Advertisement

Hizbullah Tembak 100 Rudal ke Israel Tembus Iron Dome, Konflik Semakin Memanas

24 September 2024 09:56 WIB

thumbnail-article

Pemimpin Hizbullah sejak 1992, Hassan Nasrallah. Sumber: Reuters. .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Margareth Ratih. F

Perang antara kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah dan Israel kian memanas. Hal ini berawal dari gelombang ledakan ratusan pager pekan lalu yang menewaskan menewaskan 45 orang dan melukai lebih dari 3.000 orang lainnya. Disusul serangan udara Israel ke 1.000 target Hizbullah.

Teranyar kelompok Hizbullah mengumumkan telah menembakkan 100 roket. ada puluhan di antaranya dilaporkan menembus sistem pertahanan udara Israel, iron dome, jatuh dan menghanguskan bangunan serta kendaraan di Haifa pada Jumat 20 September 2024.

Dalam pernyataan terbarunya,  Wakil Kepala Hizbullah Naim Qassem menyatakan jika kelompoknya memasuki "fase baru" di pertempuran melawan Israel. Ia menyebut perang terbuka sudah terjadi.

"Kami telah memasuki babak baru yang disebut Pertempuran Menuntut Balas," kata Qassem seperti dikutip penyiar Al Mayadeen.

Sebelumnya Kepala Pertahanan Israel Yoav Gallant mengumumkan babak baru dalam upaya perang Israel di wilayah tersebut. Fokus bergeser ke garis depan wilayah utara negara Zionis tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa pasukan Israel akan terus melancarkan serangan mereka.

"Tindakan militer akan terus berlanjut hingga kita mencapai titik di mana kita dapat memastikan kembalinya masyarakat utara Israel ke rumah mereka dengan aman," ungkap Gallant.

"Ini adalah tujuan kami, ini adalah misi kami, dan kami akan menggunakan cara yang diperlukan untuk mencapainya,” ungkapnya lagi.

Joe Biden turut berkomentar

Pada sebuah kesempatan, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden turut mengomentari panasnya perang antara Hizbullah-Israel. Ia merasa khawatir dengan perang yang terjadi.

"Ya, saya khawatir," kata Biden kepada wartawan ketika ditanya apakah ia khawatir tentang meningkatnya ketegangan di Timur Tengah pada Senin, 23 September 2024.

"Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mencegah pecahnya perang yang lebih luas. Kami masih bekerja keras," ujar Biden dari negara bagian kampung halamannya, Delaware.

Sementara itu Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (EU) Josep Borrell juga turut khawatir dengan konflik yang semakin meluas antara Hizbullah dan Israel, ia meminta agar segera dilakukan gencatan senjata. 

"Gencatan senjata sangat mendesak, di seluruh Garis Biru seperti di Gaza," kata Borrell, menekankan kerugian yang diderita warga sipil kedua belah pihak.

Sebagai informasi, Garis Biru memiliki fungsi sebagai batas yang memisahkan Lebanon dari Israel dan Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki Israel.

Pejabat Uni Eropa tersebut memperingatkan dampak perang skala penuh terhadap kawasan tersebut dan menekankan perlunya upaya mediasi diplomatik yang intensif dan baru.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement