Advertisement

Hati-Hati, Berikut Beberapa Makanan Yang Bisa Menyebabkan Penyakit Jantung

05 August 2025 06:02 WIB

thumbnail-article

Makanan Pemicu Penyakit Jantung Sumber: ANTARA.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Kondisi ini terjadi ketika fungsi jantung terganggu, seperti ketika pembuluh darah menyempit atau tersumbat, yang dapat mengakibatkan serangan jantung

Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, faktor keturunan, dan lanjut usia. Namun tahukah Anda bahwa pola makan juga memainkan peran penting? Beberapa makanan yang sering kita konsumsi ternyata bisa memicu kerusakan jantung jika dikonsumsi berlebihan.

Berikut adalah beberapa makanan yang perlu Anda waspadai karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Makanan yang Digoreng

Siapa yang bisa menolak kenikmatan gorengan hangat saat santai? Namun, di balik rasa renyah dan gurihnya, tersimpan bahaya bagi jantung. Makanan yang digoreng, seperti pisang goreng, tempe goreng, ayam goreng, atau keripik, sering kali mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi.

Lemak ini bisa menyebabkan peradangan dan penumpukan plak di pembuluh darah, yang dapat menyumbat aliran darah ke jantung. Mengonsumsi gorengan berlebihan bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan merusak kesehatan jantung Anda.

Makanan Manis dan Asin

Rasa manis dan asin memang bisa membuat makanan terasa lebih lezat. Sayangnya, keduanya bisa menjadi pemicu penyakit jantung.

Makanan yang Asin: Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat meningkatkan kadar natrium dalam tubuh, yang bisa memicu tekanan darah tinggi (hipertensi). Tekanan darah tinggi memaksa jantung bekerja lebih keras dan lama-kelamaan dapat melemahkan otot jantung.

Makanan yang Manis: Makanan dan minuman tinggi gula tidak secara langsung merusak jantung, tetapi dapat menyebabkan obesitas dan diabetes. Diabetes adalah salah satu faktor risiko utama penyakit jantung, karena kadar gula darah yang tinggi bisa merusak pembuluh darah dan saraf yang mengontrol jantung.

Daging Olahan dan Daging Merah

Banyak orang menyukai daging olahan seperti sosis, makanan cepat saji, atau daging merah. Makanan-makanan ini sering kali mengandung lemak jenuh, natrium, dan pengawet yang tinggi.

Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam darah, sedangkan natrium dapat menaikkan tekanan darah. Kombinasi keduanya bisa menjadi resep berbahaya untuk kesehatan jantung Anda. Pilihlah sumber protein yang lebih sehat, seperti ikan, ayam tanpa kulit, atau protein nabati.

Kuning Telur dan Susu

Telur adalah sumber protein dan nutrisi yang sangat baik. Namun, kuning telur mengandung kolesterol tinggi. Meskipun kolesterol dari makanan tidak selalu berdampak signifikan pada semua orang, bagi mereka yang sensitif terhadap kolesterol, mengonsumsi kuning telur berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol darah.

Begitu pula dengan susu, terutama susu full cream, yang mengandung lemak jenuh. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Untuk itu, konsumsilah dalam porsi yang wajar atau pilih produk susu rendah lemak.

Makanan Kemasan dan Olahan Pabrik

Makanan yang diproduksi di pabrik sering kali mengandung bahan-bahan yang tidak alami, seperti pengawet, perasa buatan, dan lemak trans. Olahan pabrik seperti keripik kentang, biskuit, atau minuman soda, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung karena kandungan natrium, gula, dan lemak tidak sehat yang tinggi. Bahan-bahan ini bisa memicu peradangan, meningkatkan kolesterol, dan merusak pembuluh darah dari waktu ke waktu.

Kelapa Sawit dan Kulit Ayam

Minyak kelapa sawit, meskipun memiliki beberapa manfaat, mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi. Lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Begitu juga dengan kulit ayam yang kaya akan lemak jenuh. Menggoreng dengan minyak sawit atau mengonsumsi kulit ayam secara berlebihan dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah, yang merupakan awal dari penyakit jantung.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Bukan berarti Anda harus menghindari semua makanan di atas sepenuhnya, tetapi kendalikan porsi dan frekuensinya. Seimbangkan pola makan Anda dengan makanan yang kaya serat, vitamin, dan mineral, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement