Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 2 Edy Rahmayadi menyatakan keputusan maju ke Pilkada Sumut karena tak ingin Bobby Nasution, menantu Presiden yang menjabat sekarang, menduduki kursi pimpinan di Sumut.
Pernyataan tersebut Edy sampaikan saat mengikuti pertemuan pengurus PDI-P di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumut, Senin (30/9/2024).
"Sebenarnya, saya tidak mau jadi gubernur lagi karena usia saya mau 64 tahun. Kalau saya tidak jadi gubernur, gubernur saya nanti Bobby (Nasution). Saya tahu pasti yang berat dengan kekurangan. Kalau diikuti tidak sanggup saya,” ujar mantan Ketua PSSI tersebut, dikutip dari Kompas.com.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa ia merasa Bobby Nasution tak memiliki kriteria yang pantas untuk memimpin Sumatra Utara.
“Saya tidak mau 16 juta penduduk dipimpin orang yang belum sidik, adalah bersih akhlak, yang siap memberikan amanah," tutur Edy.
Keterangan tersebut disampaikan Edy karena Bobby kini tengah dikaitkan dengan kasus suap mantan Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba.
Mau diusung PDIP agar Bobby tak menang
Saat melakukan kampanye di Labuhanbatu Selatan pada Selasa (1/10), Edy Rahmayadi kembali sindir Bobby Nasution dalam pidatonya. Ia menyebut bahwa Bobby merupakan salah satu latar belakang mengapa ia mau diusung oleh PDIP dalam Pilkada 2024.
Dalam kampanyenya, ia bercerita tentang bagaimana akhirnya ia bisa diusung oleh partai berlogo kepala banteng tersebut.
"Saya belum pernah berada di PDI Perjuangan. Bahkan selalu berada di seberang PDI Perjuangan," kata Edy dikutip dari CNNIndonesia.
Sebelumnya dalam Pilpres 2024, Edy merupakan Ketua Tim Kampanye Daerah AMIN di Sumatera Utara. Ia berseberangan dengan PDIP yang kala itu mengusung paslon Ganjar Pranowo-Mahfud Md.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tadinya ia hendak diusung oleh partai pengusung AMIN dalam Pilkada 2024. Ia menyatakan sudah ada kontrak politik dengan pimpinan PKS, Nasdem, dan PKB.
Akan tetapi, ketika Edy menyatakan bersedia maju dalam Pilgub Sumur, ketiga partai tersebut tak jadi mengusungnya.
"Sudah sepakat ini. Ketua umum sepakat ini. Saya belum sepakat, [antara mau] maju atau tidak. Tapi mereka yang [sudah] bersepakat jadikan si Edy gubernur. Begitu waktunya [Pilgub], kabur semua, kabur semua," ujarnya.
Hal tersebut, jelas Edy, membuat dirinya memutuskan untuk maju dalam Pilkada Sumut 2025 setelah tiba-tiba ditinggalkan partai pendukungnya.
Oleh karenanya, ketika PDIP menaruh dukungan kepada dirinya dalam Pilgub Sumut, ia mau untuk menerimanya. Terlebih, katanya, ia tak mau Sumut dipimpin oleh Bobby Nasution.
"Nah di saat ada yang mengusung, saya ya sudah niat. Saya mau jadi gubernur. Kenapa saya mau jadi gubernur? Karena saya tak mau Bobby ini [jadi] gubernur saya," jelasnya.
