Ketika manusia telah berusaha namun takdir yang terjadi tak sesuai harapan, Islam mengajarkan untuk bersikap ikhlas. Salah satunya dengan berdoa agar dapat menerima takdir Allah Swt. dengan lapang dada.
Dalam kehidupan di dunia, manusia kerap kali merasa takdir yang terjadi tidak sesuai dengan ekspektasi, padahal kita sudah merasa melakukan semaksimal mungkin.
Ketika mendapati takdir yang tak sesuai keinginan, sulit rasanya untuk berdamai. Baik itu perihal jodoh, karier, atau lainnya, sulit bagi manusia untuk merelakan takdir yang tak sesuai harapan.
Dalam Islam, saat kita berada di titik itu, kita harus terus menjaga keimanan kepada Allah Swt. karena Allah telah menggariskan takdir dengan sebaik-baiknya.
Oleh karenanya, untuk berdamai dengan situasi tersebut, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa berdoa agar diberikan kekuatan untuk menerima takdir Allah Swt.
Doa agar ikhlas menerima takdir Allah
Mengutip dari laman NU Online, saat berada dititik terendah, kita dianjurkan untuk mengucapkan kalimat berikut:
حَسْبِىَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Hasbiyallāhu wa ni‘mal wakil.
Artinya: “Cukuplah Allah bagiku dan ia sebaik-baik wakil.”
Semangat anjuran ini bukan hanya terletak pada pelafalan kalimat Hasbiyallāhu wa ni‘mal wakīl, tetapi lebih pada penguasaan emosi dan penguatan mental serta berpasrah diri kepada Allah Swt.
Anjuran tersebut termuat dalam sebuah hadis Rasulullah saw. berikut:
عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ رَضِىَ اللَّهُ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَضَى بَيْنَ رَجُلَيْنِ فَقَالَ الْمَقْضِىُّ عَلَيْهِ لَمَّا أَدْبَرَ حَسْبِىَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ جَلَّ ثَنَاؤُهُ يَلُومُ عَلَى الْعَجْزِ وَلَكِنْ عَلَيْكَ بِالْكَيْسِ فَإِذَا غَلَبَكَ أَمْرٌ فَقُلْ حَسْبِىَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Artinya: Dari Auf bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. memutuskan perkara di antara dua orang. Orang yang berperkara ketika berpaling mengucap Hasbiyallāhu wa ni‘mal wakīl. Rasulullah kemudian bersabda: “Allah mencela kelemahan. Sebaliknya, kau harus kuat. Jika kau dirundung oleh suatu masalah, hendaknya mengucap Hasbiyallāhu wa ni‘mal wakīl.” (HR. Abu Daud, An-Nasai, dan Al-Baihaqi)
Doa agar ikhlas menerima takdir versi lain
Selain doa di atas, terdapat pula doa lain yang dapat diamalkan ketika berada di titik terendah dalam hidup. Doa tersebut adalah sebagai berikut:
بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِيْنِيْ. اَللَّهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا قُدِّرَ لِيْ حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ وَلَا تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ
Bismillâhi ‘ala nafsi wa mali wa dini. Allahumma radhdhini bi qada'ika, wa barik li fina quddira li hatta la uhibba ta'jila ma akhkharta, wa la ta'khira ma'ajjalta.
Artinya: “Dengan nama Allah yang menguasai diri, harta, dan agamaku. Tuhanku, kondisikan batinku agar rela menerima ketentuan-Mu. Berkatilah aku pada semua yang ditakdirkan untukku sehingga aku enggan menyegerakan apa yang Kau tunda dan enggan menunda apa yang Kau segerakan.”
