Advertisement

Dituduh Terhubung Elit Politik PDIP, Eks BEM UGM Tiyo Tegaskan Siapa Menuding Harus Buktikan

25 June 2026 15:11 WIB

thumbnail-article

Eks BEM UGM Tiyo Ardiyanto Sumber: Instagram@tiyoardianto_.

Penulis: Desinta

Editor: Desinta

Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardiyanto, secara tegas menanggapi tudingan yang menyebut dirinya memiliki kedekatan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Tiyo memandang tuduhan tersebut sebagai upaya untuk mengalihkan perhatiannya. Ia memilih fokus pada hal-hal strategis dan substansial dalam perjuangannya sebagai individu yang independen, tanpa afiliasi langsung dengan partai politik manapun.

"Hari ini saya kira memang tuduhan itu dilakukan untuk menyibukkan saya. Jadi saya pribadi memilih fokus untuk pada hal-hal yang strategis dan hal-hal substantif," kata Tiyo saat ditemui di UGM, Sleman, dikutip dari Detik, Kamis (25/6/2026).

Tiyo menjelaskan tuduhan kedekatan dengan pihak-pihak tertentu merupakan sebuah 'cocoklogi' tanpa dasar kuat. Ia menegaskan sebagai individu yang merdeka, ia berkomitmen agar kekuasaan berjalan dengan baik dan benar, bukan untuk berafiliasi dengan jaringan politik tertentu.

"Terkait kedekatan dengan pihak-pihak tertentu, saya kira orang bisa melakukan cocoklogi macam-macamlah. Saya tetap independen sebagai individu yang merdeka, yang ingin supaya kekuasaan hari ini berjalan dengan benar," tegasnya.

Tuduhan Pinjaman Mobil Operasional

Selain terkait kedekatan politik, Tiyo juga menghadapi tudingan pinjaman sebuah mobil Fortuner yang digunakan dalam aktivitasnya.

Ia menegaskan tuduhan tersebut tidak disertai bukti yang dapat dipercaya. Ia justru mempertanyakan kapabilitas orang yang menudingnya tersebut. Apalagi, kata Tiyo, tudingan itu muncul dari kelompok orang yang mengaku sebagai Aliansi BEM Fakultas Bersatu.

"Saya kira lagi-lagi ya, pertanyaan saya kan satu, itu kan tudingan yang dilakukan oleh BEM Fakultas Bersatu. BEM Fakultas Bersatu itu aliansi yang saya sendiri baru tahu. Setelah saya lihat beberapa organisasi yang ada di kampus tempat mereka berkuliah, itu kan kemudian mengklarifikasi bahwa 14 orang itu yang mengaku aliansi BEM Fakultas Bersatu ada yang ternyata bukan mahasiswa, ada yang sudah lulus, ada yang bukan ketua BEM tapi ngaku ketua BEM," ujar Tiyo.

Tiyo sangat menekankan prinsip bahwa siapapun yang menuding harus mampu membuktikan tuduhannya.

"Saya enggak pernah menampilkan apa pun yang berkaitan dengan kendaraan atau apa. Sehingga ini tudingan yang saya kira kalau dalam bahasa hukum ya, yang menuding ya yang harus membuktikan," lanjutnya.

Tuduhan Harus Dibuktikan

Tiyo berkata, dirinya menolak untuk menjawab tuduhan-tuduhan yang bersifat spekulatif dan tidak berdasar, termasuk tudingan terkait orientasi seksual maupun klaim status keluarganya yang tidak relevan dengan aktivitas perjuangannya.

"Saya itu kan sudah dituding macam-macam. Saya dituding sebagai LGBT, gara-gara waktu itu saya belum ada pacar. Saya dituding anaknya Abah, karena pernah satu forum dengan Mas Anies ketika forum alumni ketua BEM. Berbagai tudingan itu dihantamkan pada saya," ucap Tiyo.

Semua tuduhan tersebut menurutnya sengaja diarahkan untuk melemahkan dan mengalihkan perhatiannya. Ia percaya bahwa waktu dan narasi yang benar akan menjadi bukti obyektif dalam menilai kebenaran tuduhan tersebut.

"Biarlah waktu yang menentukan apakah tudingan itu benar atau keliru. Biarlah narasi yang saya ucapkan yang jadi ukuran, apakah tudingan itu benar atau keliru. Karena hanya dengan itu cara kita untuk mengukur apakah kita itu adalah sosok yang independen atau kita adalah patron, berpatron pada pihak-pihak tertentu," imbuhnya.

Tudingan dari BEM Bersatu

Diketahui sebelumnya, dalam sebuah konferensi pers, Selasa (16/6/2026), perwakilan dari BEM Bersatu Rahmat Djimbula menuduh Tiyo memiliki kedekatan dengan elit politik dan militer, khususnya Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.

Tuduhan ini didasarkan pada penggunaan kendaraan yang terdaftar atas nama Siti Nuraeni, yang merupakan adik dari Setyo Sularso. Menurutnya, keterkaitan tersebut diperkuat oleh kehadiran beberapa tokoh PDIP yang terlibat dalam aksi yang dikomandoi Tiyo.

"Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," ucap Djimbula, dikutip dari Detik.

BEM Bersatu menganggap adanya jejaring antara Tiyo dan tokoh-tokoh strategis yang harus dicermati secara serius, terutama dalam konteks gerakan mahasiswa yang seharusnya berada di luar pengaruh politik praktis.

Landasan yang Djimbula sampaikan adalah bahwa Tiyo dijadwalkan akan hadir dalam dialog yang berisi tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa. Inilah yang menjadi dasar mereka menyebut Tiyo memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu.

"Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati," ucapnya.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement