Waspada! BMKG Prediksi Beberapa Wilayah akan Terkena Cuaca Ekstrem

27 Maret 2024 15:03 WIB

Narasi TV

Ilustrasi - Seorang warga menyeberangi Jalan Laksda Adisucipto saat hujan lebat mengguyur Kota Yogyakarta pada 2023 lalu. Sumber: ANTARA.

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Margareth Ratih. F

Cuaca ekstrem diprediksi akan melanda beberapa wilayah di Indonesia. Mayoritas provinsi di Indonesia diprediksi akan mengalami hujan sedang hingga lebat pada masa transisi atau pancaroba pekan ini.

Informasi ini berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang mencatat bahwa sebagian besar wilayah, terutama bagian selatan Indonesia, sedang mengalami masa pancaroba dari musim hujan menuju musim kemarau.

BMKG menuliskan dalam Prospek Cuaca Seminggu ke Depan Periode 26 Maret-1 April bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan akan terjadi di beberapa wilayah.

"Pada sepekan ke depan masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah pesisir barat Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan kecuali Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku, dan Papua," tulis BMKG.

Menyikapi hal tersebut, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda di berbagai wilayah Indonesia.

Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan dampak lainnya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin selama seminggu ke depan.

Prediksi wilayah yang terkena cuaca ekstrem

Berikut Daerah-daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem tersebut antara lain:

  •         26–27 Maret

Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur;

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

  •         28–29 Maret

Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur;

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

  •         30 Maret–1 April

Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur;

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Analisa Cuaca BMKG

BMKG juga melakukan analisis cuaca yang mencakup faktor-faktor fenomena atmosfer yang mempengaruhi pertumbuhan awan hujan selama seminggu ke depan.

Pertama, ada aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial yang diprediksi aktif di beberapa wilayah seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi bagian utara dan tengah, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Kedua, terdapat gelombang atmosfer Kelvin yang diprediksi aktif di wilayah Jawa bagian barat, Kalimantan Timur dan Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Papua.

Ketiga, ada Sirkulasi Siklonik yang terpantau di daratan Australia bagian utara yang membentuk daerah konvergensi memanjang dari Samudra Hindia Selatan NTT hingga Australia bagian utara. Selain itu, daerah konvergensi lainnya juga terpantau di beberapa wilayah di Indonesia.

Tujuan dari penyampaian prediksi cuaca dan analisis ini adalah untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dalam mengantisipasi dan menghadapi potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba ini.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR