Ivan Sugianto, bos kelab malam yang rundung siswa SMA, ditangkap di Bandara Juanda pada Kamis, (14/11/2024).
Penangkapan Ivan menandai babak baru dalam kasus perundungan siswa SMA Gloria 2 Surabaya yang viral di internet.
Kasus tersebut viral usai video Ivan merundung seorang anak dengan membentak dan memaksanya menggonggong di depan publik tersebar di media sosial.
Berikut sejumlah fakta di balik penangkapan bos tempat hiburan malam tersebut.
1. Ditangkap sesaat setelah turun pesawat
Penangkapan Ivan Sugianto dilakukan oleh aparat kepolisian dan satgas pengamanan bandara saat pengusaha tersebut baru saja tiba dari penerbangan Jakarta-Surabaya pada Kamis.
Penangkapan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Terminal 1 Bandara Juanda, Jawa Timur. Setelah ditangkap, Ivan langsung dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Proses pemeriksaan dilaksanakan setelah pihak kepolisian memanggil sebelas saksi terkait kasus ini.
2. Terancam hukuman 3 tahun penjara
Berdasarkan hasil gelar perkara, Ivan Sugianto resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kekerasan terhadap anak.
Ia dijerat dengan Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 335 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ayat (1) butir 1.
Jika terbukti bersalah dalam kasus ini, Ivan terancam hukuman maksimal hingga tiga tahun penjara.
3. Bikin video permintaan maaf sebelum ditangkap
Sebelum penangkapannya, Ivan Sugianto sempat mengunggah video permohonan maaf di media sosial.
Dalam video berdurasi dua menit tiga puluh detik tersebut, Ivan menyatakan penyesalan atas perbuatannya.
Ia meminta maaf secara khusus kepada SMA Gloria 2 Surabaya, orang tua siswa yang menjadi korban, serta masyarakat Indonesia.
Ivan mengungkapkan bahwa tindakan arogan yang dilakukan olehnya tidak seharusnya terjadi.
4. Dugaan kedekatan Ivan dengan aparat
Ketika video perundungan yang dilakukan Ivan Sugianto jadi pembicaraan warganet, sejumlah foto yang menunjukkan kedekatan Ivan dengan aparat polisi dan TNI beredar di internet.
Dalam foto-foto yang beredar tersebut, Ivan terlihat bersama pejabat Polrestabes Surabaya dan berada di salah satu ruangan markas polisi itu. Terdapat pula foto Ivan bersama seorang perwira menengah TNI.
Beredarnya foto-foto tersebut membuat publik berspekulasi adanya keterlibatan aparat dalam kasus yang lebih besar.
Kendati demikian, Mabes TNI telah mengklarifikasi bahwa perwira yang terlihat bersama Ivan Sugianto adalan sahabat lama dan bukan bekingan seperti yang dispekulasikan publik.
Sementara itu, kepolisian enggan memberi komentar atas spekulasi kedekatan Ivan Sugianto dengan Polrestabes Surabaya.
Ketika ditanya wartawan tentang hal tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Dirmanto meminta jurnalis fokus pada kasus kekerasan yang dilakukan Ivan.
"Kita fokus pada penanganan kasus ini, jadi jangan digiring kemana-mana," ujarnya kepada awak media pada Kamis.
5 Rekening Ivan diblokir PPATK
Setelah ditangkap karena kasus kekerasan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir rekening milik Ivan Sugianto.
Pemblokiran ini dilakukan setelah PPATK menemukan indikasi aktivitas ilegal terkait bisnis yang dimiliki Ivan, yaitu Valhalla Spectaclub di Surabaya.
PPATK menyebutkan bahwa beberapa rekening lain terkait dengan klub tersebut juga diblokir.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyatakan bahwa aktivitas ilegal yang dimaksud adalah aliran dana judi online yang mengarah ke Valhalla Spectaclub Surabaya milih Ivan Sugianto.
"Terdapat pihak-pihak yang diduga terkait judi online yang terkoneksi dengan yang bersangkutan," ujar Ivan Yustiavandana pada Kamis (14/11), dikutp dari Tempo.co.
Berdasarkan indikasi tersebut, pihak PPATK menyebut tengah mengembangkan kasus ini dan mendalaminya bersama penyidik kepolisian.
