Advertisement

6 Fakta Menarik Dari The Haunted Palace, Drakor Tentang Hantu dan Perdukunan

13 June 2025 11:49 WIB

thumbnail-article

Drama "The Haunted Palace." Sumber: Soompi..

Penulis: Margareth Ratih. F

Editor: Margareth Ratih. F

The Haunted Palace adalah salah satu drama Korea yang sedang naik daun belakangan ini. Di balik kepopulerannya, ada fakta-fakta menarik seputar proses produksinya maupun ide cerita yang begitu unik. Berikut Narasi rangkumkan 6 fakta menarik dari drakor The Haunted Palace yang patut kamu ketahui.

Asal mula konsep cerita The Haunted Palace

Drakor The Haunted Palace memiliki sebuah konsep cerita yang telah dipersiapkan selama lima tahun. Penulis, Yoon Soo Jung, mengungkapkan bahwa ide awalnya muncul saat ia terlibat dalam penulisan The King’s Face. Pengalaman dalam melihat-lihat bahan referensi membuatnya berpikir tentang banyaknya roh pendendam yang mungkin berada di dalam istana, dan pemikiran itulah yang kemudian menjadi titik awal dari The Haunted Palace.

Karya klasik Korea menjadi salah satu sumber inspirasi yang mendasari penulisan cerita ini. Yoon Soo Jung merujuk pada beberapa teks seperti Eou Yadam, Seongho Saseol, dan Cheonyerok, terutama bagian yang membahas tentang hantu setinggi delapan kaki yang menghantui istana. Riset mendalam dilakukan untuk menghidupkan elemen cerita yang berkaitan dengan mitologi dan hantu tersebut, menjadikannya lebih mendalam dan otentik.

Penulis melakukan eksplorasi tentang dunia hantu dan imugi (sejenis makhluk mitos dalam budaya Korea) untuk memperkaya narasi. Dengan melakukan penggalian lebih jauh tentang budaya, tradisi, dan cerita rakyat, dia berusaha menciptakan sebuah plot yang tidak hanya dramatis tetapi juga memperlihatkan nilai-nilai budaya yang penting.

Keterlibatan praktik perdukunan

Salah satu elemen kunci dalam alur cerita The Haunted Palace adalah praktik perdukunan. Untuk mempersiapkan karakter Yeo Ri yang berperan sebagai dukun, Yoon Soo Jung melakukan penelitian mendalam, termasuk menonton film dokumenter yang menunjukkan kebudayaan perdukunan Korea dan menganalisis berbagai ritual yang dilakukan oleh para dukun di Korea.

Dalam upaya memberikan performa yang lebih realistis, Bona—yang memerankan Yeo Ri—berkonsultasi dengan dukun sungguhan. Ia mempelajari berbagai ritual, berkonsultasi mengenai cara merapal mantra, dan menyaksikan langsung potongan-potongan ritual untuk memahami lebih dalam bagaimana karakter yang ia perankan harus bersikap.

Melalui konsultasi tersebut, Bona memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai ritual-ritual yang terkait dengan pengusiran roh, termasuk berbagai mantra yang harus dihafal dan diperagakan dalam adegan-adegan. Proses belajar ini mendemonstrasikan dedikasinya untuk memerankan karakter dengan akurat dan menghormati tradisi yang ada.

Dinamika antara para pemain The Haunted Palace

Salah satu unsur menarik dalam The Haunted Palace adalah hubungan antara pemain utama, Yook Sung Jae dan Bona. Keduanya bukan hanya rekan kerja di layar kaca tetapi juga merupakan sahabat dekat yang sudah menjalin persahabatan selama lebih dari 15 tahun. Hubungan ini memberikan keuntungan tersendiri dalam chemistry yang mereka tampilkan dalam serial.

Meskipun memiliki hubungan persahabatan yang kuat, Yook Sung Jae mengaku sempat merasa cemas saat harus beradegan romantis dengan Bona. Ia khawatir bahwa dinamika persahabatan mereka dapat terganggu oleh kehadiran elemen romansa dalam cerita, namun seiring dengan waktu dan pengalaman, ia merasa tenang karena sudah sangat mengenal Bona.

Chemistry antara Yook Sung Jae dan Bona tidak bisa dipungkiri. Interaksi mereka di depan kamera terlihat alami dan memberikan daya tarik tersendiri bagi penonton. Kekuatan hubungan mereka bahkan diperkuat oleh pengalaman bersama di industri hiburan dan kebiasaan mereka bekerja sama dalam berbagai proyek sebelumnya.

Persiapan fisik dan mental para aktor

The Haunted Palace menuntut para aktor untuk melakukan berbagai adegan aksi yang intens. Aktor seperti Kim Ji Hoon mengalami tantangan fisik yang signifikan selama pengambilan gambar, yang sering kali membuatnya merasa lelah dan mengalami nyeri otot. Adegan-adegan yang membutuhkan mobilitas besar dan penguasaan teknik bela diri menambah tekanan fisik bagi pemain.

Dikarenakan intensitas syuting yang tinggi, beberapa aktor, termasuk Kim Ji Hoon, terpaksa menjalani terapi akupunktur untuk mengatasi nyeri otot. Ia mengindikasikan bahwa meskipun ia telah menyelesaikan syuting, rasa sakit di tubuhnya masih terasa, menunjukkan betapa kerasnya usaha yang telah mereka lakukan untuk menyediakan penampilan yang terbaik.

Aktor dalam The Haunted Palace menunjukkan dedikasi penuh tidak hanya melalui persiapan fisik tetapi juga mental. Mereka berusaha memahami karakter yang mereka perankan dengan mendalam, hingga menciptakan nuansa emosi yang bisa diterima oleh penonton. Hal ini menunjukkan komitmen mereka untuk memberikan performa yang sebaik mungkin pada setiap adegan.

Kesuksesan The Haunted Palace

The Haunted Palace mendapat sambutan yang sangat baik saat tayang perdana. Menurut data Nielsen Korea, episode pertama meraih rating nasional rata-rata sebesar 9,2 persen, menjadikannya salah satu drama terpopuler di slot waktunya. Kesuksesan ini menunjukkan bahwa cerita dan penampilan para aktornya berhasil menarik minat penonton.

Seiring berjalannya waktu, peminat The Haunted Palace semakin meningkat, dengan banyak orang mengungkapkan ketertarikan mereka melalui platform media sosial dan forum diskusi online. Rating yang tinggi pada setiap episode menandakan bahwa penonton sangat terlibat dengan jalan cerita dan karakter.

Respon positif tidak hanya datang dari rating, tetapi juga dari komentar penonton yang memuji cerita, penggambaran karakter, serta kualitas produksi yang tinggi. Reaksi penonton yang antusias menunjukkan bahwa drama ini tidak hanya sekedar hiburan, tetapi juga mampu meninggalkan dampak emosional yang mendalam.

Elemen Mitologi dalam The Haunted Palace

Mitologi Korea memiliki peran penting dalam The Haunted Palace. Konsep roh dan hantu yang mendampingi cerita tidak hanya menambah elemen dramatis tetapi juga memberikan pandangan mengenai keyakinan dan tradisi budaya. Penonton diberikan kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang bagaimana masyarakat Korea memandang kehidupan setelah kematian.

Salah satu elemen kunci dalam cerita adalah ritual akhirat yang berbahaya, yang dipertaruhkan oleh karakter Yeo Ri dalam upayanya melawan hantu delapan kaki. Ritualitas ini mencerminkan risiko yang harus dihadapi oleh syaman dan menggarisbawahi betapa pentingnya persiapan yang matang dalam setiap upacara. Hal ini menjadi simbol dari ketegangan dan konflik moral yang dihadapi karakter.

Ketika Yeo Ri berhadapan dengan pilihan sulit antara menyelamatkan jiwa seseorang atau mempertaruhkan nyawanya sendiri, dilema moral ini mulai berkembang. Penonton diajak untuk mempertimbangkan makna dari pengorbanan serta konsekuensi dari tindakan yang diambil, menciptakan ketegangan dramatis yang memberikan makna lebih dalam terhadap perjalanan karakter.

Dengan serangkaian elemen menarik yang melibatkan penelitian mendalam, praktik budaya, dan tantangan pribadi, The Haunted Palace tidak hanya menjadi tontonan yang menarik tetapi juga menjadi bahan diskusi dalam konteks budaya dan sosial.

 

 

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement