Advertisement

7 Fakta Kasus Dokter Koas Dipukuli di Palembang Terkait Masalah Jadwal Piket

13 December 2024 15:12 WIB

thumbnail-article

Pemukulan dokter muda yang dilakukan oleh terduga sopir (kaos merah) dari orang tua peserta koas yang tidak setuju dengan jadwal jaga di rumah sakit. Sumber: Jawa Pos. .

Penulis: Margareth Ratih. F

Editor: Margareth Ratih. F

Terjadi penganiayaan terhadap dokter koas bernama Muhammad Luthfi terjadi di Kafe Storia, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Sumatera Selatan. Peristiwa tersebut berlangsung pada Rabu, 11 Desember 2024, sekitar pukul 17.00 WIB.

Korban merupakan dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Sedangkan terduga pelaku adalah salah satu orang tua dari rekan sesama dokter koas, yang terlibat dalam perselisihan mengenai jadwal piket.

Pemukulan terhadap dokter koas ini diduga dipicu oleh perselisihan mengenai pembagian jadwal piket akhir tahun di Rumah Sakit Siti Fatimah. Luthfi terlibat dalam konflik dengan seorang dokter koas lain yang merasa dirugikan oleh pembagian tugas.

Hubungan antara korban dan pelaku yang sebelumnya baik, berubah menjadi tegang setelah masalah jadwal ini mencuat. Rekan-rekan dokter koas lainnya menunjukkan kepedulian dan mengecam tindakan kekerasan ini.

Kronologi kasus

Sebelum pemukulan terjadi, terjadi pertemuan antara Luthfi dan ibu dari seorang dokter koas bernama Lady di Kafe Storia. Pertemuan tersebut ternyata berujung pada ketegangan ketika ibu Lady merasa bahwa Luthfi dan dua rekannya tidak menghargai pendapatnya.

Pada saat pemukulan berlangsung, seorang pria berbaju merah menyerang Luthfi, yang direkam oleh saksi di lokasi. Video insiden itu kemudian menjadi viral di media sosial.

Setelah peristiwa tersebut, Luthfi melaporkan kejadian penganiayaan kepada kepolisian. Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan langsung menangani kasus ini. Dalam proses penyidikan, pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa rekaman CCTV dari lokasi kejadian serta video yang beredar di media sosial. Hingga kini, satu terduga pelaku masih dalam pemeriksaan dan statusnya belum ditentukan.

Tanggapan Universitas Sriwijaya

Pihak Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya merespons insiden ini dengan membentuk tim investigasi internal. Tim ini bertugas untuk menyelidiki situasi secara mendalam serta mencari solusi yang tepat antara pihak-pihak yang terlibat. Universitas juga akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk memberikan dukungan dalam proses penyidikan.

Muhammad Luthfi mengalami luka lebam di wajah akibat pemukulan tersebut. Saat ini, korban masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara. Selain cedera fisik, kondisi mental dan emosional Luthfi juga dipantau, mengingat dampak dari pengalaman traumatis yang dialaminya.

Reaksi masyarakat dan media sosial

Kasus penganiayaan ini mendapatkan perhatian luas di media sosial. Publik mengecam tindakan kekerasan yang terjadi di kalangan profesional medis, yang seharusnya saling mendukung dan menjaga keselamatan satu sama lain.

Diskusi di berbagai platform mencerminkan keprihatinan terhadap kesehatan mental dan fisik para tenaga medis, serta menyoroti perlunya perhatian lebih terhadap nasib dokter muda yang tengah menjalani pendidikan dan pelatihan.

Implikasi dari kejadian ini bisa berdampak pada pengaturan dan tata laksana jadwal piket di rumah sakit-rumah sakit lain, serta pembenahan dalam hubungan antar rekan kerja di sektor kesehatan.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement