lembaga international lainnya.

Salah satu daya tarik utama Taman Nasional Wakatobi adalah keberadaan karang atol yang panjang. Karang atol di Wakatobi panjangnya mencapai 48 kilometer, menjadikannya salah satu yang terpanjang di dunia. Ekosistem karang ini menjadi habitat bagi beragam spesies ikan dan berbagai hewan laut lainnya.

Taman Nasional Wakatobi diakui sebagai Cagar Biosfer UNESCO dan Taman Warisan ASEAN. Dihuni oleh kawanan penguasa laut seperti penyu sisik, penyu hijau, ikan napoleon, lumba-lumba totol, sampai cerak melayu. Ekosistem di sana juga diseimbangkan oleh tumbuhan lamun dan bakau sejati.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement