Hasil quick count pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 menunjukkan kekalahan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di sejumlah wilayah.
PKS bahkan tumbang di wilayah yang selama ini menjadi kekuasaannya, Kota Depok. Selain itu, PKS juga tak berhasil menang di dua provinsi yakni DKI Jakarta serta Jawa Barat.
Berakhirnya dominasi PKS di Depok
Imam Budi Hartono-Ririn Farabi A.Rafiq, calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung PKS di Kota Depok, keok dengan perolehan suara 46,81 persen.
Imam-Ririn tertinggal sekitar enam persen dari pasangan Supian Suri-Chandra Rahmanysah yang mendapatkan 53,19 persen suara. Statistik ini diperoleh dari hasil hitung cepat yang dilakukan VoxPol Center.
VolPox Center mengumumkan hasil quick count Pilkada Depok 2024 setelah data masuk mencapai 100 persen pada pukul 20.32 WIB, Rabu (27/11/2024).
Hasil hitung cepat ini menunjukkan berakhirnya dominasi partai berlambang bulan sabit-padi di kota tersebut setelah hampir dua dekade. Sejak 2006, PKS selalu memenangkan pemilihan kepala daerah di Depok.
Kekalahan PKS di DKI Jakarta
Kekalahan PKS di Jakarta juga terlihat jelas dalam Pilgub DKI, menyusul kekalahan Ridwan Kamil-Suswono yang diusung partai tersebut.
Hasil quick count Charta Politika menunjukkan pasangan Pramono Anung dan Rano Karno unggul dengan perolehan suara sebesar 50,15 persen. Sementara itu, RK-Suswono finis di urutan kedua dengan 39,25 persen suara, dan Dharma Pongrekun-Kun Wardhana di urutan terakhir dengan 10,60 persen suara.
Hitung cepat versi Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga menunjukkan hasil serupa. Pramono-Rano unggul dengan 50,10 persen suara, sedangkan RK-Suswono mendapatkan 39,29 persen suara. Adapun pasangan Dharma-Kun meraih 10,61 persen suara.
Kekalahan ini meninggalkan kekecewaan mendalam bagi pendukung PKS yang merasa tidak terwakili oleh calon yang diusung partai tersebut.
PKS nyaris mencalonkan Anies Baswedan untuk masju di Pilgub DKI, sebelum akhirnya membelokkan dukungan kepada Suswono.
Pudarnya pamor PKS di Jawa Barat
Di Pilgub Jawa Barat, PKS kembali harus menelan pil pahit. Pasangan yang diusung, Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie, kalah jauh dari Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan yang meraih suara lebih dari 61,16 persen.
Syaikhu-Habibie hanya memperoleh sekitar 20,07 persen suara berdasarkan hasil quick count yang dilakukan Indikator Politik Indonesia.
Dalam konteks historis, Jawa Barat adalah salah satu basis kuat bagi PKS. Namun, pamor PKS kini tampaknya mulai memudar.
Sebelum Pilkada 2024, PKS pernah mendominasi Jawa Barat, terutama pada periode 2008 hingga 2018 saat Ahmad Heryawan memimpin sebagai gubernur.
Respons dan evaluasi PKS
Juru Bicara PKS Ahmad Mabruri menganggap hasil quick count sebagai hal yang biasa dalam politik. Ia menegaskan bahwa kekuasaan selalu berganti dan tidak ada yang abadi.
Meski demikian, Mabruri memastikan PKS akan melakukan evaluasi internal sebagai respons terhadap kekalahan ini, sekaligus mengkaji kembali strategi partai agar dapat lebih baik ke depannya.
Secara keseluruhan, hasil quick count Pilkada 2024 menjadi sinyal perubahan signifikan bagi PKS di daerah-daerah yang sebelumnya merupakan lumbung suara utama mereka.
