Balita perempuan bernama Raya, anak asal Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal usai di tubuhnya diketahui dipenuhi cacing. Raya sebetulnya sudah lama dalam pengawasan gizi oleh petugas desa di Kampung Padangenyang, Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Berikut adalah 4 fakta terkait kematian Raya.
Keadaan kritis saat dibawa ke rumah sakit
Raya, seorang balita berusia tiga tahun, tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi, Sukabumi, pada 13 Juli 2025. Saat tiba, ia dalam keadaan tidak sadar dan mengalami syok berat.
Tim medis segera memeriksa kondisi Raya dan menemukan fakta mengejutkan, yaitu cacing keluar dari hidungnya. Menurut dokter, saat itu Raya sudah tidak sadarkan diri sejak sehari sebelumnya, menunjukkan tingkat keparahan kondisi yang sangat serius.
Penyebab infeksi cacing yang parah
Dokter mendiagnosis Raya mengalami askariasis, penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Infeksi ini dapat disebabkan oleh telur cacing yang tertelan melalui makanan atau tangan yang kotor.
Meski cacing umumnya berlokasi di usus, dalam kasus Raya, penyebaran cacing ke berbagai organ vital telah terjadi, ditandai dengan keluarnya cacing dari hidung dan mulutnya. Dengan banyaknya jumlah cacing, kemungkinan infeksi menyebar ke organ-organ lainnya seperti paru-paru dan bahkan otak, mengakibatkan kondisi kritis yang memerlukan tindakan medis segera.
Latar belakang keluarga Raya
Kondisi Raya sangat dipengaruhi oleh latar belakang keluarganya. Kedua orang tua Raya, Rizaludin dan Endah, mengalami gangguan kesehatan mental—Rizaludin menderita tuberkulosis (TBC), sementara Endah diketahui memiliki masalah kejiwaan (ODGJ).
Keduanya tidak dapat memberikan pengasuhan yang memadai, sehingga kondisi Raya menjadi terabaikan. Selain itu, keluarga tidak memiliki dokumen administratif penting seperti Kartu Keluarga (KK) atau BPJS Kesehatan yang sangat dibutuhkan untuk akses ke layanan medis.
Ini memperburuk dampak kesehatan yang dialami Raya dan menyulitkan proses perawatan medis yang dibutuhkan.
Respon pemerintah dan masyarakat
Kematian Raya yang tragis telah menarik perhatian luas, termasuk dari pemerintah daerah.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap kejadian ini dan memberikan sanksi terhadap Pemerintah Desa Cianaga. Ia menyatakan bahwa pencairan dana desa akan ditunda sebagai bentuk hukuman atas ketidakmampuan perangkat desa dalam melayani kesehatan masyarakat dengan baik.
Di sisi lain, lembaga sosial, Rumah Teduh, turut memberikan bantuan kepada Raya dan keluarganya. Mereka mendukung biaya pengobatan, yang sebelumnya harus ditanggung oleh keluarga yang tidak memiliki kemampuan finansial.
Kasus kematian Raya menarik perhatian media dan publik, membuka diskusi mengenai kesehatan masyarakat, kebersihan lingkungan, dan upaya-upaya yang diperlukan untuk memastikan anak-anak di daerah terpinggirkan tidak mengalami nasib serupa. Melalui serangkaian peristiwa ini, banyak pihak berharap agar kesadaran akan pentingnya kesehatan dan keselamatan dapat meningkat, terutama di daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi.
