Advertisement

Dari Beijing, Presiden Prabowo Tiba di Amerika Serikat Untuk Temui Joe Biden Bahas Kerjasama

12 November 2024 15:15 WIB

thumbnail-article

Sumber: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Amerika Serikat, pada Minggu, 10 November 2024, sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Setibanya di bandara, ia disambut oleh Penjabat Kepala Protokol Amerika Serikat Ethan Rosenzweig dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Republik Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian lawatan internasional yang diawali dari Beijing, Tiongkok, tempat Prabowo melakukan pertemuan dengan pemimpin China sebelum berangkat menuju AS.

Selama di Washington, Presiden Prabowo diagendakan untuk mengadakan beberapa pertemuan penting, termasuk pertemuan langsung dengan Presiden Joe Biden, yang dijadwalkan berlangsung di Gedung Putih pada 12 November 2024.

Dalam rangkaian kunjungannya, Prabowo juga didampingi oleh sejumlah menteri, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Investasi Rosan Roeslani.

Tujuan Kunjungan Prabowo

Kunjungan Presiden Prabowo ke Amerika Serikat bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan AS.

Selain memperkuat persahabatan, Prabowo berharap dapat menggali potensi kerja sama, khususnya dalam sektor mineral yang menjadi fokus utama pembicaraan.

Dalam pengantar sebelum keberangkatannya, Prabowo menegaskan bahwa kunjungannya ini tidak bisa dihindari lantaran nilai strategisnya, di mana ia ingin menyelesaikan sejumlah masalah penting yang berpotensi memengaruhi ekonomi Indonesia.

Kunjungan ini diharapkan membawa hasil positif bagi kedua negara, terutama dalam kerjasama di bidang mineral.

Agenda Pertemuan Penting dengan Joe Biden

Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Joe Biden dijajaki untuk membahas lebih dalam mengenai kerja sama di sektor mineral, khususnya dalam hal pengaturan dan standar lingkungan yang diperlukan.

Salah satu agenda penting yang akan dibahas adalah "Critical Mineral Agreement" (CMA), yang berfokus pada potensi eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral, terutama nikel yang merupakan komponen kunci dalam baterai kendaraan listrik.

Selain itu, kedua pemimpin juga diharapkan menyusun kesepakatan perdagangan yang saling menguntungkan, serta sinkronisasi kebijakan lingkungan yang dapat mendukung keberlanjutan proyek-proyek yang mereka rencanakan.

Pertemuan ini menjadi titik penting dalam memperkuat kedudukan Indonesia sebagai pemasok utama mineral penting ke Amerika Serikat.

Rencana Pertemuan Lanjutan

Setelah agenda di Washington DC, Presiden Prabowo direncanakan akan menghadiri KTT APEC di Peru. Dalam forum ini, ia akan berpartisipasi dalam diskusi yang lebih luas mengenai pertumbuhan ekonomi dan kerjasama regional di kawasan Asia Pasifik.

Selain itu, Prabowo juga dijadwalkan untuk berkontribusi dalam KTT G20 di Brasil, yang akan mempertemukan 20 negara ekonomi terbesar di dunia.

Pada KTT tersebut, diharapkan ada peluang untuk berinteraksi kembali dengan para pemimpin, termasuk kemungkinan pertemuan dengan calon presiden terpilih Donald Trump, yang juga bisa menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral.

Pertemuan di APEC dan G20 ini akan melanjutkan diskusi-diskusi yang dibahas selama kunjungan Prabowo ke AS, terutama dalam hal kebijakan ekonomi dan kerjasama internasional di bidang sumber daya mineral.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement