Advertisement

Google dan Apple Diminta Siap-siap Blokir TikTok Menyusul Peringatan Pemerintah AS

17 December 2024 23:11 WIB

thumbnail-article

Antara .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Pimpinan dan anggota Kongres AS, khususnya dari partai Demokrat, mendorong perusahaan teknologi besar seperti Google dan Apple untuk bersiap menghapus aplikasi TikTok dari toko aplikasi mereka.

Peringatan ini muncul setelah pemerintahan AS memberikan batas waktu bagi ByteDance, perusahaan induk TikTok, untuk menjual platform tersebut. Para anggota parlemen menilai penghapusan ini sebagai langkah krusial untuk melindungi keamanan nasional dan mencegah potensi pengaruh negatif dari pemerintah China.

Tidak hanya itu para anggota parlemen mengingatkan bahwa jika ByteDance gagal melakukan divestasi sebelum tanggal yang ditentukan, maka TikTok akan dilarang di negara tersebut.

Ini berarti bahwa aplikasi yang saat ini tersedia untuk diunduh di perangkat pengguna, pada akhirnya tidak akan dapat diakses. Ancaman tersebut tampaknya merupakan cara pemerintah untuk menekankan urgensi situasi ini kepada pihak TikTok dan penggunanya.

Keamanan nasional menjadi isu sentral dalam kebijakan ini. Para anggota Kongres berpendapat bahwa keberadaan TikTok, yang mereka anggap berada di bawah pengawasan pemerintah China, dapat mengancam data dan informasi pribadi pengguna di AS.

Oleh karena itu, permintaan untuk menghapus aplikasi ini bukan hanya sekadar regulasi bisnis, tetapi juga masalah keamanan yang lebih luas.

Divestasi Izin Pengadilan Terhadap ByteDance

Sebelum peringatan ini, pengadilan federal AS telah menolak banding yang diajukan oleh ByteDance. Keputusan ini memperkuat posisi pemerintah AS dalam mewajibkan TikTok untuk melakukan divestasi.

Pihak pengadilan menyatakan bahwa kewajiban tersebut tidak melanggar konstitusi, sehingga pengguna TikTok tidak diberikan perlindungan dari kemungkinan pemblokiran aplikasi di masa depan.

Kewajiban untuk menjual TikTok di AS menjadi titik penting dalam keputusan ini. Hal ini menunjukkan bahwa pihak berwenang berupaya untuk meminimalisir pengaruh asing dalam platform yang digunakan oleh ratusan juta pengguna di negara tersebut.

Penegasan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak akan mundur dalam upaya memastikan bahwa data pengguna AS tidak jatuh ke tangan pihak-pihak yang tidak berwenang.

Sementara keputusan pengadilan berlaku, pengguna TikTok yang sudah mengunduh aplikasi tersebut tidak akan segera kehilangan akses setelah tanggal pemblokiran.

Namun, tidak ada jaminan bahwa aplikasi akan tetap dapat berfungsi, karena dukungan teknis dan pembaruan mungkin dihentikan. Oleh karena itu, risiko kehilangan penggunaan aplikasi menjadi nyata bagi puluhan juta pengguna yang telah menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement