Advertisement

Gempa M 7,5 Guncang Venezuela, Kemenlu Pastikan WNI Aman

25 June 2026 23:22 WIB

thumbnail-article

Orang-orang berkumpul di Alun-Alun Altamira untuk keselamatan setelah terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Chacao, Miranda, Venezuela Sumber: ANTARA.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Gempa dahsyat mengguncang Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2024 waktu setempat, Para seismolog mengkonfirmasi gempa besar pertama bermagnitudo 7,2 melanda dekat kota San Felipe, ibu kota negara bagian Yaracuy. Sekitar 40 detik kemudian, gempa kedua yang lebih besar bermagnitudo 7,5 kembali terjadi di tenggara kota Yumare

Gempa tersebut merupakan gempa terbesar yang pernah melanda Venezuela dan yang terkuat selama 125 tahun terakhir.

Venezuela sendiri berada di zona seismik yang aktif, tepatnya pada pertemuan dua lempeng tektonik utama yaitu Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan. Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menjelaskan bahwa gempa kembar ini disebabkan oleh pergeseran patahan mendatar yang dangkal pada batas kedua lempeng tersebut. Proses interaksi patahan yang kompleks ini menyebabkan guncangan sangat kuat dan gempa susulan yang berpotensi masih akan terjadi.

Berdasarkan data USGS, wilayah negara bagian Yaracuy, serta daerah sekitarnya seperti Altamira dan El Pariso di Caracas, menjadi kawasan yang terdampak paling parah akibat gempa dahsyat ini.

164 Tewas, dan Lebih Dari 971 Orang Mengalami Luka-Luka

Dalam laporan resmi yang disampaikan oleh Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, jumlah korban tewas akibat gempa telah mencapai 164 orang dengan lebih dari 971 orang mengalami luka-luka. Data ini terus diperbarui seiring dengan proses pencarian dan evakuasi korban di lokasi terdampak.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memberikan estimasi statistika yang mengkhawatirkan terkait korban jiwa yang mungkin lebih besar. Analisis menunjukkan kemungkinan 33 persen jumlah korban mencapai antara 1.000 hingga 10.000 orang, dan peluang sebesar 42 persen untuk korban jiwa antara 10.000 hingga 100.000 orang. Prediksi ini didasarkan pada kondisi bangunan yang rentan serta tingkat kepadatan penduduk di daerah terdampak.

Faktor penyebab tingginya korban jiwa ini meliputi kualitas bangunan yang rapuh, guncangan yang sangat kuat, lokasi pusat gempa yang dekat dengan wilayah padat penduduk, serta terjadinya gempa susulan yang menambah tingkat bahaya. Selain itu, adanya tanah longsor dan likuifaksi di beberapa wilayah juga berkontribusi dalam menimbulkan kerusakan serta risiko jatuhnya korban.

Menurut stasiun televisi lokal teleSur yang mengutip Rodriguez, pihak berwenang saat ini berfokus pada penyelamatan nyawa orang-orang yang terjebak di dalam bangunan dan rumah yang runtuh.

Kemenlu Pastikan WNI Aman

Dalam keadaan darurat pascagempa, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela. Tercatat sebanyak tiga WNI yang terdata berada di wilayah terdampak, dan semuanya dalam kondisi aman, selamat, dan sehat.

“KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak 3 orang, ada dalam kondisi aman, selamat, dan sehat,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah, mengutip ANTARA, Kamis 25 Juni 2026.

Di samping itu, Heni memastikan seluruh staf di KBRI Caracas juga selamat dan dalam keadaan aman. “Gedung kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta juga tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti,” kata dia.

KBRI Caracas juga terus memantau pernyataan resmi pemerintah Venezuela terkait potensi gempa susulan dan ancaman tsunami di pesisir, kata dia.

Pemerintah Indonesia mengimbau para WNI yang berada di Venezuela untuk senantiasa waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan segera menghubungi KBRI Caracas apabila membutuhkan bantuan.

Dalam keadaan darurat, para WNI dapat menghubungi hotline KBRI Caracas dengan nomor telepon +58-4120217253 atau +58-4122340100, atau hotline Direktorat PWNI Kemlu RI dengan nomor +62812-9007-0027, ucap Heni.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement