Beberapa waktu lalu, film Home Sweet Loan ramai dibicarakan lantaran mengangkat tema realistis seputar kehidupan seseorang yang memikul beban sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga besarnya.
Kini, tema serupa muncul kembali dalam film 1 Kakak 7 Ponakan yang rilis di bioskop pada 23 Janruari 2025.
Dalam film ini, karakter utama bernama Moko harus berjuang menghidupi tujuh orang keponakan yang tiba-tiba menjadi beban tanggungannya. Adapun dalam Home Sweet Loan, adalah Kaluna yang mengemban status sebagai sumber uang bagi orang tua dan kakaknya.
Realitas yang dihadapi Moko dan Kaluna kerap dikaitkan dengan fenomena "sandwich generation", yang menggambarkan kondisi individu yang harus menopang beban generasi di atasnya sekaligus menyokong generasi di bawahnya.
Apa itu sandwich generation?
Sandwich generation adalah istilah yang merujuk kepada individu yang merasa terjepit di antara dua tanggung jawab besar, yaitu mengasuh anak-anak yang masih kecil dan merawat orang tua yang sudah lanjut usia.
Dalam konteks ini, analogi sandwich digunakan untuk menggambarkan situasi tersebut, di mana orang tua berfungsi sebagai roti di atas, anak-anak sebagai roti di bawah, dan individu tersebut sebagai isian yang terjepit di tengahnya. Hal ini menciptakan beban ganda yang harus ditanggung, dengan tuntutan emosional dan fisik yang meningkat.
Konsep sandwich generation semakin relevan di masa kini. Banyak orang dewasa yang termasuk dalam kategori ini, baik pria maupun wanita, berada dalam rentang usia 30 hingga 60 tahun. Mereka sering kali berjuang untuk menyeimbangkan antara tanggung jawab merawat orang tua dan membesarkan anak-anak, yang tentunya bukan tantangan mudah dan bisa menjadi sumber stres.
Jenis-jenis sandwich generation
1. Traditional sandwich generation
Traditional sandwich generation terdiri dari orang dewasa berusia 40-50 tahun. Mereka biasanya bertanggung jawab untuk merawat orang tua yang sudah tua dan juga harus membesarkan anak-anak mereka. Tanggung jawab ini sering kali mengarah pada tekanan emosional dan finansial yang cukup berat.
2. Club sandwich generation
Club sandwich generation adalah individu yang memiliki tanggung jawab lebih luas, mencakup perawatan orang tua, anak-anak, serta cucu jika mereka memiliki. Kelompok ini berada dalam rentang usia 50-60 tahun dan harus mampu menyeimbangkan berbagai kebutuhan dalam satu waktu.
3. Open faced sandwich generation
Sementara itu, open faced sandwich generation mencakup siapa saja yang aktif merawat keluarga lanjut usia tanpa batasan usia. Mereka mungkin belum menikah atau belum memiliki anak, namun tetap menjadi penyokong utama bagi orang tua ataupun saudara kandung mereka.
Penyebab munculnya sandwich generation
Kurangnya perencanaan keuangan
Salah satu penyebab utama munculnya sandwich generation adalah kurangnya persiapan dalam pengelolaan keuangan. Banyak orang tua yang tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik untuk masa tua mereka. Hal ini memaksa generasi muda untuk mengambil alih tanggung jawab keuangan ini secara mendadak.
Biaya hidup yang meningkat
Tingginya biaya hidup juga menjadi faktor penting. Dengan harga-harga yang semakin melambung, pendapatan yang diterima oleh sandwich generation seringkali tidak sebanding dengan kebutuhan yang harus mereka penuhi, seperti pendidikan anak, biaya kesehatan orang tua, dan lain-lain.
Pemikiran orang tua tentang anak sebagai investasi
Sering kali, terdapat pemikiran di kalangan orang tua bahwa anak-anak mereka adalah investasi masa depan yang seharusnya memberikan dukungan finansial di kemudian hari. Asumsi ini justru dapat menambah beban pada generasi sandwich ketika orang tua tidak dapat menanggung biaya hidup mereka sendiri.
Tantangan yang dihadapi sandwich generation
Beban emosional dan fisik
Menjadi bagian dari sandwich generation sering kali membuat individu merasa kelelahan, baik secara fisik maupun emosional. Mereka harus membagi waktu antara merawat orang tua, mengasuh anak, dan tetap menjaga keseimbangan kehidupan pribadi. Stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan masalah kesehatan mental yang serius.
Dinamika keluarga dan konflik
Dinamika keluarga yang kompleks juga berperan dalam tantangan yang dihadapi oleh generasi sandwich. Ketika ada berbagai pandangan mengenai cara merawat orang tua, konflik di antara anggota keluarga dapat muncul. Wanita, khususnya, sering kali mencerminkan tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan pria dalam situasi ini.
Mengatasi stres dan menjaga keseimbangan
Penting bagi anggota sandwich generation untuk menemukan cara untuk mengatasi stres dan menjaga keseimbangan dalam hidup mereka. Saling mendukung satu sama lain di dalam keluarga, berbicara dengan profesional jika perlu, dan mendapatkan waktu untuk diri sendiri dapat membantu individu dalam generasi ini untuk menjaga kesehatan mental dan emosional mereka.
Menjadi bagian dari sandwich generation bukanlah sebuah pilihan yang mudah. Namun, dengan pemahaman dan dukungan yang baik, mereka dapat menghadapi tantangan ini dengan lebih baik. Melalui kolaborasi dan komunikasi yang efektif, beban ini mungkin akan terasa sedikit ringan.
