Doa buka puasa Tarwiyah dan Arafah penting diketahui umat Islam yang berniat menjalankan pyasa Sunnah sebelum Hari Raya Idul Adha ini. Dalam kalender Hijriah, puasa sunnah ini dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah.
Berdasarkan keputusan resmi hasil sidang isbat Kemenag, 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Minggu, 17 Mei 2026. Karena itu, umat muslim dapat menjalankan puasa Tarwiyah dai hari Senen, 25 Mei 2026, sementara puasa Arafah dilakukan keesokan harinya yaitu hari Selasa, 26 Mei 2026.
Puasa Tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah, didasarkan pada satu redaksi hadits, bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun.
Sedangkan puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah, puasa ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji. Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa-puasa lainnya. Adapun tentang keutamaan puasa Arafah, didasarkan pada hadits berikut ini:
صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً
Artinya: Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah).
Tata Cara dan Niat Puasa Tarwiyah serta Arafah
Sebelum menjalankan puasa Tarwiyah, umat Islam disunnahkan membaca niat puasa sebagai tanda kesungguhan dan keridhaan. Niat puasa Tarwiyah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'ala.”
Niat ini dapat dibaca pada malam hari sebelum puasa atau di pagi hari sebelum waktu imsak.
Demikian pula untuk puasa Arafah, niatnya penting untuk dimantapkan saat menjalankan puasa sunnah pada tanggal 9 Dzulhijjah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Arafata sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’ala.”
Dengan membaca niat ini, ibadah puasa menjadi lebih sempurna dan diterima oleh Allah SWT.
Doa Buka Puasa Tarwiyah dan Arafah
Saat berbuka puasa Tarwiyah atau Arafah, disunnahkan membaca doa sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah telah diberikan kesempatan melaksanakan ibadah tersebut. Doa buka puasa yang pertama adalah:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”
Doa Buka Puasa Versi Kedua dan Keutamaannya Sesuai Hadits
Selain doa pertama, ada doa buka puasa lain yang diriwayatkan dalam hadits shahih dan dianggap lebih otentik, yaitu:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.
Artinya: “Telah hilang dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan jika Allah menghendaki.”
Doa ini sangat dianjurkan dan mengandung pengharap agar pahala puasa terus terjaga dan diterima oleh Allah SWT.
Baca Juga:Hasil Resmi Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh Pada Rabu 27 Mei 2026
